Chapter: 2.Pukul 2 pagi.Aila masih mengayuh. Sedikit banyak ia bangga dengan dirinya yang selalu melatih fisiknya setiap hari, karena apa? Karena ia berhasil mengayuh sepeda 50 kilometer jauhnya. Ya, meskipun tidak dengan kecepatan yang stabil, tapi ini merupakan pencapaian cukup besar. Tapi, tubuh Aila sangat lelah. Ia ingin tidur lalu berendam di air hangat, jangan lupakan musik klasik juga.Aila menghela nafas panjang, tubuhnya ingin istirahat."Kak Ail, berhenti dulu sebentar aku haus," ucap Audri sambil menepuk bahu Aila.Aila hanya mampu mengangguk lalu memberhentikan sepedanya. Adiknya memberikan minuman isotonik, Aila langsung meminumnya hingga tandas. Aila melirik Audri yang sepertinya kedinginan, Aila pun sama, dingin sekali udara pagi ini. Padahal malam tadi sangat panas. Cuaca bumi sedang labil."Dri pake," ucap Aila sambil memberikan jaket yang baru ia lepas, meskipun s
Last Updated: 2020-11-02
Chapter: 1. Gila!Tahun 2035Senin, 25 Juli.Dua orang gadis menatap keadaan sekitar. Matanya menangkap pemandangan memilukan, debu bertebaran di mana-mana, mobil hancur, gedung-gedung runtuh, jalanan rusak, juga mayat-mayat yang terkapar di setiap jalan."Kak ..." ringisnya.Ia semakin mempererat pelukannya, ini benar-benar mengerikan. Kenapa semua harus terjadi pada kami? Kenapa hanya negara kami yang terkena dampaknya? Dan kenapa kami harus selamat?Aila memeriksa pakaiannya dengan cepat, saat kejadian ia menyelipkan buku di celananya, dan syukurlah bukunya ada.Terdengar dering dari tangan sang kakak, ia menyentuh tombol hitam, lalu muncul layar transparan, terlihat pesan peringatan bencana susulan dari pemerintah."Apa isinya kak?" tanya gadis berambut panjang."Kita ada di bagian blok 7 bencana, mereka belum menyiapkan tempat pengungsian unt
Last Updated: 2020-10-24