The Heart Stealer
Rahacinta Benaya tidak pernah berpikir bila pertemuan dengan Bree Ganapatih, calon adik ipar, mampu mengubah sudut pandangnya menganai cinta. Dia pernah bertanya apakah bahagia itu bila kamu tersenyum saat diminta kekasihmu?
Bersama Bree dan mengenalnya sejak kedatangannya di Indonesia satu minggu yang lalu nyatanya membuatnya menyadari satu hal, bahwa; cinta memang buta dan dia merasa tidak bisa mengendalikan diri saat bersama dengan calon adik iparnya sendiri.
Fahira, nama itu selalu terngiang dan menduduki benaknya, merongrongnya dengan perasaan bersalah teramat sangat, akan tetapi, perasaan yang sudah tumbuh tidak bisa dihapuskan.
"Aku yang buta karena cinta, ataukah Cinta yang membutakanku."-Bree-
Read
Chapter: Sebuah TanyaDengan dalih, aku mama yang mengandung dan melahirkanmu. Seakan membuat posisi Yuma, mendiang mama, setara dengan Sang Pencipta, hingga rasa-rasanya semua ucapannya adalah sebuah titah yang tidak boleh digugat, merasa paling benar, dan bisa mengatur keturunannya sesuka hati. Nasib anak berada dalam kuasanya.Mama ….Kembali, senyum miris tersumir tipis menghiasi wajah manisnya. Segelas kopi dengan kepulan uap yang tak lagi menguasai udara sebab suhu terlalu dingin sehingga malam ini mereka, di antara orang-orang yang berkerumun itu menghangatkan badan dengan kopi sembari mendekat pada unggun yang dibuat
Last Updated: 2020-11-12
Chapter: MurkaBila sudah malam suasana di sekitar ternyata lumayan ramai, buktinya Surya—gadis kenalan pertama Bree datang ke rumah untuk memberikan minuman hangat dan makanan yang Cinta pastikan baru dituang dari penanak. Bree tidak membiarkan Cinta sendirian di rumah tetapi juga tidak mengizinkannya keluar. Selain karena suhu udara yang rendah pun karena dirinya tidak boleh banyak bergerak. Cinta sampai gemas melihat betapa tidak masuk akalnya sikap Bree yang sudah berlebihan. Selain itu, lelaki jangkung yang kini melapisi tubuhnya dengan jaket tebal yang memang sudah ada di dalam mobil, kini terlihat sibuk menata makanan dengan berbagai menu—hasil pemberian warga sekitar yang begitu ramah menyambut sang bintang.
Last Updated: 2020-11-12
Chapter: AsingSudah beranjak dari kata siang saat cakrawala berubah warna menjadi kekuningan, Cinta melirik benda yang melingkar pada pergelangan kirinya. Pukul empat sore ternyata. Keinginan pulang begitu kuat dirasakan selain karena pekerjaan yang melambai-lambai ingin segera diselesaikan pun dengan situasi saat ini. Berada di puncak bukit, entah nama desa ini apa, yang jelas ketika si pemilik rumah sudah lenyap dari pandangan, dia dan Bree menikmati waktu sejenak. Pemandangan hijau terhampar begitu memanjakan mata ketika memandang.Jika di depan tadi mereka disambut dengan halaman hijau yang menyejukkan maka setelah berada di belakang bangunan rumah—yang juga terdapat banyak sekali tumbuhan—Cinta bisa menikmati suguhan bukit bertabur warna hijau dan kuning. Ya, Cinta pikir awalnya lingkungan di sekitar menjadi salah satu komoditas apel seperti yang diketahuinya di daerah Batu. Di sini sebagian masyarakat bahkan mungkin sembilan puluh perse
Last Updated: 2020-11-12
Chapter: Mencari yang TepatPagi-pagi Cinta sudah berada di meja, duduk di kursi yang sama dengan puluhan hari kemarin. Menikmati menu selembar roti tanpa isi, karena telurnya habis, dan secangkir kopi pahit yang uapnya masih mengepul hebat. Bree tidak terlihat di manapun, Cinta pikir lelaki itu sedang berjalan-jalan di halaman karena daun pintu di ruang tamu terbuka.Selembar koran pagi mengenai kasus penjambretan mengisi halaman pertama, di mana seorang ibu-ibu harus kehilangan tangan kanannya karena perampok menggunakan senjata tajam untuk menaklukkan lawannya sedangkan benda yang diambil berupa tas yang isinya dompet dengan uang tidak lebih dari seratus ribu rupiah berhasil dijarah.
