LOGINMatahari menyinari seorang wanita cantik yang mengenakan baju tidur bermotif penguin . Luna mengerjapkan matanya ketika silaunya matahari mengenai netra hazelnya .
Luna bangkit dan melirik jam , sekarang sudah jam 8 pagi . Luna telat bangun , pasti teman – temannya sudah menunggu di tempat biasa . Ponsel yang tergeletak di nakas segera Luna raih dan membukanya ponselnya begitu banyak notif dan SMS dari teman – temannya .
Luna menyerit pasalnya ada sebuah nomor yang tidak di kenal . Dengan rasa penasaran Luna membuka isi pesan itu .
From : 08××××××××××
Selamat pagi , semoga paginya indah . Kau pasti mempertanyakan siapa aku ! . Aku sudah mengirim foto pada dirimu . Cobalah buka pasti kau akan suka . Aku yakin .
Luna mencari aplikasi SMS yang ada di ponselnya . Ketika ia membukanya . Di sana ada sebuah foto dirinya tengah diikuti oleh tiga orang dengan membawa senjata .
Luna tak menyadari bahkan tak mengetahuinya . Luna semakin tak percaya karena tiga orang yang mengikutinya berniat melakukan hal buruk kepadanya . Dengan nafas tak beraturan Luna menelepon ayahnya , Franco .
" Halo dad ! "
" Ada apa sayang "
"Daddy ada yang mengirimkan sebuah foto , aku diikuti oleh tiga orang tidak dikenal dad . Aku takut ."
" Mungkin Cuma perasaanmu saja ."
" Daddy kau ini apa – apaan . Daddy aku jadi takut untuk pergi ke luar . "
" Kau tidak perlu takut sayang ."
" Is ya sudah lah , aku tutup teleponnya ."
Luna menghembuskan nafasnya dengan pasrah ayahnya tak mempercayainya . Sepertinya Luna tidak akan pergi keluar pagi ini .
Ia akan menemani ibunya di rumah . Luna beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket .
Luna pergi ke lantai dasar mension dan menemukan ibunya sedang di dapur . Luna mengecup pipi ibunya dan mengambil Sandwich yang sudah ibunya sediakan .
Lille tersenyum , pasti kegiatan pagi anaknya itu mengecup pipi ibunya dan langsung melahap Sandwich yang sudah ibunya buatkan .
Luna pergi ke taman belakang , kedua netra hazelnya menangkap seikat bunga mawar yang tergeletak dan sepucuk surat di dalam amplop berwarna merah muda . Luna mengambilnya dan menghirup aroma bunga mawar di pagi hari .
Luna membuka surat yang tadi tersemat dalam bunga . ' buongirno' Luna menyerit . Siapa yang menaruh bunga dan pesan seperti ini . Ia membawa buket bunga dan surat itu ke dalam kamarnya dan menyimpan bunga mawar ke dalam vas bunga yang terletak di balkon kamarnya .
Taylor tersenyum buket bunga yang sudah ia berikan pada Luna , akhirnya Sampai di tangan Luna . Luna menyimpan bunga mawar pemberian Taylor di balkon kamarnya .
Luna tak mengetahui bahwa pengirim bunga itu adalah Taylor . Luna tersenyum untuk yang ke sekian kalinya dan menghirup bau harum bunga mawar dan setelah itu ia pergi ke dalam kamar dan meletakkan surat itu ke dalam sebuah kotak berwarna biru muda . Ia akan menyimpan surat itu dan mencari tahu siapa pengirimnya.
Taylor pergi dari pekarangan rumah keluarga Delaxroix dengan menggunakan mobil Aston Martin Garrix miliknya . Senyuman indah tak lepas dari bibir Taylor pagi ini . Taylor memarkirkan mobilnya ketika ia sudah sampai di perusahaan miliknya .
Langkahnya yang gagah dan elegan menambah kesan mahal dan macho . Taylor berjalan menuju lift yang bertuliskan CEO . Lift itu khusus hanya untuk dirinya , Thomas , Harsha , Azka dan Nick .
Tatapan tajam terus terang arah kala lift mulai naik dan menampilkan pada karyawan yang sedang sibuk bekerja . Taylor berjalan keluar ketika lift sudah sampai pada lantai 40 .
Taylor menatap keramaian kota melalui jendela di ruangan miliknya . Dari atas pemandangan begitu indah dan menyejukkan hati .
Tapi , tidak dengan pikiran karena keramaian kota dan kemacetan kota Jakarta sudah menjadi hidangan pagi hari Bila bekerja .
Tak ada yang Taylor kerjakan di kantor kali ini , karena semua pekerjaan yang sempat ia tinggalkan ke Spanyol sudah selesai ia tangani . Ia hanya akan duduk santai saja sambil menikmati cappucino hangat miliknya .
