Se connecterWajah Luna sudah pucat pasi , pasalnya teror tersebut masih berlanjut hingga dua hari ini . Ayah dan ibunya sedang pergi ke luar negeri . Stevan sebagai sahabat yang baik ia menginap di mension Luna dan sudah berjanji pada ayahnya .
Luna menatap kosong langit malam . Stevan yang melihat itu pun jadi tidak tega . Siapa sebenarnya yang sudah meneror Luna .
Stevan tahu bahwa mental Luna sangat lemah . Stevan mendekat ke arah Luna dan mendapati Luna . Tatapan Luna kosong , kemarin ada yang mengirim surat ancaman untuk dirinya .
“ ayo masuk Luna , ini sudah sangat malam “ Stevan dengan niat baik mengajak Luna agar masuk ke dalam kamarnya .
Udara malam yang dingin tak baik untuk kesehatan . Stevan berpamitan ketika Luna menutup tubuhnya dengan selimut . Luna menangis , ia sangat ketakutan .
Luna baru ingat bahwa ia memiliki seorang pelindung , tapi pelindung itu pergi jengah kemana . Kemana perginya sosok pelindungku ? Aku membutuhkan perlindunganmu Taylor ? Kemana kau yang selalu mengecup dahinya ? .
Air mata Luna meluncur dengan sendirinya ketika mengingat nama Taylor . Entah sudah satu bulan lebih pria tampan keturunan Keif Russel itu tidak menunjukkan batang hidungnya .
Luna mengusap air matanya . “ aku ingin ke kediaman keluarga Keif Russel “ dengan tekad yang sudah siap Luna akan mempersiapkan dirinya untuk pagi ini . Kedua kelopak matanya tertutup dan Luna menjelajahi alam mimpi .
Kamar Taylor
Taylor menyesap bir yang ada di genggamannya , mungkin sedikit meminum bir bisa melupakan Luna untuk sejenak . Tapi semakin ia menyesapnya , semakin banyak bayangan Luna yang menghantui dirinya .
Taylor meletakkan botol bir yang sudah kosong . Taylor berjalan ke arah kamar tidurnya dan segera menggulingkan tubuhnya yang leleh . Taylor tertidur tanpa melepaskan pakaiannya . Hingga pagi menjelang .
Pagi
Wajah Luna kini sudah segar dan nampak sangat cantik . Luna sudah bersiap untuk pergi ke kediaman Keif Russel. Luna akan menjemput sosok pelindungnya , yang tak lain sosok penerornya .
Luna berjalan dari lantai dua ke lantai dasar , mension sepi . Stevan sudah pergi bekerja karena semua kerja sama yang sudah ia jalin dengan Keif Russel di batalkan tanpa persetujuan darinya .
Luna berjalan ke arah lantai 4 perkiraan dan menyalakan mesin dan mengeluarkan mobil miliknya . Aston Martin DB 11 milik Luna segera keluar dan meninggalkan pekarangan mension Delaxroix . Mobil milik Luna sudah sampai di parkiran mension .
Luna keluar dari dalam mobil . Para pelayan yang melihat Luna datang dan mempersilahkannya untuk masuk . Luna dapat melihat di ruang tamu ada Thomas , Harsha , Nick , Azka dan Ara . Keluarga Taylor sedang kumpul ternyata .
“ maaf mengganggu “ Luna tersenyum . Harsha menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya . Harsha mengusap wajah Luna dengan lembut .
“ aku ingin sekali memiliki anak perempuan “ Harsha mengusap rambut Luna dengan sayang . “ nanti malam kita cetak bersama – sama “ Thomas mengedipkan sebelah matanya dapat Harsha , dan berhasil membuat gelak tawa .
“ apa Taylor ada “ dengan sopan Luna bertanya pada Harsha . Jadi gadis ini yang sudah membuat putraku murung Harsha tersenyum , pilihan Taylor selalu tepat . Cantik , sopan , ramah dan tak sombong .
