Angin sore yang berhembus tenang menerpa wajahku, bahkan mengeringkan air mataku."bunda tak pernah memaksa ayahmu untuk memilih bahkan menikahi bunda, nak"Aku menatap ke bola mata bunda begitu tenang.Bunda mengelus lembut rambutku, bahkan menatanya di belakang telinga." aku mencintainya bun" cicitku menahan isak tangis ku.Bunda tersenyum kecil " cinta tak bisa dipaksakan, bukankah kamu sudah mencobanya"Aku mengangguk membenarkan perkataan bunda." itu bukan cinta, Andrea. Kamu hanya ingin memlikinya. Kamu hanya ingin menang di depan Sea"Aku menggeleng, kali ini bunda salah. Aku benar-benar mencintainya."bund....." sahutku tak jelasBunda memotongnya " kamu ingin berkata bahwa bunda salah" tebaknyaAku mengangguk sambil memainkan cincin yang bertengger indah di jari manisku.
Last Updated : 2020-11-10 Read more