Taylor melirik ke arah kanan mejanya dan di sana ada sebuah foto wanita cantik dengan balutan Baju lengan panjang dan celana jeans hitam . Gadis itu sangat cantik dan menawan , gadis itu tak lain adalah Luna .
Taylor mungkin sudah gila sampai – sampai ia membuat sebuah galeri yang semua foto Luna . Tidak di rumah dan tidak pula di kantor semuanya Luna , Luna dan Luna .
Taylor meraih ponselnya yang terletak di atas meja . Taylor menekan nomor Luna dan mengetik sebuah pesan lalu mengirimnya .
From : 08××××××××××
Selamat siang sayang ! Semoga harimu menyenang baby . Aku menyayangimu .
Taylor tersenyum ketika pesan yang ia kirim di terima dan di baca oleh Luna . Tapi , Luna tidak membalasnya .
Taylor paham karena Luna tidak dimiliki nomor ponselnya dan menganggap itu adalah nomor asing . Taylor menaruh ponselnya kembali dan menatap langit-langit kantor dengan senyuman yang mengembang .
' you are mine , Luna ' hatinya berteriak gembira . Luna akan segera menjadi miliknya . Tapi , sekarang Luna sedang dekat dengan seorang pria bernama Stevan Roswell .
Pria tampan berdarah campuran Kanada dan Belgia . Wajahnya yang tegas , hidung yang mancung , kulit yang putih , bibir yang tebal dan sedikit merah dan matanya yang berwarna coklat muda . Stevan sangat sempurna di mata Luna . Taylor semakin geram dan membenci Stevan , karena ia sangat dekat dengan Luna .
Taylor sudah menargetkan bahwa Stevan adalah targetnya kali ini . Ia akan menyiksanya dan membuat semua bisnis miliknya bangkrut dan memintanya menjauh dengan sebuah ancaman yang mematikan .
Taylor tak akan diam jika menyangkut Luna , karena Luna segalanya baginya .
Taylor akan menggunakan segala cara untuk membuat Luna menjadi miliknya seutuhnya . Tanpa di paksa Luna akan luluh dengan sendirinya dan menjadi miliknya . Dengan bantuan Franco dan Lille , Luna kan menjadi miliknya .
Dering ponsel mengalihkan khayalan gila Taylor . Nick . Ada apa bocah menelepon .
“ Taylor aku mengirimkan sebuah foto padamu “
Klik
Sebelum Taylor menjawab Nick sudah menutup telepon terlebih dahulu , Taylor menggeram kesal .
" Dasar gada akhlak !! " Taylor menggeram
Ia membuka Email dan ia dapat melihat bahwa Luna sedang bersama seorang pria . Dari arah belakang Luna terlihat sedang berciuman . Posisi keduanya membuat amarah Taylor memuncak dan semakin membenci Stevan , ia kan menghancurkan Stevan dengan segala cara .
Tangannya sudah terkepal indah . Taylor menelepon bodiguard dan menyuruhnya untuk membuntuti Luna bahkan mengirim surat teror untuk Luna . Taylor akan bersenang – senang dulu dengan Luna sebentar saja .
Ia akan membuat skenario bahwa Luna sedang diincar dan diteror . Taylor tersenyum ketika sebuah rencana mulus melintas di otak pintarnya .
Taylor segera menyusun rencana dan mengabari Nick agar segera ke kantor dan mengirim sebuah rencana untuk menghancurkan Stevan Roswell . Taylor tak akan menghancurkan Luna . Tapi , ia akan bermain – main dulu sebentar .
