Mag-log in"Gue tahu lu nyembunyiin sesuatu dari kita, bilang aja kali," kata Asahi mencoba mendorong Jaehyuk untuk mengatakan yang sebenarnya."Udah gue bilang kan kalo ini gak penting, udah ah gak usah dibahas lagi," kata Jaehyuk bersikeras untuk menyembunyikan rahasianya. Bukan karena dia jahat dengan member lain karena tak ingin membeberkan kebenaran, tetapi ia hanya ingin semua member tetap aman tanpa masalah apapun."Oke," Asahi menutup pembicaraan mereka berdua secara singkat dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain yang semula mengarah ke badan Jaehyuk. Suasana langsung berubah dingin di dalam mobil itu karena tidak ada lagi yang mau melontarkan obrolan.Bahkan sang leader Hyunsuk masih tetap diam seperti tak mau tahu lebih lanjut tentang keadaan Jaehyuk yang cukup mencurigakan. Cukup aneh karena biasanya Hyunsuk akan cepat menanggapi hal-hal seperti itu, namun tidak untuk kali ini."Oke, ini stage pertama buat album ketiga kita y
"Plis, buat hari ini aja, gue minta kesempatan terakhir, kesempatan dimana gue masih bisa hidup di dunia ini, gue mohon banget, sekali ini saja!! Oke?!!!" Jaehyuk dengan badannya yang sedikit membungkuk itu menatap sosok yang ada di depannya dengan gemetaran. Bagaimana tidak, hampir saja lehernya akan ditebas begitu saja dengan pisau daging yang sudah dipegang sedari tadi oleh sosok bermasker misterius itu, jika saja Jaehyuk tidak segera bertindak untuk meminta ampun. Entah kenapa hal sederhana bisa menyelamatkan nyawa Jaehyuk yang hampir hilang beberapa detik lalu di tangan seorang psikopat."Gue bakal lakuin apapun!" Jaehyuk mencoba meyakinkan orang di depannya agar berubah pikiran dan benar-benar tidak jadi membunuhnya."Apapun yang lo minta!" katanya dengan penuh penekanan hingga urat di sekitar lehernya muncul ke permukaan kulit.Di gang sempit yang gelap itu, pancaran sinar bulan pada malam hari menyoroti mata sesosok misteriu