Chapter: BAB 19Pagi-pagi sekali, Lani sudah berada di rumah Ataya. ia mengenakan baju dan celana panjang serta sepatu gunungnya, ia juga membawa carrier yang seukuran dengan Ataya. Tas gunungnya ia taruh menyender di dekat begitu bersampingan dengan milik Ataya dan juga Arki.Lani duduk di ruang tamu sambil menunggu yang lain datang. Ia menyeruput air hangat yang tadi diberikan oleh Ataya sebelum ia kembali ke belakang. Lani memandang ke sekeliling, sudah lama sekali ia tidak berkunjung ke rumah Ataya, mungkin sekitar satu tahun yang lalu, pada saat Ataya libur kuliah juga. Semuanya masih sama seperti dulu.
Last Updated: 2020-11-04
Chapter: BAB 18Sudah dua hari dari pulangnya Bagas, hari ini Ataya sedang mempersiapkan semua perlengkapan untuk iamuncaknanti. Kemarin kakaknya membawa dua carrier yang telah ia sewa, satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi untuk Ataya. Seseorang mengetuk pintu kamarnya.“Dek,” panggil Arki sambil membuka pintu.Ataya menoleh. “Iya.”“Obat-
Last Updated: 2020-11-04
Chapter: BAB 17“Gue gak tahu mau kemana, Gas,” ucap Ataya polos.“Terus dari tadi kita muter-muter itu apa?” tanya Bagas kesal.“Ya udah sih, ini juga jalan-jalan kan namanya,” jawab Ataya acuh.Bagas mendengus kesal. Sekarang ini mereka sedang berada di jalan yang entah mau kemana tujuan mereka. Ataya hanya sesekali memberi petunjuk jalan tanpa tahu mereka akan kemana.
Last Updated: 2020-11-04
Chapter: BAB 16Ataya menekan tombol panggil dihandphone-nya. Ia menunggu sampai pada deringan ketiga panggilan itu diangkat oleh pemiliknya.“Halo.”“Tumben lo udah bangun,” ucap Ataya.“Iya lah, hari ini kan mau main,”jawab Bagas di sebera
Last Updated: 2020-11-03
Chapter: BAB 15Ataya tertidur pulas di atas kasurnya. Dering handphone membangunkannya dari mimpinya. Ia mengerang lalu bangun dan mengambil handphone-nya yang berada di meja belajar.“Ataya, gue udah di jalan mau ke rumah lo,” kata Bagas. Suaranya beradu dengan angin.
Last Updated: 2020-11-02
Chapter: BAB 14Sekitar pukul sembilan, Ataya sudah beres dengan pekerjaan rumahnya. Sekarang ia sedang menyirami tanaman yang berada di pinggir rumah. Ataya menutup setengah selangnya agar ai yang keluar dapat keluar lebih jauh jaraknya. Ia baru tahu pada saat Sekolah Menengah Pertama kalau yang dilakukannya sekarang ini adalah pengaplikasian dari Fisika. Sejak saat itu, ia mulai sedikit menyukai Fisika.Ataya bersenandung pelan, menyanyikan lagu Manuk Dadali yang sering ia dengarkan ketika Sekolah Dasar. Ia menggerak-gerakkan tubuhnya kecil sembari menikmati angin yang masih segar. Beberapa menit kemudian, Ataya berjalan untuk mematikan keran dan menggulu
Last Updated: 2020-11-02
Chapter: EKSTRA PARTKepada seseorang yang jauh disanaJalan kita yang telah terpisah iniAkan terus berlanjutBagaiana kabarmu?Masih sulit untuk mencintai diri sendiri?
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: BAB 25Bangun kesiangan adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan ketika pagi ini ada kelas pagi yang diisi oleh dosen killer. Ataya buru-buru mengganti bajunya, menyisir, lalu menyemprotkan parfum ke seluruh badannya agar tidak ada bau tak sedap yang muncul karena pagi ini, ia sama sekali tidak mandi pagi.Ataya segera memakai sepatunya lalu mengunci pintu dan berlari ke kampus. Untungnya, kost-annya lumayan dekat dengan kampus, jadi hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di kampus ditambah tiga menit untuk sampai kelas.Ataya sampai di kelas dengan napas ngo
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: BAB 24Ataya meletakkan tasnya di ruang tamu. Ia pergi ke dapur dan menemukan Arki yang sedang sarapan disana. “Ibu udah berangkat, A?” Ataya ikut duduk di kursi meja makan.“Udah tadi. Kamu udah pamitan kan sama ibu?”Ataya menyendok nasi goreng sangku ke dalam piringnya. “Udah, tadi pas subuh.”“Kirain belum.”
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: BAB 23Ataya bersiap-siap. Ia memakai kaus berwarna merah muda, celana kulot berwarna biru pudar dan cardigan lengan panjang berwarna hitam. Ia memakaisling bag-nya lalu menguncir rambutnya seperti biasa. Hari ini cuaca sangat panas, jadi ia memutuskan tidak menggerai rambutnya. Setelah selesai siap-siap, Ataya keluar kamar. Ia berjalan menuju kamar ibunya. Sebelum masuk ia mengetuk terlebih dulu dan setelah suara ibu mempersilakannya masuk ia membuka pintu dan segera masuk ke kamar.“Mau kemana, sih, Bu, memangnya?” tanya Ataya sambil duduk di atas kasur ibunya.
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: BAB 22Pagi menjelang siang, Raha mondar-mandir di kamar Ega sambil tangannya ia sedekapkan seraya berpikir. Haruskah ia pergi menemui Ataya atau tidak sama sekali. Jika ia tidak pergi maka ia tidak bisa menyatakan perasaannya sekali lagi, sedangkan jika ia pergi, ia takut Ataya tidak mau menemuinya.Seseorang membuka pintu kamar, Ega masuk ke kamar. Ia heran melihat Raha yang sedang mondar-madir tidak karuan.“Lo lagi apa, sih?” tanya Ega sambil duduk di atas kasur.
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: BAB 21Sudah beberapa hari Raha tidak bertemu dengan Ataya sejak terakhir kali mereka bertemu pada saat mendaki gunung, padahal ia cukup sering bermain di rumah Ataya bersama Arki dan Ega, tapi Ataya tidak pernah keluar sedikit pun. Seharusnya, sehari setelah muncak Raha sudah pulang, tetapi karena ada satu dan lain hal, maka ia memundurkan kepulangannya. Raha sudah memberitahu orang tuanya bahwa ia akan pulang dua hari lagi.Sekarang ia sedang mengobrol dengan Arki di teras rumah. Hanya berdua. Tidak ada Ega karena dia ada urusan lain.“Ki, gue mau nanya sesua
Last Updated: 2020-09-23