Chapter: 42. Ailee cemburu?Zuco's Obsession sudah mulai dikunci sayang... Dari part 13. Jadi jangan lupa kumpulin koin bonus, check in bonus tiap hari daaan Top up koin juga boleeeh mhehehe...Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.***Ailee tampak bersemangat melakukan pemanasan di lapangan. Saat ini kelasnya akan melakukan olahraga lompat jauh. Jika sudah melakukan itu, maka dirinya bisa langs
Last Updated: 2020-11-17
Chapter: 41. TercydukTerima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.*****Ailee menatap Zuco yang sedang menikmati cheese cake dan satu gelas cappucino. Kemudian ia memandang Dhara yang sedang menikmati Burger dan sodanya. Dan Ailee sendiri, ia memesan satu mangkuk ramyeon dan es teh."Kuahnya jangan dimakan." Ucap Zuco yang terlihat sedang mengecek ponselnya."Iyaaa..." Ailee tidak ingin ribut seperti semalam dan kemari
Last Updated: 2020-11-11
Chapter: 40. FightingJangan lupa kasih riviewnya yaaah... Hueeeh? Komentar seeebawel-bawelnya...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh, tadi juga ada Salsa yang tanya kapan update Zuco.****Seperti biasa, Zuco datang menjemput Ailee. Namun selama perjalanan menuju sekolah, mereka sama sekali tidak membuka suara. Keduanya terdiam dan berusaha untuk mengabaikan satu sama lain.Bahkan hingga saat ini, saat istirahat. Ailee sama sekali tidak melihat Zuco, pria itu tidak menemuinya dan Ailee tidak berniat untuk mencari keberadaan kekasihnya itu. Ailee masih ingin Zuco yang meminta maaf kepadanya."Sar, gue mau ke perpus nih, mau minjem buku. Ikut gak?"Sara menggelengkan kepalanya. "Enggak ah, gue masih harus nyatet takut di cek."
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 39. ArguingAilee tampak diam menatap Angga yang sedang dibantu oleh Sara memotong steik miliknya karena tangan kanan Angga masih terbungkus perban. Melihat perhatian yang diberikan Sara pada Angga membuat Ailee tenang dan berharap jika keduanya memang memiliki perasaan satu sama lain.Fyuhh...Ailee langsung mengalihkan pandangannya pada Zuco yang tiba-tiba saja menghembuskan nafas kasar."Ada apa?" Tanya Ailee.Zuco mendelik sebal. "Kamu suka sama Angga?"What?Pertanyaan itu membuat Ailee terkejut, bahkan Nayma, Sara dan Angga pun langsung menatap Zuco dengan terheran-heran. Pertanyaan itu sangat tiba-tiba."Ish, aneh." Ucap Ailee.Zuco menjauhkan makanannya dan melipat tangan di depan dada."Kamu yang aneh." Kesal Zuco."Apa sih Zuco? Kamu kenapa?" Bingung Ailee, ia pun tidak enak pada ketiga temannya yan
Last Updated: 2020-11-05
Chapter: 38.Ailee terdiam dan menatap Angga dengan tatapan marah. Dan Angga hanya tersenyum seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Angga tahu bahwa Ailee akan marah jika mendengarnya seperti ini, karena Aileelah yang selalu melarang dirinya untuk kebut-kebutan bahkan lebih setuju Angga memakai sepeda untuk pergi ke sekolah dibandingkan dengan memakai motor."Gimana?" Tanya Ailee seraya berjalan menghampiri Angga yang duduk di atas ranjang rumah sakit.Kemudian Ailee duduk di tepi kanannya."Udah baikan,""Maksud gue, gimana rasanya nyium aspal? Mantap, gak? Semoga kapok deh,"Angga tertawa garing seraya melirik Nayma dan Sara yang berdiri di sisi kiri. "Kapok Lee, gak bakalan deh kebut-kebutan lagi."Ailee baru tersadar bahwa ruangan tempat Angga dirawat terpisah dari pasien lainnya, ia juga baru sadar bahwa Angga dibawa ke rumah sakit swasta yang tak murah."Si
Last Updated: 2020-11-03
Chapter: 37. Sweet TalkSudah satu minggu berlalu, Ailee semakin banyak menghabiskan waktu bersama Zuco karena permintaan Zuco untuk menggantikan Nanny Sarnah dalam mengurus semua keperluannya. Sejauh ini tidak ada hal yang memberatkan tugas Ailee. Karena kalian tahu sendiri, Zuco memang selalu manja pada Ailee walau ada yang mengurusnya.Seperti saat ini, Zuco terlihat asik memeluk Ailee yang sedang menonton TV. Karena hari ini hari minggu, sudah dari pukul 10 pagi sampai sekarang pukul 1 siang, ia berada di kediaman tunangannya itu. Menemaninya yang merasa kesepian karena di rumah hanya ditemani asisten rumah tangga tetap dan harian, tukang kebun, juga supir. Lagi pula, Zuco sangat sulit untuk terbuka pada orang lain. Kecuali untuk Ailee, sejak pertama berjumpa, Zuco merasakan hal yang berbeda.~Chu...Zuco mengecup pipi Ailee dengan gemas."Diem deh, aku lagi nonton." Ailee berusaha menjauhkan wajahnya.