“ Taylor ada di kamarnya , sebaiknya kau ke kamarnya saja “ Harsha memanggil satu pelayan untuk mengantarkan Luna menuju kamar Taylor .
Luna berpamitan dan langkahnya kini mulai mengikuti pelayan yang menunjukkan dimana kamar Taylor. Kamar Taylor tertelan di lantai dua dan kamarnya sangat pojok . Ada dua kamar yang saling berhadapan . Kamar Taylor terlihat sangat maskulin .
Luna berterima kasih kepada pelayan tadi , tangannya ragu untuk mengetuk pintu . Luna mencoba untuk mengetuk pintu . Satu kali tidak ada jawaban .
Luna mencoba Lagi , dua kali tidak ada jawaban . Luna mengetuk pintu agak kencang , tapi nihil pemilik Kamar ini tak mau keluar . Dengan langkah berani Luna mendorong pintu yang kebetulan tidak di kunci .
Taylor yang sedang terlelap tidak menyadari kehadiran Luna . Luna mendekat ke arah Taylor , ia mengusap pelan wajah tampan Taylor .
Rahangnya yang tegas , hidungnya yang mancung bulu matanya yang lentik dan bibirnya yang tebal . Luna tersenyum , ternyata sosok pelindungnya kini sedang tertidur dengan lelap . Luna mengusap punggung Taylor dengan lembut .
Taylor merasakan sebuah usapan halus yang mengusap punggungnya . Pasti ibunya , Taylor memeluk seseorang . Luna terkaget karena Taylor tiba – tiba memeluknya dengan erat . Kini Luna sudah dalam rengkuhan hangat Taylor . Taylor mengecup dahi Luna walaupun ia sedang tidur , tapi kesadarannya masih tersadar .
Taylor menghirup parfum yang berbeda , parfum ibunya bukan seperti ini . Wangi parfum ini seperti wangi vanila , Taylor teringat , vanila , vanila dan yang memakai parfum vanila adalah Luna . Mata elangnya seketika terbangun dan mendapati Luna yang sedang tertidur dalam pelukannya .
Seakan terhipnotis dengan wajah cantik Luna , Taylor kembali tertidur dan keduanya tertidur dengan pulas . Harsha dan Thomas datang ke kamar Taylor . Keduanya terkejut karena Luna tertidur dalam dekapan Taylor .
“ sepertinya kita akan segera mendapatkan cucu “ Thomas mengecup Harsha dengan sayang .
Tidak terasa waktu menunjukkan siang hari , tapi kedua insan berbeda jenis kelamin itu sepertinya tidak menunjukkan sikap akan terbangun dari mimpi indahnya .
Luna menggeliat , tapi gerakannya terbatas karena ada sebuah tangan berotot dan besar yang kini sedang memeluknya dari belakang . Hembusan nafas yang teratur selama menggelitik leher jenjang Luna . Luna kembali merapatkan pelukan .
Taylor tersadar ketika Luna membalikkan badannya dan memeluk tubuh tegapnya dengan possesive . Taylor tersenyum kemudian mengeratkan pelukan .
“ Apa kau tidak mau bangun , baby “ kesadaran Luna masih tersisa , kedua kelopak matanya ketika langsung menatap Taylor . Wajahnya yang tampan , Luna membelai wajah Taylor dengan gerakan yang aneh .
“ kenapa kau tidak menggangguku lagi “ Luna semakin menelusup-kan kepala , dada bidang Taylor begitu hangat dan harum .
Luna beranjak dari pelukan Taylor dan terkekeh . “ maaf “ ketika Luna hendak pergi , Taylor kembali menarik pergelangan tangannya dan membuat keseimbangan tubuh Luna oleng dan berakhir di atas ranjang . Dengan posisi Luna di bawah Taylor bisa mengendalikan semuanya .
“ kenapa kau datang ke kandang macan “ Taylor menelusup-kan kepalanya pada leher jenjang Luna . Luna hanya bisa menarik nafasnya , tubuhnya terasa pas . Tubuh Taylor yang atletis dan bagus , sementara tubuh Luna kecil dan mungil .
