LOGINSuasana pagi di mension keluarga Keif Russel masih terasa canggung karena semua orang yang sedang sarapan menampilkan wajah yang datar . Wajah datar sudah menjadi ciri khas dari Thomas dan Taylor bahkan wajahnya sangat datar sedatarnya. Tak ada senyuman di pagi hari , mension yang dulunya hangat oleh senyuman dan tawa sekarang mencekam karena insiden kemarin yang sudah merenggut nyawa bodiguard sebanyak 20 orang .
Thomas keheranan anak yang satu lagi belum juga pulang . Harsha hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan pasrah atas semua yang terjadi . Ara terlihat sangat murung dan tak mau mengangkat wajah cantiknya . Thomas semakin geram karena sarapan ini tak ada yang mau angkat bicara .
Brakk !!
Semua orang yang ada di meja makan terkejut karena gebrakan yang Thomas timbulkan , sorot matanya satu per satu meneliti semua orang yang sedang menatapnya kecuali putranya , Taylor . Taylor tetap saja santai dan memakan sarapannya dengan tenang .
“ jangan menatapku seperti itu dad “ ucap Taylor dengan santai , tatapan menyalang terus terarah untuk dirinya dari Thomas . Thomas mengatur nafasnya dan kembali duduk dengan tenang .
Taylor menyudahi sarapannya dan tak lama semuanya menyusul dirinya menuju ruang tamu . Berita pagi ini yang sangat menggemparkan . Lagi dan lagi keluarga Keif Russel terus di serang oleh musuh yang sudah lama tidak muncul ke permukaan .
Keadaan mension sudah sangat kacau bahkan banyak properti mahal yang hancur . Para penjaga atau yang disebut dengan bodiguard juga ada yang kehilangan nyawanya karena untuk mengabdi kepada keluarga Keif Russel . Cukup sekian berita pagi ini . Taylor menghembuskan nafasnya , kenapa berita ini sampai di tangan media .
Thomas semakin mengusap wajahnya dengan kasar . Keluarga ini kembali pada titik paling hancur setelah sekian lamanya . Harsha hanya bisa menyandarkan kepalanya pada dada bidang Thomas . Thomas mengelusnya dengan lembut dan sesekali mengecupnya dengan sayang.
Taylor dan Nick berjalan beriringan dengan wajah yang datar tanpa senyum dan ekspresi . Taylor mengambil kunci mobil Lamborghini Veneno roadster miliknya yang bergantung dalam lemari kaca magnet .
Taylor meninggalkan pekarangan dan menuju tempat stasiun TV yang telah berani menayangkan berita semalam .
Wajah Taylor sudah sangat mengeras bahkan otot-otot-Nya sudah tercatat sangat jelas . Rahang yang kokoh dan sudah mengeras menahan amarahnya . Dan ekspresi wajah yang sangat datar , tangannya memegang kemudi mobil dengan sangat kencang dan kuat .
Tatapan Nick hanya bisa terarah pada ponsel yang sedang ia pegang . Nick menunjukkan lokasinya dan seketika Taylor menancap gas dengan sangat kencang . Nick menyerit dan menatap Taylor dalam - dalam . Merasa di pandangi Taylor berbalik dan mendapati Nick yang menatapnya dengan tatapan aneh .
“ Ada apa “ Taylor kembali pada kemudi dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang .
“ stasiun TV yang menayangkan berita semalam milik kakek-Mu Taylor “ seketika Taylor langsung mengerem dan mengakibatkan kening Nick yang langsung terhantuk oleh dasbor mobil .
“ jangan bercanda Nick “ tatapan yang tadinya lembut sekarang menjadi tatapan menyalang dan membunuh .
“ Shit “ Taylor memukul setir dengan kencang . Taylor menghembuskan nafasnya dan menutup matanya dengan pelan , kemudian memutar kemudi ke arah mension . Nick keheranan dengan sifat dan kelakuan Taylor yang tak mudah di tebak .
“ kenapa putar balik “ tatapan Taylor meraih menajam dan menatap Nick tanpa senyuman , kemudian tatapannya terarah pada jalan raya yang lenggang .
Nick mengembuskan nafasnya dan memutar bola matanya dengan malam . Salah satu sifat Taylor yang dingin bahkan sedingin kutub Utara . Nick turun begitu mobil Lamborghini Veneno roadster milik Taylor sudah memasuki wilayah mension dan memarkirkan mobilnya pada lantai 8 .
Thomas yang hendak naik ke lantai dua berhenti sejenak dan menatap anaknya yang menatap dirinya dengan menyalang . Thomas pasrah , pasti anaknya sedang merencanakan sesuatu . Nick muncul tak lama , Thomas menatap Nick dengan heran . Mau tak mau Nick menjelaskan kejadian di mobil .
