LOGINKisah hidup Zyrach Johanson menjadi jungkir balik setelah kematian ibunya. Semuanya sudah tidak seperti dulu lagi, sekarang ia harus mencari uang dengan jerih payahnya sendiri untuk membayar semua hutang yang di tinggalkan ibunya. Dan apa yang harus ia lakukan ketika ia bertemu kembali dengan teman kecilnya yang bernama William Robinson? Pewaris Robinson House, cinta pertamanya. Padahal Zyrach sangat yakin bahwa perasaannya ini sudah berubah, sebab William yang sekarang bukan seperti William yang dulu. Manis dan polos. Polos? Bahkan sikap dia yang sekarang jauh dari kata polos. Akhirnya, Zyrach pun mencoba untuk menghindari William. Akan tetapi, bagaimana ia bisa menghindari lelaki itu kalau ayahnya saja meminta dirinya untuk menginap beberapa hari di penthouse milik William? Lalu, bagaimana si brengsek itu ternyata menginginkan dirinya? Untuk berpura pura menjadi gadisnya? "Kau tidak berhak mengatur hidupk-" Ucapan Zyrach terpotong karena William tiba-tiba mencium bibirnya. Mata Zyrach membulat penuh, ia mencoba mendorong dengan sepenuh tenaga. Akan tetapi, usahanya gagal karena tubuh Willian dua kali lipat lebih besar daripada dirinya. "Jangan coba-coba menghilang lagi tanpa jejak, Zy," bisik William tepat di depan bibir Zyrach sembari melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping milik gadis itu. "You jerk!" umpat Zyrach kesal dengan rona merah menghiasi pipi chubby-nya. "But you love this jerk right?" balas William tersenyum miring.
View MoreBab 1 – Hari Senin Yang Menyebalkan ***
Bab 1 – Hari Senin Yang Menyebalkan“Hujan dari atas awan lebih baik daripada hujan diatas kepala”Awal Masa Kuliah#OspekItuNerakaDuniaSenin pagi yang malas untuk memulai aktivitas, setelah hari kemarin dihabiskan untuk mempersiapkan atribut dan perlengkapan ospeknya. Mulai dari id card berbentuk buah dengan kertas berwarna kuning sesuai dengan yang sudah ditentukan, tas aneh dari karung beras milik tetangga indekos Kayna pun diikutsertakan. Dan dengan memakai kemeja warna kuning telur, serta merangkum mulai dari sejarah universitas itu sampai nama staf yang bekerja di sana.Semua pegawai di sana. Mulai dari rektor, dosen, sampai satpam kampus yang bahkan jumlahnya tidak hanya satu. Hari libur Kayna kemarin hanya dihabiskan untuk menulis di buku catatan hingga halaman terakhir. Sungguh penyiksaan luar-dalam, selain lelah hati, Kayna pun lelah jiwa. Padahal sewaktu dirinya SMA dulu, dia j