LOGIN
Ruangan yang di penuhi dengan rasa kehilangan ini adalah tempat duka dimana jenazah suami ku terbaring kaku.
Hari ini adalah hari tergelap dalam hidupku, giliran dan hati ku terasa gelap hampa dan kosong. Seakan dunia telah runtuh seketika.
Belum genap satu bulan kami menikah suami ku meninggal dunia dan aku gak bisa memandangi foto dan petinya dari jauh.
Bukan aku tak ingin atau tak sanggup untuk berada di dekatnya, hanya saja seluruh keluarga suami ku menganggap bahwa kematian suamiku adalah bentuk dari kesialan yang aku bawa untuk keluarga mereka.
================
Flashback
Pov Kim Min Young
XX : Min young mau kah kamu jadi pacarku?"
Ujar pria tampan dan tinggi yang berdiri di hadapan ku.
Mataku terbuka lebar dan pipiku seketika berubah merah merona, jantungku berdebar dengan keras seakan ingin melompat keluar dari dada ini.
XX : Kim Min Young jawablah, saat ini aku sangat gugup sekarang sehingga kaki jadi lemas ?" Ujarnya sambil memegangi bucket bunga yang sangat indah
Kim Min Young : "ya oppa aku mau." Dengan lembut aku menjawab pertanyaan cinta dari orang yang sudah lama aku perhatikan yaitu Choi Taek oppa.
Taek oppa pun memeluk ku disertai dengan tawa khasnya yang menawan.
Aku tak tau saat ini wajah ku seperti apa di hadapan di hadapan Taek oppa, bayangkan saja aku sudah memendam rasa sejak pertama masuk SMA , sudah satu tahun aku memendam rasa pada senior ku ini.
Diabegitu tampan, pintar dan sangat populer di sekolah, banyak murid wanita yang selalu mengiriminya surat atau makanan dan banyak juga yang sudah menyatakan cinta mereka, bahkan Siswi yang menyandang gelar tercantik di sini pun mendekati oppa dan berakhir penolakan, itulah yang menjadi alasan aku menyukainya sekaligus takut untuk mengakuinya dan membuat ku berfikir ribuan kali untuk mendekatinya.
Entah kenapa 2 bulan ini Taek oppa selalu mendekati ku, mulai memandang kearah ku, lalu senyum saat saling pandang , menyapa saat bertemu dan akhir nya kami pun semakin dekat bahkan sempat 2 kali berkencan dan puncak nya di malam ini dia memintaku menjadi pacar nya.
6 Tahun pun berlalu dengan penuh kebahagiaan dalam hubungan kami. Taek oppa selalu memanjakan aku dengan segala perhatiannya membuat ku semakin mencintainya dan seakan tak ingin berpisah selamanya.
Di hari Valentine kami pun melakukan dinner romantis di sebuah restoran yang sangat indah sama seperti tahun - tahun sebelum nya. Ya kami selalu merayakan setiap momen berharga dalam hidup kami entah itu Valentine, White day, hari jadi dll itu semua karena Taek oppa sangat romantis dan selalu mengerti apa yang aku mau.
Di iringi musik romantis Taek oppa bangkit dari duduk nya dan mengeluarkan kotak biru dari saku jas nya dan membukanya nya.
Choi Taek : " Kim Min Young mau kah kau menikah dengan ku " ujar nya sambil berlutut di hadapan ku dengan sebuah cincin cantik di tangannya. Tak lupa dengan senyuman menawan nya yang siap melelehkan hati setiap wanita yang melihat nya.
Air mata ku bebas meluncur ke pipi karena rasa bahagia yang tak terbendung. Dengan cepat aku menjawab pertanyaan indah dari Orang yang sangat aku cintai ini.
Kim Min Young : " ya tentu saja oppa " jawab ku di sertai anggukan kecil, Taek oppa pun menyematkan cincin itu di jariku.
Kami pun berciuman...
Dan kami pun melangsungkan pernikahan yang meriah dan indah....
=================
Choi taekgu : " Nu'na " panggil adik iparku
Hanya dia yang masih baik padaku dan hanya dia yang mengizinkan aku untuk datang ke tempat ini.
Kim Mun Young : " Taekgu " jawab ku lirih sambil mengarah kan pandangan sendu ku ke arah Taekgu yang ada di belakang ku.
Choi Taekgu : " Nu'na masuklah, aku sudah bicara pada ibu untuk mengizinkanmu memberi penghormatan terakhir pada Hyung " ujar nya lembut
Kim Min Young : " benarkah ? "
Taekgu menjawabnya hanya dengan sebuah anggukan yang sangat tegas.
Aku pun berjalan perlahan masuk ke ruangan itu dengan di dampingi Taekgu, saat aku masuk seluruh mata menatap tajam ke arahku seakan ingin membunuh ku. Tapi aku tak menghiraukan mereka semua yang ada dalam hati dan pikiranku saat ini adalah aku ingin melihat suami ku untuk yang terakhir kali nya sebelum dia di kremasi.
Aku pun memberi penghormatan terakhir kepada mendiang suami ku. Air mata tak berhenti mengalir dari mataku.
Kim Min Young : " oppa kenapa kamu pergi begitu cepat ? Apa kamu tak mencintai ku ? Oppa semua keluargamu benci pada ku, apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Batin ku sambil memberi penghormatan terakhir.
Ibu Choi Taek : " Sudah cukup, tak perlu berlama-lama sekarang kau pergi dari sini " Usir seorang wanita yang tak lain adalah ibu Mertua ku.