Luna mendorong dada Taylor dengan kedua pipi yang sudah memerah, Taylor gemas dan langsung menciumnya .
“ ada perlu apa ?” Taylor menatap Luna dengan terapan yang tidak terbaca oleh Luna .
“ sudah dua hari ini ada yang menerorku “ tatapan Luna kini melemah dan di gantikan dengan tangisan kecil , gadisnya sangat rapuh .
Tapi , Taylor tak akan menghancurkan semua rencana yang sudah ia buat , Taylor akan tetap menjalankan rencananya hingga selesai .
“ Siapa yang menerormu “ dengan bodohnya Taylor bertanya , Luna mengerucutkan bibirnya . ‘ aku yang bertanya kenapa dia yang balik bertanya ' hatinya berkecamuk gemas dengan kelakuan Taylor .
“ mereka mengirimkan sebuah kepala kucing dan beberapa surat ancaman “ Taylor mengelus punggung Luna dengan Luna ketika secara tiba – tiba wanita itu memeluknya dengan derai tangis .
“ bantu aku “ Taylor mengusap wajah Luna yang sudah digenangi air mata . Bagaimanapun rencanaku harus berjalan . Hatinya sudah terlanjur sakit bahkan sangat sakit .
Kini Luna sudah masuk perangkapnya , di sini ada seekor singa jantan yang begitu besar bahkan mengalahkan tubuh kecilnya .
“ Mau ya “ Luna menatap Taylor dengan mata yang berlinang . Hatinya tidak tega , tapi egonya sangat besar untuk menyakitinya terlebih dahulu .
Taylor mengecup pipi Luna yang memerah karena tangis , Taylor melenggang pergi ke amar mandi . Rencana harus berjalan , apapun yang terjadi .
Tatapan Taylor jatuh pada sebuah mobil Aston Martin DB 11 yang sudah pergi dari pekarangan mension . Tangannya terkepal . Hatinya iba , tapi egonya tidak . Taylor sudah sangat sakit , hanya kata maaf yang bisa menyembuhkan luka di hatinya .“ Te asustare “ Taylor tersenyum kecut , jemarinya mengusap wajah Luna . Luna tak menyadari bahwa di kamar Taylor ada bingkai foto dirinya . Taylor meletakkan kembali bingkai foto Luna dan tersenyum dengan devil .Nick masuk , Taylor tetap tidak mengalihkan tatapannya pada Nick . “ ada apa “ Nick duduk dan langsung mengambil anggur yang ada di meja bundar . Taylor menatapnya dengan tajam .“ kita lakukan seperti rencana “ tatapannya kembali pada langit yang mulai mendung , mungkin sebentar lagi akan turun hujan .“ Apa kau gila Taylor ,Luna gadismu “ Nick yang keheranan masih
Wajah Luna sudah pucat pasi , pasalnya teror tersebut masih berlanjut hingga dua hari ini . Ayah dan ibunya sedang pergi ke luar negeri . Stevan sebagai sahabat yang baik ia menginap di mension Luna dan sudah berjanji pada ayahnya .Luna menatap kosong langit malam . Stevan yang melihat itu pun jadi tidak tega . Siapa sebenarnya yang sudah meneror Luna . Stevan tahu bahwa mental Luna sangat lemah . Stevan mendekat ke arah Luna dan mendapati Luna . Tatapan Luna kosong , kemarin ada yang mengirim surat ancaman untuk dirinya .“ ayo masuk Luna , ini sudah sangat malam “ Stevan dengan niat baik mengajak Luna agar masuk ke dalam kamarnya .Udara malam yang dingin tak baik untuk kesehatan . Stevan berpamitan ketika Luna menutup tubuhnya dengan selimut . Luna menangis , ia sangat ketakutan .Luna baru ingat bahwa ia memiliki seorang pelindung ,
