Share

Menghibur

Author: tanty rahayu
last update publish date: 2020-10-06 19:00:00

POV AUTHOR

Song Jiho : " sudah lama aku tak kesini " ujarnya sambil berjalan menuju sofa

Kim Min Young : " tepat nya 1 tahun lewat 8 bulan kau dan Taekgu tak kesini " tambahnya dengan mengembangkan  senyum tipis

Song Jiho : " Hahhh ternyata sudah sangat lama " tambahnya sambil menghela nafas panjang

Kim Min Young : " aku akan mandi dulu kau pesan dulu ayam nya " ujarnya sambil berlalu menuju kamar nya

Song Jiho : " hemmm baiklah aku akan memesan banyak ayam dan Soju " jawab nya semangat, namu setelah Min Young memasuki kamar raut wajah nya kembali sendu merasakan kesedihan sahabatnya itu.

Song Jiho : " Min Young kau harus kembali bahagia " batin nya

< Dikamar Kim Min Young >

Pov Kim Min Young

Memasuki ruangan ini rasanya seperti membuka luka yang sudah selesai di jahit lalu di siram cuka ....

4 tahun kami selalu tidur di ranjang ini, berbagi cerita suka dan duka disini.

Berjuang bersama agak bisa membeli apartement sederhana ini ....

^ Flashback ^

Choi Taek : " sayang...... " Panggil nya dengan suara sangat gembira begitu membuka pintu

Kim Min Young : " kenapa berteriak begitu oppa ?" Tanya ku bingung

Dengan wajah sumringah nya dia melambaikan kertas di tangannya dengan gembira ..

Choi Taek : " sayang kemarilah kamu harus lihat ini " pintanya sambil duduk di sofa

Kim Min Young : " Kau ini kenapa sih ?" Tanya ku bingung namun tetap merasakan kebahagiaan yang sedang ia rasakan aku pun duduk di samping nya.

Choi Taek : " kau lihat ini ..... " Sambil menyodorkan kertas di tangannya

Aku pun mengambil nya dan membacanya, begitu aku tau isi dari kertas itu aku pun benar - benar merasa amat sangat bahagia melihat nya.

Kim Min Young : " oppa apa ini benar ? Wah luar biasa " ujar ku semangat

Kim Min Young : " tapi oppa, oppa punya uang sebanyak ini dari mana ? Ini bukan uang korupsi kan ?" Tanya ku dengan raut wajah bingung dan takut

Choi Taek : " ishhhh kau ini ... " Sambil menyentil jidat ku, dan aku pun meringis kesakitan

Choi Taek  : " tentu saja bukan, kau tau investasi yang aku lakukan sukses besar aku baru saja mendapatkan ke untungkan besar, kita bisa melunasi apartemen ini dan biaya pesta pernikahan kita  " ujar nya semangat.

Kim Min Young : " benar kah oppa, ahhhh aku sangat bahagia " ujar ku sambil memeluk nya

Choi Teak : " setelah menikah kita bisa membeli mobil , agar kau tak perlu lagi naik bis untuk bekerja " tambah nya dengan suara dan raut wajah bahagia, ia pun memeluk ku dengan erat

^ Kembali ^

Pov Author

Kim Min Young : " Jiho kau gila .... " Teriaknya melihat tumpukan chicken yang sangat banyak di tambah dengan 10 botol soju sudah berderet rapih di atas meja.

Song Jiho : " kenapa ? Kita bisa menghabiskannya .... Hahahaha " jawab nya dengan di iringi tawa renyah

Kim Min Young : " kita berdua ? Tidak tidak ini terlalu banyak "

Song Jiho : " siapa bilang kita berdua .... " ujar nya sambil menuangkan Soju kegelas nya.

Min Young duduk sambil heran melihat teman nya. Jiho yang melihat raut wajah bingung sahabatnya pun hanya tersenyum

Song Jiho : " Taekgu akan bergabung dengan kita " tukas nya sambil melahap chicken di hadapannya

Kim Min Young : " Taekgu ? Bukan kah dia harus menemani ayah dan ibu mertua ? "

Song Jiho : " saat ini jenazah nya sedang di kremasi lalu akan di tabur di sungai Han , setelah itu tak ada acara lain "

Kim Min Young : " bagaimana bisa hanya seperti itu ?"

Song Jiho : " hah kau seperti tidak tau mertua mu saja, melakukan banyak acara ritual artinya akan banyak uang yang mereka keluarkan, jadi sudah pasti mereka tidak akan melakukan nya kan " ujar nya dengan nada kesal

Min Young pun hanya diam, seraya mengatakan iyakan ucapan sahabatnya itu, bagaimana ia tak setuju saat Taek masih hidup ibu dan ayah nya selalu meminta uang pada Taek begitupun dengan Taekgu , sehingga aku dan Taek harus hidup sangat - sangat irit agar dapat membayar hutang dan hidup.

