Home / All / Love is unpredictable / Bab 1 : Tuan? Suami?

Share

Love is unpredictable
Love is unpredictable
Author: indah Puspa

Bab 1 : Tuan? Suami?

Author: indah Puspa
last update publish date: 2020-10-12 14:28:47

"Uugh" Erangan kesakitan terdengar dari bibir tipis merah mudanya. Ghea perlahan membuka matanya. Sinar menyilaukan membuat matanya sedikit menyipit.

Ruangan dominan warna putih hitam memasuki matanya. Mencoba mengangkat tangan kanannya untuk memijat kepalanya yang terasa berat. Kelopak mawar merah jatuh di atas matanya saat Ghea mengangkat tangannya. 

"Mawar?!"

Tangannya yang terangkat turun ke bawah tempat ia berbaring, meraba-raba yang ada di sekitarnya. Ranjang king size yang Ghea tempati, diatasnya bertabur kelopak mawar merah. Meraup beberapa kelopak mawar, matanya menggelap. 

Sial.

Tangannya terkepal erat saat Ghea mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.

Ghea ingat, saat itu dia sedang dalam perjalanan pulang kuliah, dia diculik beberapa pria berpakaian serba hitam. Pukulan ringan di kepalanya membuatnya pingsan. Ghea hanya samar-samar mengingat seorang wanita berpakaian merah bersama para pria itu. Ghea juga mendengar saat wanita itu berbicara tentang pernikahan. 

Matanya terpejam saat Ghea mencoba menggali ingatannya lagi, setelah beberapa saat Ghea merasa kehilangan ingatan setelah dia pingsan. 

Ghea menenangkan pikirannya, untuk saat ini yang lebih penting adalah pergi secepatnya dari ruangan ini. Entah ini di rumah atau di hotel dia harus secepatnya pergi.

Setidaknya Ghea merasakan tidak ada yang salah dengan tubuhnya, hanya gaun pengantin warna merah yang menempel di tubuhnya, yang membuktikan bahwa kata-kata wanita dalam ingatannya tentang pernikahan. Itu benar.

Sepertinya dia sudah menikah, tapi siapa yang dia nikahi? Bahkan dia tidak tahu apa-apa, apakah suaminya mengetahui identitasnya? Apakah pernikahan mereka akan sah, kalau suaminya saja tidak tahu siapa namanya! Pikiran ini hanya membuat otaknya semakin kacau.

Langkah ringan dari luar ruangan terdengar di telinga Ghea. Dia mencoba memperkirakan bahwa setidaknya ada 4 orang yang datang. 

Ghea menstabilkan pikirannya, memejamkan matanya, berpura-pura tidur. Ghea harus tahu situasi apa yang sebenarnya, agar dia bisa pergi dari sini dengan lancar.

Pintu terbuka perlahan.

"Tidak berguna" Lelaki itu begitu melihat keadaan di dalam ruangan, mendengus dan berbalik meninggalkan ruangan. 

Tiga orang yang datang segera berbalik pergi mengikuti di belakangnya, menundukkan kepala, tidak ada satupun yang berani berbicara. Menutup pintu ruangan yang sempat dibukanya tadi. 

Setelah beberapa lama lelaki itu menjauh dari pandangan mata, ketiganya menghela nafas lega, terus mengusap dadanya. Salah satu dari wanita muda itu mencibir "Sebenarnya, siapa gadis yang dibawa Tuan? Bahkan Tuan menikahinya? Beruntung sekali dia".

"Ssstt ... Jaga bicaramu, kita pelayan hanya perlu melakukan tugas kita, jangan ikut campur dengan urusan Tuan, itu bukan hak kita" jelas wanita muda lainnya yang memiliki lesung pipit.

"Sebaiknya kita pergi" lanjutnya langsung menggandeng tangan kedua temannya untuk langsung meninggalkan tempat ini.

Ruangan kembali hening setelah kepergian orang-orang tadi, obrolan di luar pintu yang tadi terdengar kini sudah sepi.

Ghea perlahan membuka matanya, mengingat perkataan tajam dan dingin dari lelaki yang datang tadi, entah kenapa hatinya seperti tertusuk ribuan jarum. 

Apa yang salah? Kenapa hatinya terasa seperti ini? Siapa lelaki itu? Mungkinkah Tuan yang disebut ketiga pelayan tadi itu suaminya? 

Tuan? Suami? Kenapa dari mereka tidak ada yang menyebut namanya? Setidaknya dia bisa mencari ingatan tentang namanya, tapi hanya ada kata Tuan! Huh ... Tuan Siapa? 

Ghea bangkit dari tidurnya, melihat sekeliling ruangan yang dia tempati. Ruangan mewah dengan kombinasi warna putih hitam memancarkan aura dingin dan sepi. Perabotan yang ada dalam ruangan juga sangat mewah. Ghea mendecakkan lidahnya menikmati kemewahan ini. 

Ghea menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran bodohnya mengagumi kemewahan orang lain. Dengan langkah perlahan, Ghea membuka salah satu lemari mewah yang ada di sana. 

