로그인Diangkat dari sebuah kisah nyata Tentang seorang wanita yang memilih meninggalkan suaminya karena mengetahui kebohongan yang telah dibuat. Wanita tersebut pergi dari suaminya setelah tahu bahwa suaminya telah beristri. Wanita yang mendampingi suaminya meminang dirinya adalah istri sah suaminya. Keindahan malam pertama serta kisah cerita yang ia rasakan harus ia lupakan dengan bangkit dan berjuang. Beruntung, salah satu platform penulisan bergengsi bernama "Good novel" menerima dirinya bergabung menjadi penulisnya. Rania, wanita itu akhirnya berhasil menjadi wanita sukses dengan gaji puluhan juta setiap dua minggu sekali. Rania kini memiliki segalanya, berawal dari hal itu Rania menuju Banjarmasin tempat dimana suaminya yang berprofesi sebagai dosen tinggal. Rania menuntut cerai. Rania ingin menjadi wanita bebas. Karena suaminya ternyata tetap menganggap Rania seorang istri. Pernikahan di bawah tangan alis pernikahan tidak resmi secara legalitas kenegaraan adalah pernikahan yang saat itu di pilih Rania. Hal itu yang membuat Rania berada dalam kesulitan..
더 보기Rania melangkah dengan langkah kaki yang sangat berat, menemui Pak Leo adalah sesuatu yang sangat ingin dia lakukan namun juga sangat ia takutkan. Bagaimana tidak ?Diantara mereka pernah saling mencintai, diantara mereka pernah ada rasa sayang meski kemudian benih benci itu muncul dan kini benih itu telah menjadi besar juga berbuah lebat. Benih yang terus di pupuk hingga berbuah lebat. Rania merasakan rasa sakitnya bukan rasa sakit biasa.Langkah kakinya semakin dekat menuju ruangan Intensive Care Unit. Rania mengendap, berharap Pak Leo tidak melihatnya. Karena kedatangannya hanya ingin memastikan bahwa Pak Leo telah bertemu Laela.Mengapa Rania demikian peduli ? Cintakah yang melandasinya ? Bukan, ini bukan cinta, ada sebuah perasaan yang tidak bisa di ceritakan ketika suami dan istri berpisah, ada semacam kekuatan yang membuat mereka terpanggil untuk mengetahui keadaan dari masing-masing pasangan, semacam magnet dari langit mungkin. Itu yang saat ini dirasakan R
Rania memacu mobilnya kencang, ada Septia di sampingnya. Septia diam saja melihat tingkah polah sahabatnya yang sedang resah. Septia merasa iba namun ia tidak punya pilihan. Ia hanya mampu melihat dan mendampingi sambil berdoa agar masalah ini cepat selesai dan semua menjadi baik-baik saja.Setia melihat Rania sedikit kesal, mungkin kedatangan Laela ke kampus dan berbuat yang tidak-tidak, merusak namanya sebagai orang baru terusik.Mungkin hal itu yang membuat Rania kesal.Memasuki halaman luas itu Rania memarkir mobilnya dengan kasar. Ia menghubungi seseorang."Dimana ?""Di ruang dekan.""Oke."Rania naik, menuju lantai dua, Septia masih di sampingnya.Mereka sigap menuju tempat yang disebutkan oleh Pak Budiman.Hari sudah hampir petang ketika Rania sampai di sana.Di ruangan dekan, Rania melihat dua pembelanya P Yuda dan Pak Budiman, ada juga Arifin dan satu wanita yang duduk di tengah. Dia Laela, de
Rania menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Tubuhnya letih dan pikirannya kacau. Ia seperti tidak memiliki kekuatan juga keberanian. Masalah yang dialaminya cukup pelik, menguras energi dan kesadaran.Bagaimana formula yang tepat untuk membuat Pak Leo bersedia mengucapkan talak untuk nya. Atau kah ada keringanan bagi dirinya selaku istri agar bisa mendapatkan kebebasan dengan melakukan hal-hal sesuai tuntunan ?Rania makin gamang.Dari pagi hingga sore hari Rania terus berfikir tentang itu, sering dalam keputusasaannya ia ingin menggunakan jalan pintas. Dengan memaksa Pak Leo memilih antara dirinya atau Laela ?Mungkin itu adalah keputusan konyol namun sementara waktu mungkin bisa mengatasi dilema ini.Rania menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Assalamualaikummm" Suara seorang gadis menyapu gendang telinganya.'Pasti Septia'Rania berdiri, membuka pintu kamar lalu mendapati wajah putih bersih dengan lesung p
Usai adzan isya Rania membenamkan tubuhnya di ranjang empuk dan harum miliknya. Aroma lavender yang menyeruak membuat ia merasa harus terus terbenam di sana. Tubuhnya letih. Tadinya ia ingin langsung tidur namun sayang ia justru enggan terpejam.Otaknya berjibaku dengan rasa enggan yang kian dalam. Ada yang sedang ia pikirkan.Pak Leo,ia sedang berpikir kuat tentang Pak Leo. Sudahkah Laela menemui Pak Leo di Rumah sakit ?Untuk apa Laela datang ke rumah Rania siang tadi ?Dari siapa Laela tahu rumah Rania ?Rania bermonolog.Ia mengguling-gulingkan tubuhnya di sprei lembut miliknya. Ia merasa gusar.Bagaimana jika Pak Leo belum dikunjungi keluarganya ?Bagaimana bila kedatangan Laela tadi untuk menanyakan keberadaan suaminya ?Bagaimana bila itu terjadi ?Rania bangkit,membuka pintu almari berwarna putih. Menarik lacinya pelan, ia membuka kotak ramping yang terletak di laci te