Aku pun bangkit dan meninggalkan kan tempat duka itu Dangan langkah kaki gamang ... Menyusuri jalanan Soeul yang ramai .. namun terasa amat sangat sepi bagi ku,
Kim Min Young : " Mulai Hari ini aku benar - benar sendiri .... Omma, Appa , Oppq sekarang aku harus bagaimana ? Aku sendirian, kenapa kalian tak membawaku bersama kalian " batin ku
Hari ini bagi ku langit terlihat berwarna hitam ... Seakan tak ada lah warna lain di sana ...
===================
* Pov Author *
Tin tin
Suara klakson mobil yang tepat berada di sambung Min Young
Song Jiho : " Min Young !! " Teriak nya
Kim Min Young puncari arah suara itu dan melihat sahabatnya di sana ... Saat itu ia merasa menemukan satu titik terang di langit hitam itu. Tanpa sadar ia tersenyum melihat sahabatnya.
Song Jiho : " naiklah" suruh nya
Min young pun menurutinya . Dan mobil pun melaju ... Sesaat terasa sunyi dan canggung. Jiho bingung harus memulai berbicara bagaimana dalam keadaan seperti inj.
Kim Min Young : " Jiho kapan kau kembali ?" Tanyanya dengan wajah senang untuk memecah kesunyian yang canggung ini.
Song Jiho : " Baru saja ... Aku langsung ke tempat duka tapi tidak menemukan mu, dan Taekgu bilang kau sudah pergi " ujar nya dengan raut sedih melihat sahabatnya yang terlihat kacau
Kim Min Young : " kau pasti lelah ... Amerika sangat jauh bukan " ujarnya sambil membuat senyuman agar sahabat nya tak khawatir.
Jiho yang memperhatikan gelagat sahabat nya itu pun hanya bisa membalas dengan senyuman yang sama ketiknya.
Song Jiho : " Min young jangan membohongi dirimu, jika kau ingin menangis maka menangislah, jika itu bisa membuat mu lebih tenang " ujar nya setelah menghentikan mobil nya, karena ia tau sahabatnya ini sangat-sangat terpukul dan bingung.
Benar saja setelah ia selesai berbicara Min Young menangis sejadinya .
Kim Min Young : " Jiho apa yang harus aku lakukan sekarang, kedua orang tua ku tak ada dan suami ku pergi bertemu mereka, aku sendirian sekarang " ujarnya sambil nangis tersedu Jiho pun memeluk sahabatnya sambil menepuk punggung nya
Kim Min Young : " lalu sekarang apa tujuan ku hidup , sekarang mereka membenciku ?" Lanjut nya sambil menangis
Jiho yang sudah berteman dengan Min Young sejak sekolah dasar dia pun faham saat ini yang harus dia lakukan hanyalah mendengarkan segala keluhan Min Young baru setelah dia tenang dia akan memberi pendapat nya.
Sekitar 30 menit Min Young menumpahkan kesedihannya di pelukan sahabatnya itu ia pun sudah mulai tenang . Itu arti nya saat nya Jiho bicara
Song Jiho : " dasar bodoh... Siapa yang bilang kau sendiri ? Kau masih punya aku, Ayahku dan Taekgu, kami sangat menyayangi mu, tujuan mu untuk hidup saat ini adalah untuk membuat mereka di sana bahagia dan bangga dengan mu , jika keluarga suami mu membenci mu maka biarkan saja tak perlu kau pikirkan, memang apa salah mu ? Apa kamu yang membunuh Taek oppa ?" Ujar nya dengan lembut namun tegas. Min young pun hanya menggelengkan kepalanya lembut.
Song Jiho : " lalu untuk apa kau memperdulikan mereka, kau tidak salah pada siapapun kau tidak membunuh siapapun, jadi tetaplah bahagia dan tersenyum, aku yakin suami mu akan sangat sedih melihat mu seperti ini " ujar nya sambil menghapus air mata sahabatnya
Kim Min Young : " kau benar oppa akan ikut sedih jika aku menangis, aku tidak ingin melihat nya bersedih di sana " ujar Min Young sambil menghapus sisa air matanya dan lanjut mengembangkan senyuman manis nya.
Song Jiho : " Itu baru benar , kalo begitu ayo kita pulang Kim Min Young aku lapar sekali, kita pulang dan memesan Chicken " pintanya dengan semangat
Kim Min Young : " Tentu saja, jangan lupa tambah Soju " jawab nya semangat ..
Jiho lega melihat sahabatnya jauh lebih baik sekarang meski ia tau saat ini di hatinya mungkin masih ada rasa sedih itu tapi setidaknya nya dia tak larut dalam kesedihannya.
Jiho pun melajukan mobilnya kembali ....
Bersambung ......
See you next episode ......
Jangan lupa dukung aku ya, jangan lupa juga baca novel ku yang lain
POV AUTHORSong Jiho : " sudah lama aku tak kesini " ujarnya sambil berjalan menuju sofaKim Min Young : " tepat nya 1 tahun lewat 8 bulan kau dan Taekgu tak kesini " tambahnya dengan mengembangkan senyum tipis
Ruangan yang di penuhi dengan rasa kehilangan ini adalah tempat duka dimana jenazah suami ku terbaring kaku.Hari ini adalah hari tergelap dalam hidupku, giliran dan hati ku terasa gelap hampa dan kosong. Seakan dunia telah runtuh seketika.Belum genap satu bulan kami menikah suami ku meninggal dunia dan aku gak bisa memandangi foto dan petinya dari jauh.