Mag-log inPagi-pagi sekali, Lani sudah berada di rumah Ataya. ia mengenakan baju dan celana panjang serta sepatu gunungnya, ia juga membawa carrier yang seukuran dengan Ataya. Tas gunungnya ia taruh menyender di dekat begitu bersampingan dengan milik Ataya dan juga Arki.Lani duduk di ruang tamu sambil menunggu yang lain datang. Ia menyeruput air hangat yang tadi diberikan oleh Ataya sebelum ia kembali ke belakang. Lani memandang ke sekeliling, sudah lama sekali ia tidak berkunjung ke rumah Ataya, mungkin sekitar satu tahun yang lalu, pada saat Ataya libur kuliah juga. Semuanya masih sama seperti dulu.
Sudah dua hari dari pulangnya Bagas, hari ini Ataya sedang mempersiapkan semua perlengkapan untuk iamuncaknanti. Kemarin kakaknya membawa dua carrier yang telah ia sewa, satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi untuk Ataya. Seseorang mengetuk pintu kamarnya.“Dek,” panggil Arki sambil membuka pintu.Ataya menoleh. “Iya.”“Obat-
“Gue gak tahu mau kemana, Gas,” ucap Ataya polos.“Terus dari tadi kita muter-muter itu apa?” tanya Bagas kesal.“Ya udah sih, ini juga jalan-jalan kan namanya,” jawab Ataya acuh.Bagas mendengus kesal. Sekarang ini mereka sedang berada di jalan yang entah mau kemana tujuan mereka. Ataya hanya sesekali memberi petunjuk jalan tanpa tahu mereka akan kemana.
Ataya menekan tombol panggil dihandphone-nya. Ia menunggu sampai pada deringan ketiga panggilan itu diangkat oleh pemiliknya.“Halo.”“Tumben lo udah bangun,” ucap Ataya.“Iya lah, hari ini kan mau main,”jawab Bagas di sebera
Ataya tertidur pulas di atas kasurnya. Dering handphone membangunkannya dari mimpinya. Ia mengerang lalu bangun dan mengambil handphone-nya yang berada di meja belajar.“Ataya, gue udah di jalan mau ke rumah lo,” kata Bagas. Suaranya beradu dengan angin.
Sekitar pukul sembilan, Ataya sudah beres dengan pekerjaan rumahnya. Sekarang ia sedang menyirami tanaman yang berada di pinggir rumah. Ataya menutup setengah selangnya agar ai yang keluar dapat keluar lebih jauh jaraknya. Ia baru tahu pada saat Sekolah Menengah Pertama kalau yang dilakukannya sekarang ini adalah pengaplikasian dari Fisika. Sejak saat itu, ia mulai sedikit menyukai Fisika.Ataya bersenandung pelan, menyanyikan lagu Manuk Dadali yang sering ia dengarkan ketika Sekolah Dasar. Ia menggerak-gerakkan tubuhnya kecil sembari menikmati angin yang masih segar. Beberapa menit kemudian, Ataya berjalan untuk mematikan keran dan menggulu