Chapter: Lima belas Shenling tetap diam dalam perjalanan pulang dari rumah sakit. Berbagai pikiran bercabang dalam benak gadis itu. Dia tidak menyangka Leewan berencana untuk melamar. Bukannya dia tidak suka, hanya saja dirinya tidak tahu bagaimana nanti jika Leewan menghilang. Bagaimana dia harus mengatasi rasa kehilangan tersebut? Begitu banyak keraguan yang menghantui diri. Namun, di sisi lain, dia juga senang, perasaan Leewan ternyata tulus padanya. Pemuda itu bersungguh-sungguh dengan hubungan mereka, bahkan berniat melamarnya. "Kenapa wajahmu muram seperti itu setelah aku melamarmu?" tanya Leewan. Suasana sore itu tampak indah dengan bunga-bunga sakura yang menjatuhkan kelopaknya di sepanjang jalan. Mereka tampak seperti rintik salju yang tengah bertaburan mewarnai hari. "Kenapa kau tidak terlihat bahagia? Apa kau tidak benar-benar mencintaiku?" tanya pemuda itu lagi saat melihat gadis tersebut hanya diam men
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Empat belas Shenling diam terpaku. Suasana di sekeliling yang semula ramai seolah berubah sunyi. Orang-orang menghilang dan waktu seperti terhenti. Di tengah keramaian, mereka seolah hanya berdua. Larut dalam bius rasa yang membuat jantung berdetak keras oleh gairah. Leewan tersenyum saat mengakhiri ciuman. Dia lalu meraih tangan gadis dan mengajak pergi. Shenling hanya menurut dalam diam. Mereka tiba di sebuah danau buatan yang dihiasi oleh lampu-lampu mungil sebagai penerangan. Sebuah jembatan yang telah dihias dengan meriah juga terdapat di sana. Perahu-perahu mungil beraneka warna tampak melintas tidak jauh dari tempat Shenling dan Leewan berdiri. "Aku tidak menyangka tempat seperti ini juga masih ada di jaman sekarang. Suasana tempat ini benar-benar membuatku teringat pada masa lalu. Dulu festival seperti ini selalu diadakan setiap malam tahun baru. Kami, para prajurit kerajaan, bahkan hampir tidak pernah bisa m
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Tiga belas "Chenyang, kau sedang apa?" tanya Shenling sambil bergegas menghampiri sahabatnya itu. Dua gadis berkulit kuning langsat tersebut tampak manis dengan seragam sekolah mereka. "Diamlah di situ!" perintah Chenyang. "Kenapa? Aku mencarimu dari tadi. Jam pelajaran akan segera dimulai." "Ih, kau ini. Kusuruh diam juga masih aja nyerocos. Nih, rasain," ujar Chenyang sambil mengoles krim kue ke pipi sahabatnya itu. "Kamu tuh apaan sih. Jadi kotor 'kan?" gerutu Shenling sambil membersihkan wajahnya. "Kamu lupa lagi. Setiap tahun kamu selalu lupa," balas Chenyang. Shenling mengerutkan kening sambil menatap sahabatnya. "Sia-sia sudah aku membeli kue tar untukmu, sedang kau sendiri malah tidak ingat." "Apa maksudmu?" "Sahabatku, kau lupa hari ini hari apa?" "Hari Rabu. Tunggu sebentar, apa
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Duabelas Shenling mendesah pelan seraya menatap langit di luar rumah yang tampak gelap karena mendung tebal. Lagi-lagi di malam hari, purnama dan bintang masih saja bersembunyi di peraduannya. Shenling berdiri diam sambil bersidekap. Ingatannya selalu melayang pada sosok Leewan. Entah mengapa begitu susah menghapus bayangan pada sosok itu? Padahal dulu dengan begitu mudah, dia menghapus kenangan akan Yanche meski hatinya juga tetap merasa sakit. Hanya saja perasaan yang dia miliki kepada Leewan memang lebih dalam. 'Mungkin karena aku tidak pernah benar-benar mencintai Yanche,' ujarnya dalam hati. Shenling masih mengingat jelas betapa dulu Yanche terus saja berusaha mengejar-ngejar dirinya. Setumpuk hadiah dan karangan bunga mawar merah muda selalu saja tidak pernah terlambat datang. Akan tetapi, yang membuat Shenling mau menerima cinta Yanche adalah perhatian pemuda itu kepada sang ayah. Selama beliau
