author-banner
ayuniarani
ayuniarani
Author

Novels by ayuniarani

Still The Same

Still The Same

"Kita bertemu lagi, namun bukan diwaktu yang tepat. Kamu kini bersamanya." -Hana Ayinara Regar Sebuah kisah cinta dua orang yang dipertemukan kembali namun bukan disaat yang tepat. Tiba masanya mengetahui perasaan masing-masing, namun salah satunya harus terpaksa pergi bersama yang lain. Akankah kisah cinta Ayinara akan baik-baik saja?
Read
Chapter: 15. Akhirnya Bertemu
FLASHBACKSudah menjadi kebiasaan dari Keluarga Umar dan Keluarga Regar untuk kumpul bersama di hari minggu. Mereka akan bercengkrama riang sambil melepas penat karena telah bekerja seharian. Bahkan tak jarang pula mereka keluar rumah untuk mengunjungi pantai atau sekedar piknik di taman kota."Azka. Tolong ambilin hp bunda di kamar." terdengar suara Citra dari dapur."Kalian jangan dulu main tanpa aku, oke. Awas kalau kalian main curang." Azka berdiri lalu segera berlari ke kamar bundanya."Iiih, Abang Azka lama. Inikan giliran aku yang main." Ayi memberenggut kesal hingga membuat Abi tertawa."Udah, tungguin aja dulu. Barusan juga, Abang Azka pergi." Abi menggocok ember yang di dalamnya terdapat dadu, lalu melemparnya. Baru saja Abi ingin melihat angka yang keluar, namun terhalang karena Ayi lebih dulu memungutnya beserta dengan papan ular tangga dan menyimpannya di kotak khusus.
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 14. Khawatir
"Ya ampun, Na!" Syafa membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini. Baru saja sepersekian detik matanya terpejam larut dalam kenyamanan, harus terganggu dengan suara ketukan yang keras di pintu kamarnya. Dan setelah dibukanya pintu itu, Syafa dikagetkan oleh Gibran yang tengah menggendong Hana dalam keadaan tak sadarkan diri.Menghiraukan keterkejutan Hana, Gibran menerobos masuk dan langsung meletakkan Hana di atas ranjang.Syafa pun turut mendekat ke sisi ranjang. "Apa yang terjadi?!" tanyanya penasaran.Gibran berdiri berkacak pinggang sembari matanya terus mengawasi tubuh yang tak sadarkan diri itu. Pikirnya, barangkali ini hanya salah satu kejahilan yang dibuat Hana, namun nyatanya tidak. Gibran mengusap wajahnya gusar, "Dia pingsan."Syafa melongo mendengar jawaban dari pertanyaannya tadi. "Gue tau dia pingsan, karena gue bisa liat sendiri Gib! Maksud gue itu, kenapa? Kenapa dia bisa tak
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 13. Kembali Menghantam
"Gimana?""Apanya yang gimana?"Rasanya?""Lumayan.""Cuman lumayan?""Terus mau lo apa?""Ya ampun Gibran. Masakan Hana itu enak dan lo cuman bilang lumayan." Syafa geleng-geleng kepala."Udahlah Fa, ngapain sih lo butuh pendapat dia. Nggak penting banget tau nggak." Hana berdiri dari kursinya lantas menumpuk-numpukkan piring dan gelas bekas. Setelah itu ia pun berlalu menuju dapur untuk mencuci piring.Mereka bertiga baru saja selesai makan malam. Semua hidangan yang tadi tersaji adalah masakan Hana. Syafa hanya turut andil dalam mencuci bahan dan juga menyiapkannya di meja makan tadi.Masakan Hana memang luar biasa enak. Hanya saja Gibran malas untuk mengakuinya. Takutnya si Hana tengil jadi besar kepala.Syafa menyipitkan mata tidak percaya. "Kok akhir-akhir ini omongan lo nggak bisa di percaya?"
