Home / Lahat / Eternity / [4] The Case

Share

[4] The Case

Author: Cr-Azy
last update Petsa ng paglalathala: 2020-10-16 19:22:28
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Eternity   [8] Agatha

    ~¤ETERNITY¤~____________________________“Kak Lin, maaf merepotkanmu, ya.” Agatha mengambil alih tempat duduk di hadapan Caroline, ia duduk dengan satu kaki yang terangkat ke atas kursi, meskipun meja makan menjadi penghalang, tetapi Caroline dapat melihat dengan jelas paha Agatha yang terekspos, karena gadis remaja itu hanya mengenakan hotspants. Sedangkan untuk bagian atas Agatha mengenakan kaus putih tipis yang menampakkan lekuk tubuhnya, terutama sesuatu yang dibalut bra berwarna hitam. Pemandangan itu sukses membuat Caroline memicingkan mata. Bukan, bukan karena ia seorang penyuka sesama jenis. Caroline enggan mengakui sebenarnya, tetapi kenyataannya Caroline tidak suka saat Garvin yang duduk di sebelahnya bisa menikmati pemandangan itu.“Ibu sangat berlebihan, padahal aku tak apa jika harus sendirian,” lanjut Agatha.Caroline menampilkan senyum dengan sedikit

  • Eternity   [7] Permintaan Bibi Odelia

    ~¤ETERNITY¤~____________________________Matahari telah benar-benar kembali ke peraduannya, tetapi Caroline dan Garvin belum juga sampai di kediaman masing-masing. Mereka tengah berjalan menyusuri perumahan The Huf Oswald. Tentu saja tujuan mereka adalah rumah masing-masing. Embusan malam dan suara jangkrik yang bersahut-sahutan sedikit memecah keheningan yang tercipta di antara mereka. Cukup lama suasana seperti itu, hingga akhirnya Garvin berujar, "Kau mencium sesuatu?"

  • Eternity   [6] The Circle of Life

    Seketika Garvin mematung saat pandangannya bertemu dengan pandangan Caroline. Kala itu, Garvin tengah berjongkok dengan tangan yang memegangi dedaunan. Ia bak pembunuh yang tertangkap basah sekarang. Lantas, Garvin beranjak menegakkan tubuhnya. Sinar senja yang menelusup masuk di antara celah-celah pohon yang rindang, menimbulkan siluet Garvin yang terpampang jelas di depan sosok aslinya. Caroline pun mengalihkan pandangannya dari sosok Garvin ke arah siluet cowok itu. Mendadak ia teringat masa lalu.★Flashback★“Bahkan siluet tubuhmu tampak menyebalkan,” ejek Caroline sembari memperhatikan siluet Chaiden yang sedang berdiri di sebelahnya.“Ucapan tampan yang bagus, Nona,” balas Chaiden tersenyum mengejek, ia mengetahui maksud di balik ucapan Caroline yang mengatakan bahwa Chaiden menyebalkan. Caroline, gadis itu memang terlalu angkuh, bahkan untuk sekadar mengatakan tampan pada Chaiden saja ia enggan.

  • Eternity   [5] The Circle Of Life

    "Soal buku itu aku bisa memberitahumu cara membacanya."Caroline menghentikan langkahnya, lalu menatap Frank dengan kedua alisnya yang bertaut. Lagi-lagi Frank berkata soal buku itu, dan untuk kesekian kalinya pula Caroline bertanya-tanya apa yang harus dibaca dari buku itu?“Bagaimana?” Frank menampilkan senyum meremehkannya kali ini, ia bak telah mengetahui reaksi Caroline yang akan menyetujui tawarannya.Caroline pun merasa tak ada salahnya ia menyetujui tawaran Frank, ia akan mengikuti alur yang dibuat Frank terlebih dahulu. “Baiklah,” balas Caroline pada akhirnya.“Yes!” girang Frank, ia menunjukkan rasa senangnya secara terang-terangan di depan Caroline. Cukup lama Caroline hanya memperhatikan raut wajah Frank, hingga tak sengaja ia bertemu tatap dengan Garvin. Cowok itu tengan berdiri di perempatan lorong, ia seperti tengah menguntit Caroline. Akan tetapi, saat pandangan mereka bertemu

  • Eternity   [4] The Case

    Andrian.Laki-laki yang harusnya duduk di kursi kelas X, dan tengan menikmati masa-masa remaja, justru tewas mengenaskan. Membuat organisasi detektif swasta di kota Oswald harus menyelidikinya, sekadar berjaga-jaga takut jika tewasnya Andrian berhubungan dengan pembunuhan berantai yang tengah terjadi.Dalam kasus ini Caroline ikut terlibat, membantu salah satu detektif itu yang tak lain adalah Oriel. Seorang gadis yang tak cocok menjadi detektif, menurut Caroline. Sama halnya dengan Oriel yang sibuk memikirkan kasus ini, Caroline pun terus menerus memikirkan kasus ini, terlebih setelah tadi malam Caroline membuka buku pemberian sang pustakawanti. Hanya ada kalimat Aku, Andrian Joe di sana. Benar-benar hanya itu, lembar demi lembar berikutnya bersih tanpa noda."Lin?""Linnn?""Hm?" gumam Caroline kebingungan."Kenapa? Soal Andrian, tak perlu terla

  • Eternity   [3] The Book

    ~¤~Eternity¤~____________________________"Yang mengatakan ingin sendiri, sebenarnya ingin ditemani."Caroline dan cowok di sebelahnya refleks menoleh ke sumber suara. Pandangan mereka terpaku kepada seseorang yang berdiri beberapa langkah dari mereka. Orang itu, Garvin. Ia menatap Caroline dengan cowok di sebelahnya dengan alis bertaut. "Aku hanya membaca,” ucap Garvin seraya mengangkat buku yang tengah ia baca.Cowok di sebelah Caroline mengedikkan bahunya tak peduli. Kemudian, kembali memandang ke luar jendela, sedangkan Caroline, tatapannya seolah terkunci oleh netra hitam milik Garvin yang kini tengah menatapnya. Tatapan dalam Garvin, cukup membuat Caroline teringat masa lalu."Hei!" pekik cowok di sebelah Caroline, membuat Caroline memutuskan pandangannya antara ia dengan Garvin.Setelah Caroline membuang muka, lalu tanpa sepatah kata ia pergi meninggalkan d

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status