“ Apa!! “ suara Thomas begitu melengking dan kencang . Thomas mengepalkan tangannya dengan kencang .
Thomas ingin sekali menghancurkan pria bernama Refand Smith yang tak lain adalah ayah kandungnya . Refand yang dulunya meninggalkannya dan sekarang kembali dengan membawa dendam atas kematian kedua anaknya .
Thomas semakin tidak mengerti bagaimana Marco dan Eve menjadi anak kandung dari ayahnya , Refand . Pikiran yang kacau telah berhasil memecah konsentrasi seorang Thomas .
Thomas akan menyelidiki sebenarnya ada kaitan apa Marco , Eve dan Refand . Apa benar Marco dan Eve adalah anak kandung dari Refand . Thomas semakin membenci ayahnya .
Kamar Taylor
Taylor mengerjapkan matanya , kakeknya masih hidup dan kini kembali dengan membawa bencana pada keluarga anaknya sendiri . Air mata Taylor seketika lolos , keluarga Keif Russel kembali pada titik di mana paling lemah dan hancur .
Suara pintu di buka tak lepas dari pendengaran Taylor . Ia mengusap sisa air mata yang menggenangi pelupuk matanya. Nick tersenyum walaupun dengan terpaksa .
Taylor hanya menatapnya dengan datar dan kemudian tersenyum . Rencana yang sudah ia susun dengan rapi sekarang sudah berantakan .
Pikirannya kacau ia harus membalas perbuatan kakeknya . apa harus duduk diam menyaksikan banyak orang yang terluka bahkan tewas demi mengabdi pada keluarga Keif Russel.
“ Apa sebaiknya kita bicarakan dengan uncle Thomas “ Nick menatap langit sore hari yang hampir ditutupi oleh awan . Siang akan berganti malam tetapi keluarga Keif Russel masih saling canggung dan terguncang atas kejadian kemarin .
Taylor pergi dari kamarnya bersama Nick dan berjalan menuju ruang kerja milik ayahnya . Thomas yang sedang mengusap dahinya karena pusing langsung mengalihkan tatapannya begitu melihat anak dan keponakan -nya ada di sini .
“ Dad , pemilik stasiun TV itu adalah kakek Refand “ tatapan Thomas langsung menajam dan ia bangkit dari duduknya dengan menatap tajam anaknya .
“ jangan kau sebut ia kakek “ Thomas berusaha menetralkan amarahnya yang sudah memuncak .
Thomas hanya menghela nafasnya dengan kasar dan membanting tubuhnya dengan kasar pada singgel sofa . Nick menatap Thomas dengan tatapan kasihan .
Walaupun Thomas sudah tidak muda lagi tapi sifat keras dan dinginnya masih melekat dalam dirinya. Taylor yang sangat mirip dengan ayahnya , Thomas . Dingin , angkuh dan tak mau mengalah semua sifat itu diturunkan oleh Thomas . Berbeda dengan Alex .
Alex lebih memiliki kecenderungan sifat yang sangat brengsek seperti Thomas . Tapi Taylor dan Alex juga memiliki sifat yang lembut dan manja yang diturunkan oleh ibunya , Harsha .
Taylor hanya bisa menatap ayahnya dengan sendu , Thomas terlihat begitu kacau dan hancur . Masa lalunya kini kembali dan membawa bencana kepada keluarganya .
Thomas tak akan pernah diam ia akan menyelidiki ada apa ini sebenarnya . Thomas tak akan sendirian ada Azka , Taylor dan juga Nick . Walaupun Thomas bisa saja menyewa seorang detektif , tapi ia lebih memilih menyelidikinya sendiri .
Kamar Thomas & Harsha .
Harsha menatap pemandangan kota yang sudah di terbangi oleh lampu malam . Angin malam yang begitu dingin berhasil membuat Harsha tersenyum . Harsha merasa bahwa ponsel yang ada di saku menyelanya bergetar .
From
+62×××××××××××
Halo menantuku ! . Aku akan menghancurkan suamimu , karena ia sudah menghabisi anak anakku . Tunggu saja balas dendam ku . Dan kau tunggu kematian suamimu dan anak anakmu nanti . Nyawa di bayar nyawa.
R, S.
Tubuh Harsha gemetar dan ia refleks menjatuhkan ponselnya dari arah pintu Thomas dan Taylor berjalan dengan sedikit tergesa gesa .
Thomas menangkap tubuh Harsha dan seketika tangisan Harsha pecah . Tatapan Taylor ter-arah pada ponsel Harsha yang jatuh . Taylor mengambilnya dan membaca pesan singkat yang Refand kirim untuk meneror Harsha . Taylor menggertak giginya rahangnya sudah sangat mengeras .
Thomas mengalihkan tatapannya pada Taylor dan seketika sadar bahwa Taylor sedang memegang ponsel .
