MasukAzka POVHampir 7 hari aku harus beristirahat di rumah sakit. Bi ayu dan Sea sangat memperhatikanku dengan baik. Bahkan bi Ayu rela tidak pulang ke rumah agar aku tak melakukan apapun sendiri lagi.Kondisi kesehatanku sangat buruk , itu yang dikatakan dokter. Aku menderita demam berdarah serta kurang istirahat. Aku akui beberpa minggu terakhir ini aku selalu fokus pada pekerjaan tanpa memperhatikan asupan gizi yang masuk ke tubuhku.Kulirik jam dinding di kamarku sudah menunjukan pukul 9 pagi. Bi ayu pergi membelikan bubur keluar. Aku tak ingin makan makanan rumah sakit.Klik......Sea datang melihat kondisiku. Dia selalu datang setiap hari." hey kenapa menatapku seperti itu. Ya....aku memang mempesona walaupun sedang sakit seperti ini" candakuDia melipat kedua tangannya di dada " ini terakhir kalinya kamu bertingkah seperti ini. Sumpah...aku tak enak
Dia sudah kembali dari 3 hari yang lalu. Aku juga berusaha menahan diri untuk tidak bertanya apapun kepadanya. Lagipula itu akan menghabiskan energi saja, dia tidak akan mau menjawabnya. Sebisa mungkin juga aku tak menampakkan diri di depannya, entah kenapa aku tak ingin berdebat lagi dengannya.Kulirik jam dinding di kamarku, sudah menunjukan pukul 10 pagi. Berarti dia sudah berangkat ke kantor. Sebenarnya hati ini sangat rindu dan ingin melihatnya. Jika dihitung semenjak aku sakit aku sudah 15 hari tak melihatnya.Aku keluar kamar untuk mengambil sarapanku." bi" panggilku menuju dapur.Bi ayu tidak ada di dapur, aku berusaha mencari sekeliling rumah tapi juga tidak menemukannya. Mungkin dia pergi ke luar membeli sesuatu.Seperti biasa bi ayu selalu menyisihkan sarapan untukku. Karena dia tahu akhir-akhir ini aku akan keluar kamar ketika azka sudah berangkat bekerja dan tidak ada di r
Pa...paman dave" sahutku terbata.Paman dave adalah adik bungsu dari ayah. Paman sangat menyayangiku. Selagi bunda koma dialah yang merawatku itu yang kudengar dari ayah dan kakak." sus, tinggalkan kami berdua saja dan jangan ada yang mengganggu"Suster dewi langsung melaksanakan perintah paman." dari kapan?" tanya dia" 1 minggu yang lalu" jawabku lemah.Paman menghampiriku ke tempat tidur." azka????"Aku menggeleng" kakak dan kak Nia"Aku juga menggeleng." bahkan paman pun tak kamu hubungi. Apa yang kamu pikirkan Andrea"Paman mencoba menghubungi seseorang yang aku tebak adalah ayah.Aku menahannya " paman aku mohon" pintaku menangis.Aku berusaha menahannya " jangan aku mohon" kataku melipat tangan di dada memohon pengertiannya.
Sudah satu minggu berlalu dari hari ulang tahunku. Tak satu kata permintaan maaf pun keluar dari mulutnya.Dia tak seperti mempunyai masalah bahkan rasa bersalah apapun. Tidak cukupkah baginya semua pengorbananku. Dia seolah-olah menaruh tembok besar di hatinya untukku.Sea...ya Sea, baginya Sea adalah segalanya. Sea begitu mudah berada disisinya, bahkan untuk acara kantor pun yang selalu dia ajak adalah Sea. Sea hampir setiap hari bisa datang ke kantornya. Aku....aku ini siapa? Baginya aku wanita perampas kebahagian sahabatnya sendiri.Dia juga mengenalkan sea kepada rekan bisnisnya. Aku istrinya tapi Sea lah yang berperan layaknya sang istri.Sudah beberapa hari ini aku menghabiskan waktu di taman kota. Melihat beberapa keluarga menghabiskan waktu mereka disini. Melihat kecerian anak- anak yang bermain di ayunan.Anak....heh... Bagaimana bisa mempunyai anak dia tak menyentuhku walau seuj
Beberapa hari ini duniaku begitu indah dan damai, mungkin ada kak Marvel menemaniku selama dia disini.Setelah kejadian kami bertemu Azka dia tak bertanya apapun lagi. Dia takut melukai hatiku, bahkan niatnya untuk menemui Azka juga dibatalkan.Sekarang, aku dan bunda berada di bandara mengantarnya. Sedih itu pasti karena aku akan kehilangan dengan seseorang yang selalu sayang dan penuh perhatian padaku.Setelah mengantarkan kak Marvel serta pamit dengan bunda. Ini waktunya kembali ke rumah, tak seperti yang kebanyakan dikatan orang"rumahku istanaku" yang pasti aku merasakan sangat tidak nyaman dirumah kak Azka."Kamu sudah makan?" tanya bi Ayu ketika ku baru masuk.Aku mengangguk " sudah di rumah bunda, bi maaf ya selama beberapa hari ini tidak membantu bibi"" tidak masalah, lagipula tak banyak juga yang bibi kerjakan"Aku melihat ke segala penjuru ru
"Kak....kak Marvel..apa kabar?""Hey....seharusnya kakak yang menanyakannya, kenapa bisa ke balik" dia tertawa"Apa kabar pengantin baru..hmmm"Aku memaksakan senyumku, walaupun dia tak akan tahu juga."Kakak di Indonesia" tebakku melihat kode no hp nya"Ya...kamu dimana?? Apakah kakak boleh datang kerumah..ya sekalian lihat Azka" tanyanya.Kak marvel juga salah satu teman kak Adri. Dia juga sangat dekat dengan keluarga kami. Dialah teman pertama kak Adri yang sering datang kerumah, 3 tahun yang lalu atau yang lebih tepatnya dia pindah ke Amerika ketika aku naik kelas 2."Andrea di rumah bunda , bunda minta ditemani"" loh Ayah dan Adri dimana?""Kakak di Singapura dan ayah ada seminar di Malay"" tumben bunda ditinggal sendiri, biasanya mana mau Ayah""Kakak kesini aja...bunda masak banyak"