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Sebelas Leewan duduk termenung. Seorang diri di dalam kamarnya. Hatinya dipenuhi bimbang. Shenling atau Chenyang? Tapi Shenling sudah membohongi dia. Sedang Chenyang adalah tuan putri Lanshang yang selama ini begitu dihormati. 'Aku tidak akan tertipu lagi,' ucapnya dalam hati."Aku harus percaya pada putri Lanshang." Suara ketukan di pintu mengejutkan dia dari lamunan. Pemuda itu bergegas bangun dari tidurnya. "Aku tahu kau pasti gelisah dengan kata-kata Shenling, tapi kau tidak perlu mendengarkan dia," ucap Chenyang sambil mengajak Leewan keluar dari kamar. Mereka lalu duduk di ruang depan yang berhias ornamen unik. "Sebelum bisa menemukanmu, aku sudah mencari tahu tentang Shenling. Dia itu gadis jahat yang berpura-pura baik untuk memanipulasi dan memanfaatkan orang lain. Yang terpenting adalah kau jangan pernah percaya padanya," ucap Chenyang sambil mengulurkan tangan dan meraih jemari pemuda itu.&nbs
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Sepuluh Langit mendung tampak menghias malam. Cahaya purnama serta pijar sang bintang enggan untuk muncul dan memilih untuk bersembunyi di balik tebal awan. Perlahan, tetes-tetes rintik air tercurah dari langit seolah ikut menemani tangis kesedihan Shenling. Shenling tidak pernah mengerti mengapa Chenyang begitu membencinya. Dulu persahabatan mereka begitu baik. Dia juga selalu memperlakukan Chenyang dengan baik, tetapi kenapa gadis itu justru malah membencinya? Menaruh dendam yang begitu dalam hingga berniat merusak setiap kebahagiaan yang dimiliki Shenling. 'Di mana letak kesalahanku? Kenapa Chenyang begitu membenciku? Mengapa dia tega berbuat sejauh itu hanya untuk menghancurkanku?' ucap gadis itu bertanya-tanya. Shenling juga teringat pada sosok Leewan. Pemuda itu langsung begitu saja mempercayai semua perkataan Chenyang hanya karena wajah Chenyang mirip dengan tuan putri Lanshang. 'Dia sama s
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Delapan Yifei tersenyum melihat Leo sudah duduk di bangku taman menunggu dirinya. Pria itu terlihat begitu menawan dengan setelan hitam yang dikenakannya. Mendengar derap langkah gadis itu, Leo segera menoleh. Sejenak dirinya seolah tersirap dengan penampilan Yifei yang berbeda dari biasa. Dalam pandangannya, gadis tersebut tampak begitu cantik. "Hei," sapa Yifei sambil tertawa cerah. Ia merasa senang karena Leo terlihat begitu menyukai penampilannya. "Apa-apaan kau ini? Kenapa berpakaian seperti ini? Gaun ini sama sekali tidak pantas untukmu!" ucap Leo tiba-tiba. Yifei tertegun kaku. Tawa menghilang dari wajahnya. Sungguh tidak diduga Leo akan berucap seperti itu. Hatinya seolah mencelos oleh kecewa. "A-ku ... aku tidak tahu kalau kau tidak menyukainya," ujar Yifei dengan suara bergetar. Setitik air mata mengalir
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Tujuh Yifei menatap kembali pria di hadapannya. Apa ini? Apa Leo merasa tersinggung oleh ucapannya? Ia pernah bertekad untuk mempercayai pria yang dicintainya tersebut. Akan tetapi, kebiasaan sebagai detektif tetap saja tidak bisa hilang. 'Aku memang bodoh. Kenapa mengatakan hal semacam itu padanya? Ia pasti merasa marah padaku.' "A-ku ... aku minta maaf. Aku tidak bermaksud ...." Ucapan Yifei terhenti saat Leo meraih tangannya. "Yang kutanyakan adalah apakah kamu percaya padaku?" tanya pria itu. Netranya lekat menatap gadis di hadapannya tersebut. Yifei hanya mengangguk. Leo kembali tersenyum. "Kalau begitu, ayo kita nikmati makanan ini," ucapnya. Yifei menurut. Ia benar-benar merasa tidak enak pada Leo. "Leo," ucapnya setelah beberapa saat. Ia merasa ragu, tetapi