Thomas merampas ponsel yang ada di genggaman Taylor dan membaca pesan singkat dari Refand dengan tergesa gesa . Rahangnya mengeras dan tatapan keduanya bertemu . Tatapan elang yang begitu tajam dan menusuk .
Taylor meninggalkan kamar Thomas dengan perasaan marah . Taylor membanting pintu kamar dengan kencang dan berteriak dengan kencang otot - otot bisep-nya sudah tercetak jelas di balik jas berwarna biru tua .
Taylor menatap tajam wajah yang ada di dalam bingkai foto . Di sana ada foto Refand , anak laki - laki dan anak perempuan yang sepertinya masih sangat kecil dan imut . Tapi di sana tidak ada foto ibu dari anak - anak yang Refand gandeng .
Api dendam dan permusuhan sudah berkobar dalam jiwa dan hati Taylor . Ternyata masih ada yang berani kepada keluarganya .
The Keif Russel sangat berpengaruh di dunia bisnis dan perindustrian . Keluarga yang berada di posisi pertama sebagai keluarga terkaya dan berpengaruh di dunia , nomor satu .
Taylor beranjak dan berdiri dan menghadap pada sebuah bingkai foto yang sangat besar . Di sana ada Thomas , Harsha , Azka , Ara , Elair , bibi Rossi , Taylor , Nick dan Alex. Mereka melakukan foto keluarga .
Taylor mengusap foto di bagian foto bibi Rossi , bibi tersayangnya sudah pergi meninggalkan keluarga ini untuk selama lamanya .
Bibi Rossi mengorbankan nyawanya untuk melindungi Taylor . Rossi pergi dengan tersenyum ke-arah Taylor . Taylor yang tak terima atas kematian bibinya , ia bertekad akan melindungi keluarganya apa pun yang terjadi . Meski ia harus mempertaruhkan nyawanya.
Keluarga ini sangat berarti baginya bahkan sangat berarti . Taylor beruntung bisa dilahirkan dari rahim Harsha . Keluarga ini sangat menyayanginya dan memberikan yang ia mau .
Taylor dapat memiliki semua senjata milik ayahnya karena berkat latihan yang keras dan keras kepalanya ingin memiliki senjata - senjata yang Thomas koleksi .
Taylor selalu tersenyum begitu mengingat masa kecilnya yang konyol dan sangat - sangat keras kepala . Taylor tak pernah melepaskan mainan yang sudah menjadi kesukaannya.
Ia rela membuat adik kecilnya menangis dengan kencang demi mainan yang bibi Rossi berikan kepadanya . Bahkan semua mainan yang bisa bibi Rossi ia simpan dalam lemari kaca yang dilengkapi dengan sidik jari .
Senyuman Taylor seketika luntur begitu ia berbalik dan melihat foto Refand dan anak anaknya . Wajahnya kembali mengeras dan menahan emosi .
Taylor menarik laci menjadi rias, ia mengambil spidol berwarna merah dan mencoret wajah kedua anak anaknya . Karena anak anaknya sudah mati di tangan ayahnya , Thomas .
Sekarang giliran ayahnya yang harus mati di cucunya sendiri . Taylor sempat sakit hati karena kakek Refand tidak mengakui Thomas sebagai anaknya .
Tatapan Taylor jatuh pada sebuah mobil Aston Martin DB 11 yang sudah pergi dari pekarangan mension . Tangannya terkepal . Hatinya iba , tapi egonya tidak . Taylor sudah sangat sakit , hanya kata maaf yang bisa menyembuhkan luka di hatinya .“ Te asustare “ Taylor tersenyum kecut , jemarinya mengusap wajah Luna . Luna tak menyadari bahwa di kamar Taylor ada bingkai foto dirinya . Taylor meletakkan kembali bingkai foto Luna dan tersenyum dengan devil .Nick masuk , Taylor tetap tidak mengalihkan tatapannya pada Nick . “ ada apa “ Nick duduk dan langsung mengambil anggur yang ada di meja bundar . Taylor menatapnya dengan tajam .“ kita lakukan seperti rencana “ tatapannya kembali pada langit yang mulai mendung , mungkin sebentar lagi akan turun hujan .“ Apa kau gila Taylor ,Luna gadismu “ Nick yang keheranan masih
