LOGINAlice membuka pintu apartemennya cepat, dia berjalan masuk dengan langkah gontai. Lututnya sempurna lemas ketika berhasil duduk di tempat tidur, Alice berbaring lalu mengambil napas panjang.Alice tidak percaya apa yang baru saja dia alami satu jam yang lalu, bagian di antara pahanya masih sangat basah dan lembab. Napasnya menjadi terengah ketika membayangkan apa yang baru saja terjadi.
Alice berjalan masuk ke sebuah rumah besar di pusat kota Jakarta. Dia memakai gaun berwarna putih sederhana setinggi lutut. Alice sangat mengagumi rumah itu bahkan ketika masih berdiri di depan pintu. Tidak lama menunggu, pintu rumah itu terbuka dengan menampilkan sosok seorang pria yang menyambutnya dengan ramah.“Elisa ada di dalam, dia sudah menunggumu dari tadi. Sedang sibuk memasak makanan spesial untuk makan malam.” ucap Logan.