Share

02 | Menahan

Penulis: Rasa
last update Tanggal publikasi: 2020-11-14 15:35:46
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Heart, please don't be broken   02 | Menahan

    Pot-pot bertebaran hampir memenuhi teras. Bungkus-bungkus tanaman pun tak kalah banyaknya tercecer ke mana-mana. Tampaknya orang yang membukanya terburu-buru, atau memang bukan orang yang rapi."Nay! Mana vitamin untuk akarnya!" teriak Sandra yang sedang membawa media tanam. "Lama-lama, punya otot juga nih," keluhnya menaruh cukup keras media tanam ke lantai. "Nay!""Bentar!"Naya berjalan tergopoh-gopoh, tangannya terlebih dahulu terlihat dibandingkan dengan tubuhnya. "Ini! Bisa sabaran enggak?" tanyanya kesal."Lagian, cari vitamin itu aja masa lama. Kan, di atas rak tv."Sontak saja, Naya langsung berkacak pinggang. Dengan menggerakan tangannya, dia berkata, "Kamu pikir, tinggi rak di tv itu berapa, hah?""Enggak setinggi itulah," katanya. Namun, ketika Sandra menoleh ke Naya, mulutnya langsung membentuk huruf o. "Aku lupa kalau kamu terlalu tinggi.""Minta dihajar anak ini ya." Naya mengepalkan tangannya, dan pura-pura marah pada

  • Heart, please don't be broken   01 | Hari yang sangat 'baik'

    Naya buru-buru menghampiri alat pembuat kopi, mematikannya secepat yang ia bisa, lalu memeriksa air di dalam sana. Ia mendesah cukup lega karena dia datang di waktu yang tepat."Untuk apa kau berlarian seperti itu? Bikin kaget saja!" semprot Sandra yang keluar dari kamar karena mendengar derap langkah yang memburu.Naya tertawa, ia melepaskan handuk di kepalanya dan mengusap rambutnya berulang kali. "Mengulang dari awal itu sangat merepotkan, San. Jadi, sebelum terlambat aku harus mematikannya. Kau mau kubuatkan kopi?"Sandra mengangguk. "Ya ya, kau selalu mempunyai alasan. Tidak seperti dulu.""Memangnya dulu, aku kenapa?" Naya mengerjapkan kedua matanya, berusaha terlihat polos.Sandra memutar kedua bola matanya malas. "Kau ingin aku mengingatkanmu seperti apa dirimu dulu? Aku tak masalah. Coba kita ingat apa yang kau ucapkan ketika--""Berhenti!" Naya nyengir. "Aku bersalah. Aku tak akan berlari seperti itu lagi, kalau tidak kepepet," kat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status