Last Updated: 2020-11-12
Chapter: Menjadi Nyonya Rumah yang BaikJarum jam bergerak perlahan menuju ke angka sebelas, hampir menuju tengah malam, dan mereka masih berputar-putar mencari tempat tinggal sementara untuk Bree, si Jangkung yang sangat cerewet, karena hingga rumah ketiga yang mereka datangi,lelaki itu masih tidak merasa puas dan karena hari telah beranjak larut, Cinta pun terpaksa membawa lelaki itu ke rumahnya. Hanya sementara saja, cukup semalam karena esok pagi-pagi dia akan kembali mengajak Bree berkeliling kalau perlu satu kota Malang akan dijelajahi demi mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginan Bree. Calon adik ipar yang menyebalkan, tetapi tetap tidak dapat menyalakan api kemarahan dalam diri Cinta. Entah terbuat dari apa hatinya.Dengan wajah lelah, Cinta turun lebih dulu untuk membuka pintu rumah lalu m
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: Tunangan AdiknyaJadi, namanya Bree Ganapatih, sosoknya tinggi sekitar seratus delapan puluh sembilan sentimeter, wajahnya mirip dengan Ahn Jae-hyun—yang jadi si tokoh vampir tampan Park Ji-Sang. Ya Tuhan, apa-apaan Fahira yang membayangkan tokoh picisan dalam televisi sebagai pasangannya? Mengabaikan protes yang dirancang otak kecilnya, Cinta yang masih dalam pantauan Kailendra yang tentu saja melalui panggilan daring membuatnya harus esktra membagi tugas, antara melihat jalanan di depan mata dengan mendengarkan dongeng sang empu dirinya."Kita berdua bisa berbulan madu di sini, sangat banyak tempat yang bisa membuathoneymoonkita jadi lebih berkesan, ada—“
Last Updated: 2020-11-08

Tulang Rusuk
Tidak pernah ia bayangkan akan menikah kembali setelah badai bernama anak yang tidak akan datang menerpa rumah tangganya, bukan mau dirinya membagi diri, bukan keinginannya membelah raga dan jiwa serta bahkan hati demi sepenggal kata 'Ayah', tetapi demi permohonan sang ibunda tercinta, mau tak mau Habibi membagi raganya.
Menikahi salah seorang perempuan yang dipilih sendiri oleh sang istri tercinta.
Malam itu, seharusnya menjadi malam sakral di mana tidak hanya raganya yang bergerak menjauh tetapi juga hati yang seharusnya dibagi sama rata. Namun, bayang sang istri menghantui, perasaan bersalah karena tidak bisa memilih menjadi alasan dirinya tidak menyentuh istri keduanya.
Katanya, tulang rusuk itu berada begitu dekat. Bukan di samping hanya sebagai pendamping, tidak pula berada di belakang sebagai pengikut, ia berada tepat di dekat hati, melindungi ruhnya dari sebuah pengkhianatan yang bisa saja membawanya pada lorong neraka.
Habibi berusaha sekuat tenaga untuk mencinta, apalah daya Tuhan tidak menggerakkannya ke sana. Hanya berada pada satu titik saja.
Tulang rusuknya.
Read
Chapter: 15. Aku (Masih) Milikmu (Habibi)“Nduk?” Aku memintanya duduk diatas pangkuan. Dia tersenyum manis dan melipat sajadahnya setelah magrib. Ucapanku akan mematahkan hatinya, mungkin menghancurkan hidupnya juga.&
Last Updated: 2020-11-07
Chapter: 14. Bukan Sawitri part 2 (Zea)Seandainya aku ini Sawitri yang dengan bertapa saja bisa menaklukkan Bathara Yama dan membuatnya mengabulkan segala pinta. Kisah Sawitri yang pernah kubaca di salah satu buku sastra jawa, berkisah tentang pendidikan seorang istri yang harus rela berkorban dan ikhlas dalam segala hal ketika sudah berumah tangga.
Last Updated: 2020-11-07
Chapter: 13. Bukan Sawitri (Zea)Pagi ini langit tak secerah biasanya. Tetes bening berjatuhan dari langit, membasahi bumi seperti tangisan semesta. Hujan ringan yang mengguyur kota Malang, bagai kelambu berlian yang menjuntai indah di udara. Melunturkan kesedihan yang terpatri di dalam pikiran seorang hamba. Membawa embusan angin dingin yang menggigil, mengulitinya meninggalkan bekas perih yang kentara.
Last Updated: 2020-11-07
Chapter: 12. Keputusan Akhir part 2 (Habibi) Ibu mertua, datang menghampiri di sela aku menunggu di depan kamar operasi, wanita itu duduk tepat di samping kanan, sambil tersenyum, “Le, ibu tahu. Dalam setiap rumah tangga perlu hadirnya seorang anak keturunan, kalian sudah memilih jalan ini, ibu harap agar kamu tidak mundur atau malah lari meninggalkan Zea. Dia putri kami, dan kamu adalah suaminya. Cinta kami dan cintamu kepadanya sama besar ....”