Tatapan Taylor jatuh pada sebuah mobil Aston Martin DB 11 yang sudah pergi dari pekarangan mension . Tangannya terkepal . Hatinya iba , tapi egonya tidak . Taylor sudah sangat sakit , hanya kata maaf yang bisa menyembuhkan luka di hatinya .“ Te asustare “ Taylor tersenyum kecut , jemarinya mengusap wajah Luna . Luna tak menyadari bahwa di kamar Taylor ada bingkai foto dirinya . Taylor meletakkan kembali bingkai foto Luna dan tersenyum dengan devil .Nick masuk , Taylor tetap tidak mengalihkan tatapannya pada Nick . “ ada apa “ Nick duduk dan langsung mengambil anggur yang ada di meja bundar . Taylor menatapnya dengan tajam .“ kita lakukan seperti rencana “ tatapannya kembali pada langit yang mulai mendung , mungkin sebentar lagi akan turun hujan .“ Apa kau gila Taylor ,Luna gadismu “ Nick yang keheranan masih
Wajah Luna sudah pucat pasi , pasalnya teror tersebut masih berlanjut hingga dua hari ini . Ayah dan ibunya sedang pergi ke luar negeri . Stevan sebagai sahabat yang baik ia menginap di mension Luna dan sudah berjanji pada ayahnya .Luna menatap kosong langit malam . Stevan yang melihat itu pun jadi tidak tega . Siapa sebenarnya yang sudah meneror Luna . Stevan tahu bahwa mental Luna sangat lemah . Stevan mendekat ke arah Luna dan mendapati Luna . Tatapan Luna kosong , kemarin ada yang mengirim surat ancaman untuk dirinya .“ ayo masuk Luna , ini sudah sangat malam “ Stevan dengan niat baik mengajak Luna agar masuk ke dalam kamarnya .Udara malam yang dingin tak baik untuk kesehatan . Stevan berpamitan ketika Luna menutup tubuhnya dengan selimut . Luna menangis , ia sangat ketakutan .Luna baru ingat bahwa ia memiliki seorang pelindung ,
Tatapan Taylor jatuh pada sebuah foto yang baru saja bodiguard -nya kirimkan . Rahangnya mengeras , lagi – lagi Luna bersama Stevan Roswell . Ia akan benar – benar menghancurkan pria yang bernama Stevan Roswell .“ Batalkan semua kontrak dengan Roswell corp “ tatapannya tetap Ter – arah pada foto yang lagi - lagi terus di kirim atas perintah darinya .Layar laptop yang lebar memuaskan pandangan tajam Taylor ketika Luna sedang bersama pria lain . Taylor tak suka dan akan memberinya sebuah pelajaran yang setimpal .Taylor menutup laptopnya dengan kasar dan mengusap wajahnya dengan frustasi . Taylor menghembuskan nafasnya dengan pelan dan kemudian memejamkan matanya untuk beberapa saat , lalu berjalan keluar ruangan dan pergi ke parkiran mobil untuk mengambil mobil Aston Martin Garrix miliknya yang sudah terparkir di parkiran khusus petinggi perusahaan .Mobil kel
Matahari menyinari seorang wanita cantik yang mengenakan baju tidur bermotif penguin . Luna mengerjapkan matanya ketika silaunya matahari mengenai netra hazelnya . Luna bangkit dan melirik jam , sekarang sudah jam 8 pagi . Luna telat bangun , pasti teman – temannya sudah menunggu di tempat biasa . Ponsel yang tergeletak di nakas segera Luna raih dan membukanya ponselnya begitu banyak notif dan SMS dari teman – temannya .Luna menyerit pasalnya ada sebuah nomor yang tidak di kenal . Dengan rasa penasaran Luna membuka isi pesan itu .From : 08××××××××××Selamat pagi , semoga paginya indah . Kau pasti mempertanyakan siapa aku ! . Aku sudah mengirim foto pada dirimu . Cobalah buka pasti kau akan suka . Aku yakin .Luna mencari aplikasi SMS yang ada di ponselnya . Ketika ia membukanya . Di sana ada sebuah foto dirinya tengah diikuti oleh tiga orang d
Tatapan Thomas jatuh kepada keadaan sang anak yang berantakan . Anaknya sudah dua hari tidak pulang ke rumah dan berhasil membuat Thomas , Harsha dan Taylor khawatir terhadap dirinya. Tapi Alex selalu menganggap itu hanyalah kebohongan belaka . Ia sangat membenci kakaknya , Taylor selalu mengaturnya .Taylor menatap sang adik dengan menyalang tapi tatapannya Ter kalahkan oleh tatapan lembut sang ibu , Harsha . Harsha mengusap bahu Taylor dengan sayang .Taylor menelusup kan kepalanya pada pelukan hangat ibunya . Harsha terkekeh begitu melihat wajah Thomas yang sudah memerah menahan cemburu . Thomas memalingkan wajahnya begitu Taylor menatapnya dan terkekeh geli .“ Apa Daddy seperti itu dulu , mommy “ Taylor tersenyum dan mengecup pipi Harsha dengan sayang . Harsha tersenyum .Ia mengusap pucuk kepala putranya begitu Taylor kembali menelusup kan kepalanya mencari kehangatan pelukan seorang i
Refand tersenyum dan mengusap bingkai foto Elair , kemudian ia memeluknya dengan erat . Elair masih mengingatnya walaupun usianya sudah tua . Refand tersenyum ternyata putra kandungnya dan Elair kini sudah menjelma sebagai seorang ayah yang sangat tegas dan bijaksana . Refand membuang Thomas karena ia memiliki keputusan lain .Flash back.“ Kau harus nikahi aku Refand “ wajahnya sudah digenangi dengan air mata , wajahnya yang imut dan manis kini berubah menjadi merah . Sarah wanita yang berstatus sebagai istri dari Dean Keif Russel. Sarah kini sedang mengandung anak dari Refand.“ Itu bukan anakku “ Refand membentaknya dengan keras dan ia mendorong bahu sarah dengan kasar . Sarah terhuyung ke belakang dan menangis tersedu-sedu. Tanpa mereka sadari dari balik tembok Dean menguping pembicaraan mereka .Wajah Dean seketika mengencang menahan gejolak amarah yang kin