Home / All / Heart, please don't be broken / 01 | Hari yang sangat 'baik'

Share

Heart, please don't be broken
Heart, please don't be broken
Author: Rasa

01 | Hari yang sangat 'baik'

Author: Rasa
last update publish date: 2020-11-12 09:04:24
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Heart, please don't be broken   02 | Menahan

    Pot-pot bertebaran hampir memenuhi teras. Bungkus-bungkus tanaman pun tak kalah banyaknya tercecer ke mana-mana. Tampaknya orang yang membukanya terburu-buru, atau memang bukan orang yang rapi."Nay! Mana vitamin untuk akarnya!" teriak Sandra yang sedang membawa media tanam. "Lama-lama, punya otot juga nih," keluhnya menaruh cukup keras media tanam ke lantai. "Nay!""Bentar!"Naya berjalan tergopoh-gopoh, tangannya terlebih dahulu terlihat dibandingkan dengan tubuhnya. "Ini! Bisa sabaran enggak?" tanyanya kesal."Lagian, cari vitamin itu aja masa lama. Kan, di atas rak tv."Sontak saja, Naya langsung berkacak pinggang. Dengan menggerakan tangannya, dia berkata, "Kamu pikir, tinggi rak di tv itu berapa, hah?""Enggak setinggi itulah," katanya. Namun, ketika Sandra menoleh ke Naya, mulutnya langsung membentuk huruf o. "Aku lupa kalau kamu terlalu tinggi.""Minta dihajar anak ini ya." Naya mengepalkan tangannya, dan pura-pura marah pada

  • Heart, please don't be broken   01 | Hari yang sangat 'baik'

    Naya buru-buru menghampiri alat pembuat kopi, mematikannya secepat yang ia bisa, lalu memeriksa air di dalam sana. Ia mendesah cukup lega karena dia datang di waktu yang tepat."Untuk apa kau berlarian seperti itu? Bikin kaget saja!" semprot Sandra yang keluar dari kamar karena mendengar derap langkah yang memburu.Naya tertawa, ia melepaskan handuk di kepalanya dan mengusap rambutnya berulang kali. "Mengulang dari awal itu sangat merepotkan, San. Jadi, sebelum terlambat aku harus mematikannya. Kau mau kubuatkan kopi?"Sandra mengangguk. "Ya ya, kau selalu mempunyai alasan. Tidak seperti dulu.""Memangnya dulu, aku kenapa?" Naya mengerjapkan kedua matanya, berusaha terlihat polos.Sandra memutar kedua bola matanya malas. "Kau ingin aku mengingatkanmu seperti apa dirimu dulu? Aku tak masalah. Coba kita ingat apa yang kau ucapkan ketika--""Berhenti!" Naya nyengir. "Aku bersalah. Aku tak akan berlari seperti itu lagi, kalau tidak kepepet," kat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status