Last Updated: 2020-11-07
Chapter: 10. Langit Runtuh di Pelupuk Mata (Zea)Suatu siang, di saat kesibukan jadwal Imtihan, sebuah acara puncak setelah ujian akhir semester dan persiapan ziarah wali songo yang tiap akhir tahun pelajaran, kami selenggarakan menjadi puncak lelahku.Memaksa pulang kembali ke rumah, membuat Mbak Rom menatapku cemas, “
Last Updated: 2020-11-07
Chapter: Suasana Hati yang MemburukManusia bisa merencanakan, tetapi Tuhanlah yang menentukan. Pernah mendengar nasehat tersebut? Tentu saja iya, tetapi hanya Hanggara seorang yang tidak memiliki keyakinan mengenai hal itu.Dia lupa apakah karena selama ini takdir selalu mempermudahnya mendapatkan sesuatu hingga membuatnya jumawa.Bahkan ketika dia dengan setengah hati berdoa agar Tuhan mengabulkan pinta. Tunggu! Apa Hanggara pernah melakukannya? Maksudnya – berdoa? Kapan dan untuk apa? Berbagai macam kecamuk tersebut berputar dalam benak Keinarra kini.
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: Pernikahan ImpianTerhitung sudah enam belas hari, tiga jam, empat puluh tujuh menit Hanggara tinggal bersama mereka, meskipun pria itu masih pergi berkunjung ke tempat Senna bekerja dan tak membiarkan perempuan itu duduk manis di kursinya. Tentu saja, demi apa semuanya dilakukan Hanggara?Satu kata saja. Pernikahan.Tujuannya mencari keberadaan istri dan putrinya bukan hanya ingin bertemu dan melepas kerinduan semata.Hanggara memiliki tujuan lebih dari itu. Pernikahan impian yang akan segera diwujudkan, serta pe
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: Reka Ulang Pram sudah pulang dari tugasnya di luar kota, sementara itu Alina juga sudah mengajukan cuti melahirkan sejak dua hari yang lalu.Mungkin ini adalah waktu terlama bagi Senna karena selain menunggu masa liburan akhir tahun ia juga harus menghadapi siksaan lahir dan batin dari Hanggara.Pria itu setiap malam selalu tidur dengan mereka bahkan demi kenyamanan, ranjang kecil itu Hanggara buang karena tak cukup untuk memuat panjang tubuhnya, karena Senna menolak dibelikan ranjang yang lebih lebar atau pindah tempat tinggal, maka ia pun tak bisa berbuat apa-apa.Hanya ranjang itu yang ke
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: Rapat Sialan!Suara berisik saat segerombolan orang berjas hitam datang tepat pada pukul sebelas lebih tiga puluh dua menit.Senna dan satu temannya membawa buket bunga Lily of the valley di tangan. Menyambut dengan wajah ramah dan bibir tersungging manis.Ayo, Senna tunjukkan pada atasanmu bahwa kau memang mampu! Teriak Senna menyemati diri sendiri.Dari rombongan tersebut yang pertama datang adalah dua pria bersetelan serba hitam datang bersama seorang wanita cantik berambut pirang.Tubuh semampai bak biola spanyol itu
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: Janji Papi yang Pertama Pagi ini, matahari bersinar cukup cerah dengan aroma bunga mawar di halaman kecil rumahnya seolah menyambut mereka dengan senyum merekah. Sven yang sudah berdandan sangat cantik duduk di kursi tempat biasanya makan, sedangkan Senna sibuk dengan menu sarapan mereka bertiga.Baiklah, Senna harus menghitung satu pria dewasa yang saat ini duduk santai tanpa mengalihkan pandangannya pada Sven. Gadis kecil berusia tujuh tahun berambut ikal sebahu. Baju berwarna merah muda dengan bandana kelinci warna senada yang terlihat begitu manis tengah menguyah roti berlumur selai mangga miliknya.Tatapannya tidak beralih dari setangkup ke
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: Dalam KuasanyaDalam KuasanyaMalam semakin larut saat Hanggara tetap tak mau pergi dari rumah kecil milik Senna. Bahkan saat ini pria itu justru berbaring di atas sofa lama dengan kaki terjulur hingga keluar badan sofa.Senna yang sejak tadi berjalan mondar-mandir, berkali-kali harus mengdengkus kesal. Bagaimana tidak, pria itu begitu kebal dan sangat menyebalkan. Se
Last Updated: 2020-11-14