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 12. Keraguan
Setelah sampai di rumah Syafa. Hana sibuk mencari obat yang dibelinya tadi di dalam kantongan belanjaan. Setelah menemukan apa yang dicarinya maka ia langsung bergegas berlari menyusuri tangga menuju ke lantai dua tempat kamar Syafa berada. Meninggalkan Gibran yang berdecak kesal karena belanjaannya menjadi berantakan.Dibukanya pintu kamar berwarna coklat gelap itu dengan pelan. Hana menemukan Syafa yang sedang tidur di ranjangnya dengan posisi tengkurap sambil memegangi perutnya. Tidak. Syafa tidak tidur, ia hanya memejamkan mata. Karena Hana bisa melihat gerak gelisah pada sahabatnya itu.Hana pun berjalan mendekati Syafa dan duduk di ranjang. "Fa." Hana memegang pundak Syafa."Hngg." Hanya lenguhan yang keluar dari mulut Syafa."Sakit banget yah." Hana meringis melihat Syafa yang sepertinya masih menahan sakit.Hana memang sering merasakan kesakitan seperti itu. Tapi ti
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 11. Perhatian Hana 2
Gibran saat ini sedang duduk di kantin bersama Ashila menikmati makanan mereka."Sayang banget kita nggak satu kelompok." Ashila kini menatap Gibran dengan bibir yang mengerucut.Gibran terkekeh melihat ekspresi Ashila yang menggemaskan. "Kan tiap hari juga ketemu."Ashila mengangguk. "Mau itu." Ashila menunjuk batagor milik Gibran.Gibran pun menusuk batagor tersebut memakai garpu dan menyuapkannya pada Ashila. Saus kacang yang belepotan di bibir Ashila langsung di bersihkan oleh Gibran menggunakan tissue."Kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?"Gibran terhenyak heran dengan pertanyaan Ashila yang tiba-tiba. Tak lama setelahnya ia pun langsung tertawa. "Kamu kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" ucap Gibran disela-sela tawanya.Ashila merasa sebal di tertawakan seperti itu. Ia pun berusaha untuk kembali tenang. Tak lama di lihatnya Syafa dan Hana masuk ke k
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 10. Bad Day 2
Hana tersentak terbangun dari tidurnya. Badannya gemetar dan terasa panas dingin. Ia ketakutan. Mimpi itu datang lagi untuk yang kesekian kalinya. Mimpi yang selalu menjadi bayang-bayang kegelapan dalam hidupnya.Azka merasa jika orang yang berada di sampingnya sedang bergerak gelisah. Ia pun terbangun dan mendapati Hana adiknya yang sedang duduk memeluk kedua lututnya. Keringat bercucuran keluar dari tubuhnya. Serta pandangannya kosong menatap kedepan. Azka khawatir melihat keadaan adiknya. Ia pun langsung memeluk Hana. Dirasakannya jika adiknya ini menangis. Jelas karena kaos yang dipakainya ini basah serta badan adiknya yang gemetar."Mimpi itu lagi?" Azka berucap pelan sembari mengusap lembut kepala Hana."Aku takut Abang." Hana berucap di sela tangisnya. Mimpi itu benar-benar menakutkan.Azka semakin mempererat pelukannya. "Ada Abang di sini."Lama mereka berpelukan, menunggu Hana untuk tetap t
Last Updated: 2020-11-09
Different