Last Updated: 2020-11-02
Trapped in Another World [English]
Suicide, it was Luziana's choice. She jumped from the top of the bridge with a heavy current and several cuts she had previously made.
Luzia thought that would be the end of it all, but she was wrong. All of sudden, She woke up in a different place, the cut on her hand was also gone.
She woke up under a big tree. She was confused, she should have died. Even though she survived, she should have been in the river and the cuts didn't disappear.
Until finally she realized that she was in another dimension. She realized that, when several royal soldiers walked toward her slowly and carefully.
Then a handsome prince appeared from behind the backs of some of the royal soldiers with his cold expression.
Read
Chapter: 3. Back or DissapearThis morning, Luzia surprised by the sound of trumpets followed by the sound of the crowd of so many people. They chanted 'Live your Majesty the King!', 'Long live her majesty the Queen!'.Luzia inched down from the top of the bed and look out the window. From the balcony of that room, Luzia can see the king riding a horse and the queen who is in a stretcher. A lot of soldiers in the vicinity. Even a lot of the people who drove the King and Queen until they reach the main gate of the palace.Then, Luzia ran to the direction of the mirror. This time he is wearing a nightie with a white given by the waitress last night on the orders of Xavier."What should I do? ..." She said in confusion.Ago...Tok...Tok...Tok...DEG!Luzia was silent sculpting."What should I
Last Updated: 2020-10-29
Chapter: 2. I'm Learning How to Love Myself•Luziana's P.O.V•*****Slowly the ceiling is white vague is clearly visible. I blinked both my eyes to ensure where I am now. A large bed, furniture that luxury and I can see a man sitting on a sofa facing toward the bed I'm sleeping with. I heaved a breath of frustration. It turns out the incident in the woods was not a dream. Proof I still be in the place I never get to know. I sidled down with lean on the back of the bed. Now I see a smile from that guy, the man who introduced himself as Prince Xavier. He walking towards me"I'm actually in where?"I asked.Xavier put his body on the edge of the the bed and looked at me. "Arragon Kingdom, and you were in the castle. Precisely in the guest room.I shouldn't care about it. I don't even care about my life. Until I tried to to cut my life."You don't want your life previously?" The question of Xavier to take me on the events of that night. 
Last Updated: 2020-10-28
Chapter: 1. The SuicideDrop after drop of a thick liquid with a blackish red color fell through the long fingers of a girl with slanted eyes. The sharp object he grasped even deeper injuring his palm. The small knife started covered in blood.She straightened up. Even the night wind was unable to make him get off the bridge, which was deserted from passing vehicles."Losers ... Failure is already a part of you ... The world doesn't need a loser like you ..."The sentences filled her mind. A tear rolled down his pale face, but the flat expression she had from the beginning was reluctant to change. She did not care about the blood flowing between her fingers. Her mind was too focused on the pain that was hurting her.She glanced at her left wrist for a moment. Until the terrible sentences come back."The world doesn't need a loser like you ...""Failure ... I am another word for fa
Last Updated: 2020-10-23
Chapter: 11. Second GirlSepulangnya dari kediaman Elora, Nezar kembali berkutat dengan buku dan laptopnya di kamar.Sampai akhirnya sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya."Halo, Al?""Kamu kemana aja, kenapa tadi gak bales pesan aku dan kamu gak nolak panggilan aku? Nyebelin tau."Nezar menutup laptop dan menyimpannya ke atas meja samping tempat tidur, juga buku-bukunya."Tadi aku lagi bareng El," ucap Nezar jujur."Sakit, Zar. Beneran deh, kayaknya aku gak bisa biarin kamu. Putusin El.""Gak bisa gitu dong, El bisa mikir yang macem-macem. Dia bisa sakit hati--""Aku juga sakit, Zar."Nezar terdiam."Video call, By."Nezar mengalihkan panggilan suara tersebut dengan Video call.Nezar terdiam
Last Updated: 2020-10-15
