Share

EKSTRA PART

Author: Venus Jingga
last update publish date: 2020-09-23 15:55:27

Kepada seseorang yang jauh disana

Jalan kita yang telah terpisah ini

Akan terus berlanjut

Bagaiana kabarmu?

Masih sulit untuk mencintai diri sendiri?

Mulailah jujur pada dirimu

Rasa takut, kecewa, marah, dan sedih adalah hal wajar bagi setiap raga

Percaya pada dirimu

Pada suatu pertemuan

Saat konjungsi bulan dan venus terlihat

Berharap waktu berhenti detik itu

Jika hati selalu memilih

Maka takdir selalu menentukan

Pada suatu perpisahan

Sebelum mengucapkan selamat tinggal

Aku akan melepas tanganmu

Jika waktu sebecanda itu

Mari kita mulai dari awal lagi

Harapku

~ Aldebaran

Hari ini, Raha libur kuliah. Ia menghabiskan waktunya seharian di rumah. Raha duduk di kursi meja belajarnya. Seperti biasa, ia akan menulis di blognya atau hanya coretan-coretan yang ia simpan di notes laptopnya. Raha sedang mengetik sesuatu di notes-nya. Ia terlihat sedang berpikir keras. Sesekali ia mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja sambil berpikir. Beberapa menit kemudian, Raha merasa sangat haus. Ia memutuskan keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur untuk membuat minuman.

Di laptopnya ia menuliskan sesuatu yang berisi.

Aku selalu berpikir, apa sekarang baik-baik saja?

Atau, semua yang terjadi dulu itu hanya anganku saja?

Mencintai sosok yang sangat dingin, bukankah melelahkan?

Tapi, aku tidak pernah berpikir bahwa itu melelahkan.

Membiarkan dia pergi dan terbang tinggi

Mempercayai bahwa aku telah melepaskannya.

Tapi, takdir selalu mempermainkan seseorang ‘kan?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Let's Watch the Stars Forever   EKSTRA PART

    Kepada seseorang yang jauh disanaJalan kita yang telah terpisah iniAkan terus berlanjutBagaiana kabarmu?Masih sulit untuk mencintai diri sendiri?

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 25

    Bangun kesiangan adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan ketika pagi ini ada kelas pagi yang diisi oleh dosen killer. Ataya buru-buru mengganti bajunya, menyisir, lalu menyemprotkan parfum ke seluruh badannya agar tidak ada bau tak sedap yang muncul karena pagi ini, ia sama sekali tidak mandi pagi.Ataya segera memakai sepatunya lalu mengunci pintu dan berlari ke kampus. Untungnya, kost-annya lumayan dekat dengan kampus, jadi hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di kampus ditambah tiga menit untuk sampai kelas.Ataya sampai di kelas dengan napas ngo

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 24

    Ataya meletakkan tasnya di ruang tamu. Ia pergi ke dapur dan menemukan Arki yang sedang sarapan disana. “Ibu udah berangkat, A?” Ataya ikut duduk di kursi meja makan.“Udah tadi. Kamu udah pamitan kan sama ibu?”Ataya menyendok nasi goreng sangku ke dalam piringnya. “Udah, tadi pas subuh.”“Kirain belum.”

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 23

    Ataya bersiap-siap. Ia memakai kaus berwarna merah muda, celana kulot berwarna biru pudar dan cardigan lengan panjang berwarna hitam. Ia memakaisling bag-nya lalu menguncir rambutnya seperti biasa. Hari ini cuaca sangat panas, jadi ia memutuskan tidak menggerai rambutnya. Setelah selesai siap-siap, Ataya keluar kamar. Ia berjalan menuju kamar ibunya. Sebelum masuk ia mengetuk terlebih dulu dan setelah suara ibu mempersilakannya masuk ia membuka pintu dan segera masuk ke kamar.“Mau kemana, sih, Bu, memangnya?” tanya Ataya sambil duduk di atas kasur ibunya.

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 22

    Pagi menjelang siang, Raha mondar-mandir di kamar Ega sambil tangannya ia sedekapkan seraya berpikir. Haruskah ia pergi menemui Ataya atau tidak sama sekali. Jika ia tidak pergi maka ia tidak bisa menyatakan perasaannya sekali lagi, sedangkan jika ia pergi, ia takut Ataya tidak mau menemuinya.Seseorang membuka pintu kamar, Ega masuk ke kamar. Ia heran melihat Raha yang sedang mondar-madir tidak karuan.“Lo lagi apa, sih?” tanya Ega sambil duduk di atas kasur.

  • Let's Watch the Stars Forever   BAB 21

    Sudah beberapa hari Raha tidak bertemu dengan Ataya sejak terakhir kali mereka bertemu pada saat mendaki gunung, padahal ia cukup sering bermain di rumah Ataya bersama Arki dan Ega, tapi Ataya tidak pernah keluar sedikit pun. Seharusnya, sehari setelah muncak Raha sudah pulang, tetapi karena ada satu dan lain hal, maka ia memundurkan kepulangannya. Raha sudah memberitahu orang tuanya bahwa ia akan pulang dua hari lagi.Sekarang ia sedang mengobrol dengan Arki di teras rumah. Hanya berdua. Tidak ada Ega karena dia ada urusan lain.“Ki, gue mau nanya sesua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status