LOGINIrisha hanyalah seorang gadis biasa, menjalani kehidupan biasa sesuai dengan rutinitas yang orang lain juga biasa lakukan. Semuanya menjadi tidak lagi biasa, ketika tiba-tiba Irisha terbangun di sebuah hutan aneh, dan disambut dengan seorang manusia yang memiliki badan setengah manusia dan setengah kuda atau Centaur.Di dunia yang disebut Yggdrasil, dunia tempat semua makhluk seperti Elf, Centaur, Nimfa, Dwarf, Fearie, bahkan Werewolf dan Vampire, mereka semua yang selama ini hanya muncul dalam mitologi dan juga menjadi sebatas imajinasi... menjadi kenyataan.Disinilah Irisha terbangun sebagai Isaura Maulvi, gadis dari keluarga Maulvi yang hidup dengan ibunya. Semua tidak sederhana. Karena Isaura Maulvi memiliki takdir tersembunyi. Sebagai salah satu Moiroe. Ketika takdir yang ia genggam membawanya pada pahit manisnya hidup yang tak adil, pertemuan yang tak seharusnya terjadi, penghianatan olehnya yang paling dipercayai, kehilangan dan pengorbanann penuh darah.
View MoreDunia ini disebut Yggdrasil
Di dunia ini terdapat Tiga Dewi yang dianggap sebagai Dewi-nya para dewa.
Mereka dipuja dan dihormati sepenuh hati oleh para Dewa-Dewi di Asgard.
Yang termuda, disebut Nouna, dialah Sang Dewi yang bertugas menentukan takdir Kelahiran.
Yang tertua, disebut Mortha, dialah Sang Dewi yang bertugas menentukan takdir Kematian.
Dan terakhir, Dialah Sang penengah, dia bukanlah yang termuda ataupun yang tertua.
Dialah Lakhesis.
Sang dewi yang bertugas menentukan umur dan takdir serta nasib kehidupan di dunia.
Dia begitu keibuan, dengan kecantikan dan kekuatan serta kebijaksanaan yang selalu menjadi pujaan.
Dia adalah Sang Dewi Utama.
Mereka bersama disebut sebagai
"Sang Pembawa Takdir"
Atau,
'MOIROE'
~~~
Namun, suatu kala Sang Dewi Utama Moiroe
Lakhesis ... menghilang ...
¤¤¤
? HAPPY READING ?"Isaura! Apakah kau baik-baik saja? Apa yang terjadi padamu?!" Neo dengan gusar segera bergerak ke arah ranjang tempat Isaura berbaring dan membuka matanya beberapa saat yang lalu. Sesaat setelah Isaura tidak sadarkan diri Evander segera membawanya menuju kamar miliknya dan membaringkannya disana, mereka semua menunggu dalam cemas dan tidak tenang. Bahkan Neo berkali-kali tidak bisa berhenti untuk berjalan kesana kemari hanya karena khawatir yang dia rasakan tidak bisa dibendung. Isaura terbangun dengan wajah kebingungan, dia tidak merasa terluka sama sekali hanya saja rasa sakit yang sebelumnya menyerang kepalanya masih tertinggal dan memberikan rasa nyeri yang samar, selain itu baginya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. "Aku baik-baik saja. Hanya saja kepalaku terasa sedikit tidak nyaman. Ah! Lalu bagaimana dengan
©©©"Jadi, dimana keberadaan paman Adante sekarang?" Cato bertanya setelah mengalihkan tatapan kekesalannya dari wajah Neo dan Lucien yang tidak bisa bersikap serius sejak tadi. Isaura mengangkat wajahnya dan menjawab, "Paman Adante sedang berada di kamar tamu, bersama dengan ibunda." Cato terdiam sejenak, dia masih mempertimbangkan tentang apakah dia harus menemui paman Adante sekarang atau menunggunya untuk pulih terlebih dahulu. Dia menatap ke arah Isaura untuk bertanya, "Apakah tidak masalah jika aku menemuinya disana? Apakah itu akan mengganggunya?" "Kurasa tidak, paman Adante hanya perlu berisitirahat sambil menunggu tabib, dia pasti tidak akan keberatan untuk menemui kalian. Apalagi kalian mengingat dirinya." Jawab Isaura. Cato memahami perasaan Isaura.
©©©'CKLEKK!'Lucien akhirnya membuka pintu secara perlahan dengan sikap yang waspada, karena mau tidak mau mereka yang tidak diharapkan bisa saja datang dan menyerang tanpa peringatan.ketika pintu belum terbuka sepenuhnya, sebuah gerakan keras tiba-tiba mendorong pintu itu agar segera terbuka."Isaura? Dimana Isaura?!" Wajah panik Neo adalah hal pertama yang tampak setelah pintu itu terdorong dan memperlihatkan siapa tamu yang mereka duga-duga sebelumnya.Seperti yang telah dilihat oleh Lucien sebelumnya, itu adalah Neo dan Cato, dua pengacau di mata seorang Evander.PLAKK!Sebuah pukulan lebih dahulu mendarat di kepala Neo sebelum dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan, "Kau bisa merusa
Dia siapa?Isaura dan bahkan juga Evander dan Lucien memiliki pertanyaan yang sama tentang hal ini, meskipun samar-samar Lucien maupun Evander mungkin mengetahui siapa yang disebut oleh pria bernama Adante itu.Mereka hanya menebak, karena sejarah Dewi Moiroe dengan begitu banyak pengikut juga musuhnya hanya diturunkan dari mulut ke mulut karena hal itu telah terjadi ratusan tahun yang lalu. Mereka tidak bisa mengingat dengan baik siapa "Dia" yang disebutkan oleh pria itu.Tentu saja itu tidak berlaku dengan Jasindha.Dia jelas mengetahui dengan baik siapa yang dimaksud oleh Adante, dia segera memegang tangan Adante yang mencengkram erat pada pergelangan tangannya, "Adante, kau harus tenang."Adante melepaskan tangannya namun dia tetap mengelengkan tangannya, "Bagaimana bisa kau memintaku untuk tenang, kau tahu dengan baik siapa yang aku bi