로그인Erland Christopher, seorang pria kaya raya dengan segala kekuasaan mutlak yang dimilikinya. Perusahaannya yang meraih kesuksesan dengan jumlah aset terbesar no 1 dinegaranya. Tampan dan berwibawa. Membuatnya menjadi incaran para wanita. Namun tak sedikit pun Erland tertarik dengan hasrat kepada seorang wanita. Hingga suatu waktu dimana dirinya memiliki rasa obsesi cinta yang begitu besar, hasrat dan hawa nafsu yang begitu tak terkendalikan. Mencintai seorang gadis yang telah dimiliki oranglain. Dengan penuh paksa dan kekerasan. Erland berusaha merebut gadis itu dari kekasihnya dan menjadikan gadis itu menjadi dalam pelukannya. Seorang gadis yang telah mengambil alih hatinya.
더 보기Erland mengutak atik ponselnya mencari nama Egrad. Setelah menemukannya ia menekan logo panggilan."Hallo Tuan! Ada yang bisa saya bantu?" saut Egrad disebrang telpon."Aku punya tugas untukmu!" seru Erland."Apa Tuan?""Datanglah kerumahsakit sentra medika! Lalu tanyakan pada administrasi pasien bernama David! Setelah itu jaga dia! David adik dari Callista. Kau lindungi dia! Jangan sampai terjadi apapun padanya!" ujar Erland."Baik Tuan""Satu lagi! Jika ada pria bernama Alvis disana, kau singkirkan saja dia. Bawa dia pergi sejauh mungkin. Tapi jangan sampai melukainya! Apa kau mengerti!?!" ucap Erland lagi."Akan saya tuntaskan dengan baik""Bagus!" tutup Erland sebelum telpon terpu
Setelah sampai diparkiran rumahsakit. Callista melirik Erland sejenak sebelum akhirnya berucap."Aku akan menemui David" ucap Callista."Aku ikut bersamamu" ujar Erland. Ia memegang tangan Callista yang hendak membuka handel mobil."Tidak. Kau tunggu saja disini! Atau jika kau ingin pergi maka pergilah!" ketus Callista. Lalu tangannya membuka handel mobil dan berjalan menuju koridor rumahsakit. Erland hanya menatapnya lalu kembali membuang nafasnya kasar.Sementara Callista sudah berada didalam ruang rawat David. Ia mendapati seorang pria duduk disamping bagsal yang digunakan David. Ternyata pria itu adalah Alvis. Alvis menoleh menatap Callista ketika mendengar suara pintu terbuka."Kau masih ada disini?" ujar Callista. Kakinya tergerak mendekati Alvis. Alvis yang mendapat pertanya
"Aku akan mengantarkanmu pulang" ucap Erland. Ia bangkit berdiri dan meraih tangan Callista."Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri" tolak Callista. Ia bangkit berdiri disebelah Erland dan menepis tangan pria itu yang menggenggam pergelangan tangannya."Kau tidak membawa mobil" ucap Erland kembali."Aku punya uang untuk naik taxi" Callista melangkah pergi meninggalkan Erland. Namun lagi lagi langkahnya terhenti karena Erland kembali mencekal kuat pergelangan tangan Callista saat gadis itu hendak membuka handel pintu."Aku akan mengantarmu" ujar Erland."Sudah ku bilang tidak perlu!" keukeuh Callista."Kenapa? Apa karena kau ingin menemui pria itu terlebih dulu?" ucap Erland. Ia mengepalkan sebelah tangannya kuat.
Didalam ruangan Egrad. Erland nampak menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Pria itu menopangkan salah satu kakinya pada kaki lain. Hingga sebuah ketukan pintu yang keras menyadarkannya. Erland mendongakkan kepalanya menatap kearah pintu."Masuklah!" titahnya. Lalu muncul Callista dengan wajah memerahnya. Gadis itu berjalan mendekati Erland kearah sofa."Ada apa kemari?" ucap Erland. Ia menatap Callista sekilat, lalu memalingkan wajah."Kau yang memintaku kemari!" balas Callista dengan suara tingginya."Pelankan suaramu!" Erland menatap Callista tajam."Katakan to the pointnya! Kenapa kau memanggilku kemari?!""Duduklah disebelahku!" titah Erland. Ia menunjuk sofa kosong disampingnya dengan sorotan mata."Den