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Enam "A-ku ... a-ku ...." jawab Yifei gelagapan. Leo masih tetap tersenyum menatap gadis itu. "Buka mulutmu," perintah Leo dengan suara lembut. "Tentu saja ... Tentu saja kau boleh menyukaiku!" seru Yifei tiba-tiba dengan suara cukup keras dengan mata terpejam dan rona merah yang kembali menjalar di wajah. Beberapa orang yang berada di sana menoleh mendengar suara gadis itu. 'Aduh, ini benar-benar memalukan. Apa yang telah kukatakan?' gerutu Yifei pada dirinya sendiri. Ia kembali terkejut saat merasa tubuhnya ditarik dan merasa seseorang tengah memeluknya. "Tidak perlu malu," bisik Leo."karena aku juga merasakan perasaan yang sama." *** Beberapa hari ini, wajah Yifei begitu sumringah. Semua itu tentu disebabkan oleh kehadiran Leo ya
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Lima Suasana malam itu cukup lengang. Sementara Yifei dengan cepat melajukan mobilnya menembus jalan. Tiba di tujuan, ia bergegas keluar setelah memarkir mobilnya. Sejenak bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya saat ini? Mengapa ia datang ke tempat ini? Di tempat tersebut, berjajar beberapa mobil mewah. Yifei kemudian memperhatikan penampilannya yang kusut-masai. Ia bahkan tidak berganti pakaian karena langsung ke tempat tersebut setelah bekerja. 'Ini benar-benar memalukan, sebaiknya aku pergi saja," ucap gadis itu dalam hati sambil menggenggam kartu nama di tangannya erat-erat. Yifei hendak kembali ke mobilnya saat seseorang memanggilnya. Ia menoleh dan melihat Leo berjalan ke arahnya dengan cepat. "Kau sudah datang, kenapa mau pergi? Ayo masuk dulu. Ada yang ingin kutunjukkan padamu," ujar pria itu lagi.
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Empat Gadis itu berlari dengan napas terengah. Ia terseok dan terjatuh. Sambil meringis menahan sakit, ia berusaha untuk bangkit berdiri, tetapi sosok berjubah hitam muncul tepat di belakangnya. Melingkarkan tali string di lehernya. Sang gadis berusaha berniat melawan untuk bertahan hidup, tetapi tangannya tidak bisa digerakkan. 'Apa yang terjadi padaku? Mengapa seperti lumpuh? Aku ingin hidup!' seru gadis tersebut dalam hati.'Mungkin rasa takut telah membuatku lumpuh.' "Jangan berusaha melawan. Percuma saja. Sudah takdirmu untuk menyerahkan nyawamu padaku," bisik orang di belakangnya tersebut. Sang gadis akhirnya pasrah saat kegelapan menyelimuti dirinya dan membawa dia menuju keabadian.*** Yifei diam terpekur. Netranya tidak lepas dari sosok yang terbujur kaku di hadapannya. Tangan dan kaki gadis tersebut diikat dengan p
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Tiga Detektif Huang sedang memeriksa keadaan rumah dan juga halaman. Dia juga menghampiri tetangga untuk menanyakan beberapa hal. Sementara di dalam rumah, Yifei tengah menanyai Jason. "Apa kau mengenal Nona Yang Feiyang?" tanya Yifei setelah beberapa saat."Hubunganmu tidak baik dengannya bukan?" "Ada apa ini? Apa Feiyang membuat masalah lagi dan sekarang ia membuat pengaduan pada polisi?" sergah Jason. Tatapan matanya tampak mengejek Yifei. "Jadi benar kalian memang memiliki masalah?" "Tentu saja. Siapa yang tahan dengan perempuan paranoid sepertinya? Beritahu dia sebaiknya jangan mencari masalah dengan berbohong lagi." "Aku tidak akan bisa memberitahunya, tapi apa maksudmu dengan dia berbohong?" Jason menden
Last Updated: 2020-09-23