Wajah Luna sudah pucat pasi , pasalnya teror tersebut masih berlanjut hingga dua hari ini . Ayah dan ibunya sedang pergi ke luar negeri . Stevan sebagai sahabat yang baik ia menginap di mension Luna dan sudah berjanji pada ayahnya .Luna menatap kosong langit malam . Stevan yang melihat itu pun jadi tidak tega . Siapa sebenarnya yang sudah meneror Luna . Stevan tahu bahwa mental Luna sangat lemah . Stevan mendekat ke arah Luna dan mendapati Luna . Tatapan Luna kosong , kemarin ada yang mengirim surat ancaman untuk dirinya .“ ayo masuk Luna , ini sudah sangat malam “ Stevan dengan niat baik mengajak Luna agar masuk ke dalam kamarnya .Udara malam yang dingin tak baik untuk kesehatan . Stevan berpamitan ketika Luna menutup tubuhnya dengan selimut . Luna menangis , ia sangat ketakutan .Luna baru ingat bahwa ia memiliki seorang pelindung ,
Tatapan Taylor jatuh pada sebuah foto yang baru saja bodiguard -nya kirimkan . Rahangnya mengeras , lagi – lagi Luna bersama Stevan Roswell . Ia akan benar – benar menghancurkan pria yang bernama Stevan Roswell .“ Batalkan semua kontrak dengan Roswell corp “ tatapannya tetap Ter – arah pada foto yang lagi - lagi terus di kirim atas perintah darinya .Layar laptop yang lebar memuaskan pandangan tajam Taylor ketika Luna sedang bersama pria lain . Taylor tak suka dan akan memberinya sebuah pelajaran yang setimpal .Taylor menutup laptopnya dengan kasar dan mengusap wajahnya dengan frustasi . Taylor menghembuskan nafasnya dengan pelan dan kemudian memejamkan matanya untuk beberapa saat , lalu berjalan keluar ruangan dan pergi ke parkiran mobil untuk mengambil mobil Aston Martin Garrix miliknya yang sudah terparkir di parkiran khusus petinggi perusahaan .Mobil kel
Matahari menyinari seorang wanita cantik yang mengenakan baju tidur bermotif penguin . Luna mengerjapkan matanya ketika silaunya matahari mengenai netra hazelnya . Luna bangkit dan melirik jam , sekarang sudah jam 8 pagi . Luna telat bangun , pasti teman – temannya sudah menunggu di tempat biasa . Ponsel yang tergeletak di nakas segera Luna raih dan membukanya ponselnya begitu banyak notif dan SMS dari teman – temannya .Luna menyerit pasalnya ada sebuah nomor yang tidak di kenal . Dengan rasa penasaran Luna membuka isi pesan itu .From : 08××××××××××Selamat pagi , semoga paginya indah . Kau pasti mempertanyakan siapa aku ! . Aku sudah mengirim foto pada dirimu . Cobalah buka pasti kau akan suka . Aku yakin .Luna mencari aplikasi SMS yang ada di ponselnya . Ketika ia membukanya . Di sana ada sebuah foto dirinya tengah diikuti oleh tiga orang d
Tatapan Thomas jatuh kepada keadaan sang anak yang berantakan . Anaknya sudah dua hari tidak pulang ke rumah dan berhasil membuat Thomas , Harsha dan Taylor khawatir terhadap dirinya. Tapi Alex selalu menganggap itu hanyalah kebohongan belaka . Ia sangat membenci kakaknya , Taylor selalu mengaturnya .Taylor menatap sang adik dengan menyalang tapi tatapannya Ter kalahkan oleh tatapan lembut sang ibu , Harsha . Harsha mengusap bahu Taylor dengan sayang .Taylor menelusup kan kepalanya pada pelukan hangat ibunya . Harsha terkekeh begitu melihat wajah Thomas yang sudah memerah menahan cemburu . Thomas memalingkan wajahnya begitu Taylor menatapnya dan terkekeh geli .“ Apa Daddy seperti itu dulu , mommy “ Taylor tersenyum dan mengecup pipi Harsha dengan sayang . Harsha tersenyum .Ia mengusap pucuk kepala putranya begitu Taylor kembali menelusup kan kepalanya mencari kehangatan pelukan seorang i
Refand tersenyum dan mengusap bingkai foto Elair , kemudian ia memeluknya dengan erat . Elair masih mengingatnya walaupun usianya sudah tua . Refand tersenyum ternyata putra kandungnya dan Elair kini sudah menjelma sebagai seorang ayah yang sangat tegas dan bijaksana . Refand membuang Thomas karena ia memiliki keputusan lain .Flash back.“ Kau harus nikahi aku Refand “ wajahnya sudah digenangi dengan air mata , wajahnya yang imut dan manis kini berubah menjadi merah . Sarah wanita yang berstatus sebagai istri dari Dean Keif Russel. Sarah kini sedang mengandung anak dari Refand.“ Itu bukan anakku “ Refand membentaknya dengan keras dan ia mendorong bahu sarah dengan kasar . Sarah terhuyung ke belakang dan menangis tersedu-sedu. Tanpa mereka sadari dari balik tembok Dean menguping pembicaraan mereka .Wajah Dean seketika mengencang menahan gejolak amarah yang kin