Different

It hurts, if the person you like likes someone else. No matter how much you try to get his attention, still his views are only for other people. Your time, thoughts and feelings are only for him, but not with him. Then, will you cease to hope? No, will you stop thinking about it no more? Because everything you did for him might just be vanity. So, stop. Just get there you hurt yourself.
Read
Chapter: Chapter 5
After finishing eating in the canteen, Shavira ventured back to invite Raga to talk for the umpteenth time. Who knows what wind, Raga immediately agreed with Shavira's request. So here they are now, in the campus garden with some students who are seen spending time studying or just taking shelter under a cool shady tree.The park is one of Shavira's favorite locations on campus. Not only is the atmosphere peaceful, the green grass that grows neatly as a base for the ground also gives a comfortable impression, coupled with the sound of gurgling fountains that seem to accompany the song. Shavira prefers to sit on a park bench and then followed by Raga.Several pairs of eyes followed their movements. But they didn't care in the slightest, as if they were more interested in this seemingly natural atmosphere. Shavira smiled, as if his memories had been carried away from the past.Before, he had been in this kind of a
Last Updated: 2020-10-06
Chapter: Chapter 4
Mrs. Rani's course was finished about 5 minutes ago. But strangely, it was unusual for Shavira's friends to remain loyal in class. All this time, their eyes had only focused on one point right next to Shavira. Who else if not the uproarer, Genta. Shavira was getting fed up with all this. She had wanted to leave, but Karin kept on holding her back. He said,"Already, lo here first, see the beautiful scenery."This was really annoying, after all they didn't seem to care. Genta is only busy with his cellphone, coupled with earphones that clog his ears."Kar, let's go to the canteen." Take Shavira the umpteenth time.Karin looked at Shavira for a moment and then returned to focus on Genta. "Later."It was unusual for Karin to refuse her invitation to the canteen. In fact, it's usually Karin who gets excited about taking Shavira there. According to Karin, going to campus would not be complete without visiting the cant
Last Updated: 2020-10-05
Chapter: Chapter 3
Shavira is busy opening web pages one by one to find reference material for later presentations, while Karin is even busier. Yep, he's more busy stalking guys he thinks are cool on social media."Kar, look for political paradigm material." Shavira said without taking his eyes off the laptop in front of him."Hmmm."The library is the quietest place on campus. So this place is perfect for a Shavira to do the job without being distracted. But unfortunately, he has to be a group with Karin, who is actually very lazy to deal with tasks. His class was starting soon, and his assignment was only half finished.Not that Shavira was lazy to do it. It's just that, lately his duties have piled up like a mountain. So his concentration is divided, so that one task he is currently doing escapes him. Even this, he only remembered it when he saw today's roster. Hoping that Karin would remind him was impossible. So, Karin managed to be here because
Last Updated: 2020-10-04
Chapter: Chapter 2
Flashback"I still don't understand about this one.""Just now I've explained, how can I repeat it again?""Yes! Repeat again Ga." said Shavira enthusiastically.Raga squinted at Shavira. "Are you on purpose?"Shavira felt that now he had been caught. She squeezed her hands nervously. The quiet classroom atmosphere is also a scary atmosphere for Shavira. "No ... no! What are you doing on purpose? ""Deliberately buying time." Guess what."."Err.. what do you do, it's less work.""Okay then, let's go now." Raga stood up and embraced her bag. Then he reached out with one hand so Shavira reached out to help Shavira up."Raga, I don't understand this one yet." Shavira pointed to the problem in front of him while looking at Raga with a sullen face."We'll be late Sha.""If I don't go to class later, what do I do? Soon the physical exam."Raga shook her head. "After that we continue to st
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Chapter 1
The girl is now sitting restlessly. His eyes incessantly turned toward the exit and the middle-aged man who was sitting a few meters in front of him. The man should have been out 5 minutes ago. But it seems he is still loyal to sit and flip through the paper in front of him.Again, for the umpteenth time Shavira exhaled. This really sucks, he thought. He opened his cell phone and typed something in there. Me: Where are you?Just like before, the message was only sent unread by the recipient. Shavira gave a faint smile. Shortly thereafter he opened the cellphone gallery and looked for a photo there. When he found her, again, he smiled faintly.In the photo, he is smiling while holding the arm of the boy beside him.'Now you change,' he thought. He still clearly remembers the photo he took 4 years ago, when everything was still fine."Okay, we end the meeting this time. See you next week."The lecturer's voice brought
Last Updated: 2020-09-24
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status