Pemandangan isi lemari membuatnya semakin kagum, Ghea tidak sempat menikmatinya, dia harus segera mencari baju untuk mengganti gaun pengantin yang ada di tubuhnya. Tapi tidak ada satupun pakaian wanita di dalam lemari. 

Ghea terus mencari, mengobrak-abrik isi lemari. Kemudian pindah ke lemari di sebelahnya, sampai semua lemari yang ada sudah dibuka semua, tapi Ghea tidak menemukan satupun pakaian wanita. 

Lemari yang semula rapi, kini sudah tidak bisa disebut rapi lagi. Bahkan pakaian mahal yang tersusun rapi dan diseterika kini terlempar dan berserakan di atas ranjang.

Waktunya tidak banyak, Ghea harus segera pergi sebelum Tuan yang menjadi suaminya datang lagi. Tanpa berpikir lagi, Ghea menyambar pakaian pria warna hitam dan membawanya ke kamar mandi. Ghea juga harus merapikan rambutnya, dan menghapus makeup di wajahnya.

......

Di tempat lain.

Suara ketukan jari di atas meja membuat ruangan kerja yang semula hangat, kini terasa dingin. Bahkan tatapan tajam yang dilayangkannya, membuat kelima bodyguard yang berlutut menggigil ketakutan.

"Katakan!" Suara dingin terdengar.

Kelima bodyguard yang masih berlutut saling melirik, mereka tahu apa yang harus dikatakan tapi tidak ada satupun yang berani mengatakannya.

Suara ketukan jari di atas meja kembali terdengar. 

Satu kali. 

Dua kali. 

"Tuan ... " Ketukan ketiga belum jatuh, salah satu dari kelima bodyguard bicara. Mereka tahu jika mereka tidak segera bicara, konsekuensinya akan jauh lebih besar.

"Tuan ... Kami sudah mencari selama dua hari ini, tapi keberadaan Nona muda belum diketahui ... Mohon ampun Tuan?!" 

"Tuan ... Kami mengawasi Nona muda sesuai dengan instruksi anda. Saat itu, kuliah Nona muda sudah selesai, kami mengawasi Nona muda saat keluar. Tapi Tuan, sebuah mobil berwarna merah menghalangi pandangan kami. Ada banyak mobil berwarna merah setidaknya ada tujuh mobil Tuan, mobil merah yang lewat. Setelah mobil merah yang terakhir lewat, Nona muda sudah ada Tuan".

"Benar Tuan ... Mobil merah itu, ada yang aneh Tuan. Kedatangan mobil merah berturut-turut tidak pernah terjadi selama kami mengawasi Nona".

Kelima bodyguard menjelaskan tentang hilangnya Nona muda yang mereka jaga selama ini.

Mobil merah? Ada tujuh mobil merah? Siapa yang bisa kalau bukan ... ?!

"Cukup, aku tahu siapa dalangnya!" Dia tahu, siapa dalang yang berani menggerakkan orangnya. Ingin bermain dengannya? 

Seringai tajam terlukis di bibir tebalnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Love is unpredictable   Bab 2 : Kenapa menikahi saya?

    Ghea merapikan rambut hitamnya yang panjang sekali lagi, menyambar topi hitam di atas meja dan memakainya. Melepas topi, menggulung rambut panjangnya dan memakai topi lagi.Riasan di wajahnya juga sudah hilang, di gantikan dengan wajah halus yang murni sebening giok, sedikit senyum terlihat di bibir merah mudanya."Begini lebih cantik, riasan tadi benar-benar bukan diriku!"Mengangkat kedua tangannya, Kemeja hitam yang Ghea pakai sangat besar dan panjangnya bahkan sampai ke lutut, benar-benar mengubur tubuh mungilnya."Sangat merepotkan".Mengambil nafas pelan."Okay ... Waktunya pergi".Keluar dari kamar mandi, langkah kakinya sangat pelan. Pintu ruangan terbuka sedikit, Ghea mengintip keadaan di luar ruangan.Mulutnya melongo , jantungnya shock, Ghea menekan jantung di dadanya mengusapnya perlahan. Hal-hal yang memasu

  • Love is unpredictable   Bab 1 : Tuan? Suami?

    "Uugh" Erangan kesakitan terdengar dari bibir tipis merah mudanya. Ghea perlahan membuka matanya. Sinar menyilaukan membuat matanya sedikit menyipit.Ruangan dominan warna putih hitam memasuki matanya. Mencoba mengangkat tangan kanannya untuk memijat kepalanya yang terasa berat. Kelopak mawar merah jatuh di atas matanya saat Ghea mengangkat tangannya."Mawar?!"Tangannya yang terangkat turun ke bawah tempat ia berbaring, meraba-raba yang ada di sekitarnya. Ranjang king size yang Ghea tempati, diatasnya bertabur kelopak mawar merah. Meraup beberapa kelopak mawar, matanya menggelap.Sial.Tangannya terkepal erat saat Ghea mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.Ghea ingat, saat itu dia sedang dalam perjalanan pulang kuliah, dia diculik beberapa pria berpakaian serba hitam. Pukulan ringan di kepalanya membuatnya pingsan. Ghea hanya samar-samar mengingat seorang wan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status