Tatapan Taylor jatuh pada sebuah foto yang baru saja bodiguard -nya kirimkan . Rahangnya mengeras , lagi – lagi Luna bersama Stevan Roswell . Ia akan benar – benar menghancurkan pria yang bernama Stevan Roswell .“ Batalkan semua kontrak dengan Roswell corp “ tatapannya tetap Ter – arah pada foto yang lagi - lagi terus di kirim atas perintah darinya .Layar laptop yang lebar memuaskan pandangan tajam Taylor ketika Luna sedang bersama pria lain . Taylor tak suka dan akan memberinya sebuah pelajaran yang setimpal .Taylor menutup laptopnya dengan kasar dan mengusap wajahnya dengan frustasi . Taylor menghembuskan nafasnya dengan pelan dan kemudian memejamkan matanya untuk beberapa saat , lalu berjalan keluar ruangan dan pergi ke parkiran mobil untuk mengambil mobil Aston Martin Garrix miliknya yang sudah terparkir di parkiran khusus petinggi perusahaan .Mobil kel
Matahari menyinari seorang wanita cantik yang mengenakan baju tidur bermotif penguin . Luna mengerjapkan matanya ketika silaunya matahari mengenai netra hazelnya . Luna bangkit dan melirik jam , sekarang sudah jam 8 pagi . Luna telat bangun , pasti teman – temannya sudah menunggu di tempat biasa . Ponsel yang tergeletak di nakas segera Luna raih dan membukanya ponselnya begitu banyak notif dan SMS dari teman – temannya .Luna menyerit pasalnya ada sebuah nomor yang tidak di kenal . Dengan rasa penasaran Luna membuka isi pesan itu .From : 08××××××××××Selamat pagi , semoga paginya indah . Kau pasti mempertanyakan siapa aku ! . Aku sudah mengirim foto pada dirimu . Cobalah buka pasti kau akan suka . Aku yakin .Luna mencari aplikasi SMS yang ada di ponselnya . Ketika ia membukanya . Di sana ada sebuah foto dirinya tengah diikuti oleh tiga orang d
Tatapan Thomas jatuh kepada keadaan sang anak yang berantakan . Anaknya sudah dua hari tidak pulang ke rumah dan berhasil membuat Thomas , Harsha dan Taylor khawatir terhadap dirinya. Tapi Alex selalu menganggap itu hanyalah kebohongan belaka . Ia sangat membenci kakaknya , Taylor selalu mengaturnya .Taylor menatap sang adik dengan menyalang tapi tatapannya Ter kalahkan oleh tatapan lembut sang ibu , Harsha . Harsha mengusap bahu Taylor dengan sayang .Taylor menelusup kan kepalanya pada pelukan hangat ibunya . Harsha terkekeh begitu melihat wajah Thomas yang sudah memerah menahan cemburu . Thomas memalingkan wajahnya begitu Taylor menatapnya dan terkekeh geli .“ Apa Daddy seperti itu dulu , mommy “ Taylor tersenyum dan mengecup pipi Harsha dengan sayang . Harsha tersenyum .Ia mengusap pucuk kepala putranya begitu Taylor kembali menelusup kan kepalanya mencari kehangatan pelukan seorang i
Refand tersenyum dan mengusap bingkai foto Elair , kemudian ia memeluknya dengan erat . Elair masih mengingatnya walaupun usianya sudah tua . Refand tersenyum ternyata putra kandungnya dan Elair kini sudah menjelma sebagai seorang ayah yang sangat tegas dan bijaksana . Refand membuang Thomas karena ia memiliki keputusan lain .Flash back.“ Kau harus nikahi aku Refand “ wajahnya sudah digenangi dengan air mata , wajahnya yang imut dan manis kini berubah menjadi merah . Sarah wanita yang berstatus sebagai istri dari Dean Keif Russel. Sarah kini sedang mengandung anak dari Refand.“ Itu bukan anakku “ Refand membentaknya dengan keras dan ia mendorong bahu sarah dengan kasar . Sarah terhuyung ke belakang dan menangis tersedu-sedu. Tanpa mereka sadari dari balik tembok Dean menguping pembicaraan mereka .Wajah Dean seketika mengencang menahan gejolak amarah yang kin