Chapter: Dua"Saya tetap Orion yang mencintai Altair."⭐Seorang gadis tampak sedang berjalan kaki menuju ke arah halte bus dengan setelan seragam putih abu-abu. Kedua tangannya memegang tali tas dan berjalan sedikit menunduk. Entah itu gaya berjalan favoritnya atau ada hal lain yang membuatnya seperti itu, hanya ia lah yang mengetahuinya. Rambutnya yang tergerai memberi kesan cantik. Terlebih ia memakai sebuah jepit rambut yang berwarna putih, kontras dengan rambutnya yang berwarna hitam.Altair berjalan menyusuri pinggir jalan. Sedikit lagi, ia akan sampai di halte yang ia tuju. Setiap pagi selalu seperti itu, ia harus berjalan kaki dari rumah menuju halte lalu naik bus untuk sampai ke sekolah. Altair terkejut saat mendapati sebuah motor yang berhenti tepat didepannya. Pemilik motor itu lalu melepas helm yang ia kena
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: SatuMereka bilang saya itu gadis egois.Mereka bilang saya itu gadis menyebalkan.Mereka bilang saya itu gadis cengeng.Mereka bilang saya itu gadis bodoh.Tapi, seegois-egoisnya saya.Saya tidak pernah mencoba memanfaatkan seseorang dengan mengatasnamakan rasa Cinta.⭐Sepasang remaja terlihat berjalan bersisian menuju ke ruang kelas. Mereka memang baru-baru ini menjalin hubungan. Jadi, kalau kata orang masih anget-angetnya untuk di gosipkan. Banyak siswa disekolah itu yang membicarakan keduanya. Terlebih si cowok yang notabene anak pemilik yayasan memacari seorang wanita yang bisa di bilang dari kalangan biasa saja.Keduanya terlihat mesra dengan jari jemari yang saling bertautan satu sama lain. Sesekali sang cewek berceloteh ria membuat cowok disebelahnya gemas sendiri."Rion, kamu tau gak?
Last Updated: 2020-09-23