Masukbagaiman perasaanmu jika tau calon suami mu adalah seorang gay?? lanjut menikah dengannya?? atau mundur saja?? dan bagaimana perasaanmu jika kau sudah berusaha keras supaya perempuan yang tidak kau sukai pergi dari hidupmu tapi malah tetap bertahan walau segala cara sudah kau lakukan agar perempuan itu menyerah??
Lihat lebih banyakJelita menatap layar laptopnya dengan seksama, mendengarkan setiap jengkal obrolan yang dilakukan kedua asistennya dengan Richard Mahendra yang tak yang tak lain adalah paman dari suaminya, Daniel."Jadi ada perlu apa anda sepagi ini datang ke kantor kami?" Tanya Wahyu pada Richard"Saya ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaan anda.""Sepertinya menarik jadi kerja sama seperti apa yang Anda tawarkan?"" Saya ingin anda membantu saya untuk mengeser posisi CEO perusahaan Mahendra Corp.""Kenapa?""CEO Mahendra Corp, banyak melakukan kecurangan, seperti mengelapkan dana untuk kepentingan pribadi, bukankah itu sangat merugikan, saya tahu anda pemegang saham terbesar kedua di perusahaan itu, sebagai seorang bisnis man, anda pasti paham imbas dari apa yang dilakukan oleh Danil, CEO Mahendra Corp.""Bagaimana anda tahu jika Tuan Danil telah menggelapkan uang perusahaan?""Si
"Kenapa menangis?"Ronald mengeleng, dia mengunyah makanannya perlahan, dia lupa kapan terakhir kali dia merasakan kasih sayang seorang ibu, adiknya sungguh beruntung hidup bersama keluarga sanjaya yang sangat menyayanginya, memberi perhatian yang tak kalah dengan orang tua kandung."Ronald..""I..iya tante.""Mama sayang, kamu kakaknya Rey berarti kamu juga kakaknya Jelita, dan juga anak mama dan papa.""Iya Ma,""Nah gitu dong, ayo buka mulut lagi." Belum sempat makanannya sampai dimulut Ronald, Rey sudah merebutnya."Hap! Nyam..nyam..nyam..aduh!!" Jari mamanya sudah mendarat dengan apik dilengan Rey, sebagai hukuman atas perbuatannya merebut jatah makanan kakaknya."Sakit Ma.""Lagian kamu tuh ya.. mama tuh nyuapin Ronald bukannya kamu, lagian kamu udah punya makanan sendiri kenapa kamu ngambil jatah kakak kamu.""Lagian kak Ronald kelamaan ma, Rey cuma kasian sama mama takut pegel tuh tangan dari tadi pegang s
Ponsel di atas nakas berbunyi berulang kali, Jelita mencoba meraih benda pipih itu namun tangannya kalah cepat dengan tangan Danil yang telah meraihnya terlebih dahulu, sedikit kesal karena ada yang menganggu tidurnya. Kekesalan Danil langsung hilang ketika melihat nama si pemanggil. Papa Calling... Danil memberikan ponsel di tangannya pada Jelita."Assalamualaikum, Papa..""Waalaikumsalam, sayang, Maaf kalau papa menganggu karena menelponmu pada jam segini.""Tidak apa pah, sebentar lagi juga subuh." Jelita melirik jam di atas nakas, pukul 04.00."Papa baru saja sampai di rumah, kata Rey, Ronald masuk rumah sakit, jadi papa dan mama mau menjenguknya, apa kamu mau ikut?""Tidak pa, Jelita tidak bisa ikut, Jelita harus ke kantornya Rey, untuk sementara waktu Rey akan menggantikan Ronald, dan aku akan memback up pekerjaannya Rey.""Ow begitu, ya sudah kau dan Danil baik-baik saja kan?"Jelita melirik ke arah Danil yang masih memejamkan
Arya merapikan kertas-kertas yang tadi dilemparkan Ronald, sehingga berhamburan ke seluruh lantai dalam ruangan rawat inap, menyusunnya lembar demi lembar secara beruturan, walau Arya adalah asisten pribadi Ronald namun laki-laki muda ini tidak pernah tahu kehidupan pribadi seorang Ronald. Kehidupan Ronald sangat tertutup walau dia dikenal sebagai pribadi yang ramah. Sering Arya merasa penasaran mengapa setiap kali marah Ronald berubah menjadi sosok yang menakutkan, dan ketika dalam situasi normal Ronald menjelma bagaikan malaikat.Rey memeluk erat tubuh kakaknya, menyalurkan kekuatan dalam dirinya untuk menjaga Ronald kakak semata wayangnya. Beberapa menit kemudian Ronald mengurai pelukannya, dengan wajah merah menahan amarah atau terlalu bersedih sungguh Ronald sendiripun tidak mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan."Kak, Istighfar kak." Bisik Rey sebelum melepaskan tubuh kakaknya dari dalam pelukannya.Ronald diam, tidak menanggapi apa yang dibisikka