Song Jiho : " woy Kim Min Young ... Ayo minum Soju mu jangan melamun "

Min Young pun tersadar dari lamunannya dan mengikuti perintah sahabatnya itu, mereka bercerita banyak hal, terutama cerita selama mereka tidak bertemu hampir 1 tahun 8 bulan ini sambil menikmati Soju dan chicken yang mereka pesan.

Tak terasa 3 jam sudah berlalu dengan cepat. Tak lama suara bel pintu apartemen Min Young berbunyi

Song Jiho : " Ahhhh itu pasti si gu bodoh aku akan buka pintu nya " ujarnya yang sudah mulai mabuk

Kim Min Young : " cihh .... Kau duduk saja biar aku yang buka " dengan senyuman cibir pada sahabat nya. Min Young pun berjalan menuju pintu.

Kim Min Young : " kau sudah datang "

Choi Taekgu : " kalian minum ?" Tanya nya sambil berjalan masuk, Min Young hanya mengangguk

Taekgu yang mendapati pacarannya sedang min hanya menungging kan senyum di ujung bibir nya seraya tak percaya dengan apa yg ia lihat

Choi Taekgu : " wah ... Hey Song Jiho kau minum berapa banyak ?"

Song Jiho : " haahhhh gu ku sayang " teriaknya sambil merentangkan tangan seraya meminta pelukan, Taekgu hanya menggelengkan kepala melihat kekasihnya sudah mabuk, dia pun duduk di hadapan kekasih nya, di ikutin Min Young yang duduk di samping Jiho

Kim Min Young : " acaranya sudah selesai " tanya nya sambil meminum Soju di gelas nya

Choi Taekgu : " hemmm " jawabnya dengan disertai anggukan sambil menuangkan Soju kegelas nya

Min Young pun diam tak berkata apapun lagi karena dia sudah tau alasan pastinya, dia hanya memandangi Taekgu yang meminum Soju dengan cepat sudah gelas ke tiga ia minum

Kim Min Young : " Taekgu sebaiknya kau minum dengan perlahan " ujarnya

Song Jiho : " biar kan saja, itu artinya dia sedang frustasi hahaha " ujar Jiho sambil menundukkan kepanlanya, ia sudah sangat mabuk, Min Young pun meraih sahabat nya dan menidurkan kepala Jiho di pangkuannya.

Choi Taekgu : " hagggghh bisa gila aku, aku tak mengerti dengan jalan fikiran mereka di saat seperti ini saja mereka masih memikirkan uang, sekarang Hyung sudah tak ada mereka akan semakin menggila pada ku " ujarnya frustasi

Min Young dan Jiho hanya diam dan berempati pada Teakgu yang sekarang terlihat sangat frustasi.

Kim Min Young : " Taekgu kau tenang saja aku akan membantu mu untuk tunjangan mereka setiap bulannya "

Choi Teakgu : " tidak Nu'na, aku tidak bisa menerima nya aku sudah berjanji pada Hyung untuk menjagamu dan tak membiarkan mu susah "

Kim Min Young : " tenang saja gaji ku masih cukup untuk memberi tunjangan pada mereka, lagian apartemen ini sudah lunas, dan aku masih punya tabungan, jadi semua nya akan lancar "

Choi Taekgu : " tidak tidak nu'na aku tidak akan menerimanya, itu uang mu maka gunakan untuk kebahagiaan mu "

Kim Min Young : " Taekgu dengar aku sudah menganggap mu sebagai adik ku sendiri, kakak mana yang tega melihat adik nya kesulitan, di tambah dia sudah memintamu untuk menikah " ujarnya sambil memandang Jiho dan mengelus kepalanya

Taekgu pun memandang sendu kekasihnya yang sedang tertidur

Choi Taekgu : " Nu'na aku benar - benar tak tahan lagi dengan mereka, sejak dulu aku dan Hyung selalu di tinggal bekerja oleh mereka, saat SMA aku dan Hyung bekerja sambilan untuk biaya hidup sendiri, sampai untuk biaya sekolah dan kuliah pun kami bekerja keras siang malam untuk mengejar beasiswa, setiap mereka tau kami bisa menghasilkan uang mereka selalu meminta uang pada kami, sedangkan sejak kecil kami makan selalu di tempat bibi atau nenek kami , saat beranjak dewasa untuk hidup kami berusaha sendiri, lalu apa yang sudah mereka berikan untuk kami ? Kasih sayang ? Hah itu sama sekali tak mungkin, uang ? Lebih tak mungkin, apa seperti itu yang di namakan orang tua "

Ujar nya dengan nada kesal bercampur sedih, ia pun dia sejenak sambil memandangi gelas yang ia pegang

Min Young pun hanya menatap sendu pada adik iparnya itu, pasal nya dia sangat tau jelas cerita di balik ucapan Taekgu, dulu suaminya selalu mengatakan hal yang sama dengan taekgu, bagaimana perjuangan mereka untuk hidup dan sekolah, mereka berjuang bersama maka tak heran jika mereka saling menyayangi satu sama lain.

