MasukSetelah 42 tahun terpisah, akhirnya Arya dan Fahri dipertemukan disebuah event besar di Jakarta. Saat mereka berbicara tiba-tiba Arya teringat perjanjian mereka saat SMA. Setelah berbicara akhirnya Arya memutuskan Fathin yang berusia 18 tahun sebagai calon istri anaknya Ardika yang sudah dewasa. Akankan Ardika dan Fathin menerima perjodohan ini?
Lihat lebih banyak***Saat Arya sampai dirumah, ia memanggil istrinya yang imut dan cantik itu,"Umi kecil, umi kecil" panggil Arya.Umi Dinda yang sedang menyiapkan makan malam tiba-tiba terkejut saat mendengar suara panggillan suami yang ia cintai itu."Hah, ngapain Abi manggil-manggil umi" seketika Umi Dinda langsung melepaskan pisau ditangannya, lalu meninggalkan pekerjaan memasaknya kemudian pergi menemui Abi Arya yang berada diruang tamu,"Iya Abi, kenapa panggil-panggil umi, mana gak salam dulu" sahut umi Dinda menghampiri suaminya itu."Umi , Abi ada kabar baik?""Eiith tunggu dulu, sebelum Abi berbicara, sebaiknya abi keluar dulu lalu masuk dengan salam, umi tidak mau yah abi masuk bawa jin kesini" perintah Umi dinda sambil berkecak pinggang menatap Abi Arya."Hehehe, Maafkan abi, baiklah umi kecil, aku akan menurutimu" kata Abi Arya sambil terkekeh, iapun keluar dari
Suatu ketika ada sebuah event besar-besaran di gedung bertingkat di daerah jakarta pusat, event itu dihadiri para pengusaha senior, yang memberikan motivasi tentang kunci sukses menjadi penguasaha, kebetulan yang menjadi motivator saat itu adalah Arya Praptama pengusaha senior yang sukses mambangun perusahaan orang tuanya itu. Saat itu Fahri juga ikut event itu karena iya juga seorang penguasaha kecil-kecilan, Fahri mendengar nama Arya seperti tidak asing ditelinganya, ia seperti mengenal sosok itu, hingga akhirnya ia teringat kalau Arya itu adalah sahabatnya waktu SMA. Setelah event itu selesai, Fahri berusaha mencari Arya karena penasaran apakah benar Arya itu adalah sahabatnya saat SMA dulu, hingga akhirnya Fahri menemukan Arya."Kamu Arya Praptama yang pernah sekolah di SMA negeri 8 jakarta selatan kan?" tanya Fahri."Iya betul, kamu siapa?""Aku Fahri sahabatmu!""Fahri? Fahrizal Ahmad?""Iya b