Chapter: 10. Secret KeepingSesampainya Nezar di rumah, ia langsung saja masuk ke dalam kamar dengan melempar tas nya ke atas meja dengan kasar.Raut kesal belum juga sirna dari wajah tampannya. Ia terlihat menutup matanya dan menengadahkan kepala untuk menenangkan pikirannya.Ceklek."Shit." Umpat Nezar seraya melirik ke arah pintu.Qila berdiri dengan tersenyum remeh pada sang Kakak. "Kusut banget, berantem sama Kak El?"Nezar hanya diam seraya mengeluarkan ponselnya dari dalam saku.Nezar terdiam mengingat betapa kasarnya ia merebut ponsel tersebut dari El dan melemparnya ke kursi belakang. Ia pun tidak melupakan bentakan yang terlontar dengan sendirinya."Udah lah, putus aja sih!" Ucap Qila yang kini duduk di atas tempat tidur sang Kakak.Nezar melepas sepatu dengan paksa."Kasian banget sepatunya jadi pelampiasan,""Bisa diem gak?" Ucap
Last Updated: 2020-10-15
Chapter: 9. Silently JealousSiang ini benar-benar sangat membosankan. Suasana kelas pun sangat tidak bergairah, ditambah dengan pelajaran ekonomi yang benar-benar membuat sebagian besar siswa kelas IPS 2 ini berkeringat."Lin..." panggil Elora pelan."hn?" sahut Linda tanpa menghentikan kegiatan mencatatnya."Perih..." rengek Elora yang terdengar menahan tangisan.Linda melirik kaki kanan Elora. "Kena keringet nih pasti, makanya perih kena luka.""Bantuin, perih ih pengen nang--""Linda! Elora! Jangan ngobrol, salin semua yang Ibu tulis di board!" Ujar Guru Ekonomi mereka.Linda mengangkat tangan kanannya, "Bu, kaki Elora perih, boleh minta izin ke UKS sebentar gak?"Guru tersebut berjalan menghampiri bangku mereka berdua."Mana?"Elora pun memperlihatkan perban yang membungkus tumit kaki kanannya."Kaki kamu kena
Last Updated: 2020-10-15
Chapter: 8. WorriedHembusan angin menerpa helaian rambut Elora yang tak terikat. Dengan tangan yang melipat di depan dada dan raut wajah kesal, Elora terlihat berdiri di depan gerbang sekolah.Pasalnya Nezar telah memintanya untuk menunggu, tapi setelah 15 menit berlalu belum datang juga.Tin... Tin... Elora menghembuskan nafas lega saat mobil Nezar telah berada di sampingnya.Nezar membukakan pintu samping kemudia dari dalam. "Masuk yaang," ucapnya. Elora pun masuk ke dalam mobil. Dan mereka pun berlalu dari lingkungan sekolah. "Maaf lama, Qila minta aku ke kelasnya dulu." Ucap Nezar.
Last Updated: 2020-10-15
Chapter: 7. Cafe SparkleElora, Linda dan Darren terlihat mengobrol di depan sebuah mini market dengan memegang es krim masing-masing. Mereka tertawa dengan candaan yang sesekali di berikan satu sama lain. Setelah membeli buku yang mereka perlukan, mini market itulah yang menjadi pilihan untuk mengobrol sebentar."Ini udah jam setengah 6, pulang yuk!" Ujar Linda seraya melirik jam di tangannya.Elora mengangguk setuju."Ya udah, kita pulang." Putus Darren."Anterin dulu gue pulang, okay?"Darren mengangguk sebagai jawaban. "Iya bawel, buruan! El, lo ikut dulu ke rumah Linda, abis itu baru gue anter pulang.""Okay, yuk lah!" ucap Elora.Mereka pun berlalu untuk mengantarkan Linda pulang terlebih dahulu dengan Darren yang menyetir."Seatbeltnya di pasang," ujar Darren pada kedua sahabatnya itu.Linda yang duduk di kursi belakang tersenyum remeh.
Last Updated: 2020-10-15
Chapter: 6. Over protectiveElora terlihat tatap berjalan walaupun pandangan terlihat tidak fokus pada sekitar, ia tengah fokus pada pikirannya. Ia masih tidak menyangka jika Nezar bisa semarah itu, tapi Elora langsung membuang semua kebingungannya dan memutuskan untuk bersandar pada mobil Nezar sembari menunggu pemiliknya datang."Yaang, maaf lama." Ucap Nezar.Nezar mengernyit heran saat mendapatkan tatapan aneh dan penuh selidik dari kekasihnya."Why?" Tanya Nezar seraya membukakan pintu mobil untuk Elora.Elora tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Gak pa-pa, takut kamu masih marah aja."Nezar mengangguk paham. Kemudian mengusap kepala Elora dengan lembut."Maaf, tapi biasain yah,"Elora hendak mengangguk namun langsung menghentikan anggukannya. "Maksudnya biasain?""Udah, masuk mobil. Otak kamu bisa sakit kalau kebanyakan mikir." Ucap Nezar seraya mendorong
Last Updated: 2020-10-15
Chapter: PROLOGUEWith a faltering breath, a girl with several other friends was seen leaning against a guardrail in the second floor class."Fyuuuh ... tired!" complained one of them."Come on! hurry up or we'll get caught!"Ptak!"What do you mean? you idiot, we've been caught so we ran ..." another tired replied with a rolling eyes."So what about ya, Nar?"Keynara Razhesa, she is such a trouble, the third daughter of three children with two handsome twin brothers. She deliberately asked his Father to go to school in a different place from her two brothers, just to minimize his inconvenience.Keynara seemed thoughtful by looking at his three friends, "Wait a minute," She said walking to the end of the guardrail on his right."Woy! Hurry up here!" She asked her three friends who just walked over to her."Why?
Last Updated: 2020-10-22