Choi Taekgu : " nu'na bukan kah kami tak ada beda nya dengan anak yatim piatu ?" Tanya nya sedih sambil memandang ke arah Min Young

Min young pun hanya terdiam, ia tak tau harus merespon apa, pasalnya meski ia yatim piatu ia selalu di kelilingi orang - orang yang sangat menyayangi dan mencintainya. Dan mereka tak pernah membiarkan ia kekurangan sedikitpun.

Min young pun mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan

Kim Min Young : " Taekgu dengarkan aku, yang mereka lakukan mungkin salah, tapi mereka tetap orang tuamu, tetap ibu yang melahirkan mu dan ayah yang menjagamu, mungkin mereka melakukan itu agar kalian bisa tau betapa kerasnya dunia ini, dan terbukti bukan kah kalian sudah bisa menaklukkan nya sekarang, kau menjadi seorang CEO dan aku yakin kau akan lebih sukses dari sekarang, karena aku tau kerja kerasmu seperti apa. Bukan kah akan lebih membanggakan jika dapat meraih kesuksesan dengan usaha dan jerih payahnya sendiri ? " ujar nya lembut sambil menggenggam tangan Taekgu

Taekgu pun memandang Kakak iparnya dengan lekat, seakan dia kembali menemukan sosok Hyung nya di diri Min Young

Kim Min Young : " hemmmm Kau tenang saja, masih ada kami disini kau tak sendirian " ujar nya

Taekgu pun tak kuasa menahan air matanya dan ia pun menangis, melihat adik ipar nya menangis Min Young pun merentangkan tangannya seraya mengatakan aku siap melindungimu, Tan Taekgu pun menghampiri min young dan memeluknya, ia pun menangis di pelukan Min Young.

Kim Min Young : " kau sudah melakukan nya dengan baik " ujar nya sambil menepuk punggung Taekgu lembut

Tanpa mereka sadari Jiho ternyata mendengar semua pembicaraan mereka dan ia pun ikut menangis.

Setelah merasa sedikit lega Taekgu pun kembali ketempat duduk nya

Choi Taekgu : " Nu'na terima kasih " ujar nya,

Min Young hanya menjawab nya dengan sebuah senyuman lembut.

Choi Taekgu : " ah aku hampir lupa " ujar nya sambil mengeluarkan sebuah buku dari dalam saku dalam jas yang ia lepaskan saat datang.

Choi Taekgu : " ini ..... " Sambil menyorongkan buku itu pada Min Young dan Min Young pun terlihat heran.

Choi Taekgu : " itu buka diary Hyung, tertinggal di rumah saat kalian terakhir menginap "

Kim Min Young : " diary ?" Min young pun bingung melihatnya, pasalnya ia tak pernah melihat suami nya itu menulis buku diary.

Choi Taekgu : " iya ... Hyung sangat suka menulis diary semenjak berkencan denganmu, dan aku rasa ini buku harian terakhirnya "

Kim Min Young : " sejak kami berkencan ?"

Choi Taekgu :" iya ... Biasanya dia melakukannya setiap akhir pekan dia akan menulis semua hal istimewa yang kalian lewatkan bersama "

Kim Min Young : " itu artinya ada banyak diary yang sudah di tulis nya ?"

Choi Taekgu : " seharusnya nya begitu, tapi sayang omma sudah membuangnya, dan hanya ini yang tersisa itu aku temukan sebelum ibu menemukan nya "

Min Young pun terdiam sambil memandangi buku itu dan tanpa sadar air matanya jauh, Taekgu hanya diam memandangi Kakak iparnya itu .

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Curse Of Love ( Indonesia )   Menghibur

    POV AUTHORSong Jiho : " sudah lama aku tak kesini " ujarnya sambil berjalan menuju sofaKim Min Young : " tepat nya 1 tahun lewat 8 bulan kau dan Taekgu tak kesini " tambahnya dengan mengembangkan senyum tipis

  • Curse Of Love ( Indonesia )   LANGIT HITAM

    Ruangan yang di penuhi dengan rasa kehilangan ini adalah tempat duka dimana jenazah suami ku terbaring kaku.Hari ini adalah hari tergelap dalam hidupku, giliran dan hati ku terasa gelap hampa dan kosong. Seakan dunia telah runtuh seketika.Belum genap satu bulan kami menikah suami ku meninggal dunia dan aku gak bisa memandangi foto dan petinya dari jauh.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status