Share

Lunch

last update publish date: 2020-08-10 23:56:02
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Obsession love    Get rid of

    Erland mengutak atik ponselnya mencari nama Egrad. Setelah menemukannya ia menekan logo panggilan."Hallo Tuan! Ada yang bisa saya bantu?" saut Egrad disebrang telpon."Aku punya tugas untukmu!" seru Erland."Apa Tuan?""Datanglah kerumahsakit sentra medika! Lalu tanyakan pada administrasi pasien bernama David! Setelah itu jaga dia! David adik dari Callista. Kau lindungi dia! Jangan sampai terjadi apapun padanya!" ujar Erland."Baik Tuan""Satu lagi! Jika ada pria bernama Alvis disana, kau singkirkan saja dia. Bawa dia pergi sejauh mungkin. Tapi jangan sampai melukainya! Apa kau mengerti!?!" ucap Erland lagi."Akan saya tuntaskan dengan baik""Bagus!" tutup Erland sebelum telpon terpu

  • Obsession love    unconscious

    Setelah sampai diparkiran rumahsakit. Callista melirik Erland sejenak sebelum akhirnya berucap."Aku akan menemui David" ucap Callista."Aku ikut bersamamu" ujar Erland. Ia memegang tangan Callista yang hendak membuka handel mobil."Tidak. Kau tunggu saja disini! Atau jika kau ingin pergi maka pergilah!" ketus Callista. Lalu tangannya membuka handel mobil dan berjalan menuju koridor rumahsakit. Erland hanya menatapnya lalu kembali membuang nafasnya kasar.Sementara Callista sudah berada didalam ruang rawat David. Ia mendapati seorang pria duduk disamping bagsal yang digunakan David. Ternyata pria itu adalah Alvis. Alvis menoleh menatap Callista ketika mendengar suara pintu terbuka."Kau masih ada disini?" ujar Callista. Kakinya tergerak mendekati Alvis. Alvis yang mendapat pertanya

  • Obsession love    hard slap

    "Aku akan mengantarkanmu pulang" ucap Erland. Ia bangkit berdiri dan meraih tangan Callista."Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri" tolak Callista. Ia bangkit berdiri disebelah Erland dan menepis tangan pria itu yang menggenggam pergelangan tangannya."Kau tidak membawa mobil" ucap Erland kembali."Aku punya uang untuk naik taxi" Callista melangkah pergi meninggalkan Erland. Namun lagi lagi langkahnya terhenti karena Erland kembali mencekal kuat pergelangan tangan Callista saat gadis itu hendak membuka handel pintu."Aku akan mengantarmu" ujar Erland."Sudah ku bilang tidak perlu!" keukeuh Callista."Kenapa? Apa karena kau ingin menemui pria itu terlebih dulu?" ucap Erland. Ia mengepalkan sebelah tangannya kuat.

  • Obsession love    a disclosure

    Didalam ruangan Egrad. Erland nampak menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Pria itu menopangkan salah satu kakinya pada kaki lain. Hingga sebuah ketukan pintu yang keras menyadarkannya. Erland mendongakkan kepalanya menatap kearah pintu."Masuklah!" titahnya. Lalu muncul Callista dengan wajah memerahnya. Gadis itu berjalan mendekati Erland kearah sofa."Ada apa kemari?" ucap Erland. Ia menatap Callista sekilat, lalu memalingkan wajah."Kau yang memintaku kemari!" balas Callista dengan suara tingginya."Pelankan suaramu!" Erland menatap Callista tajam."Katakan to the pointnya! Kenapa kau memanggilku kemari?!""Duduklah disebelahku!" titah Erland. Ia menunjuk sofa kosong disampingnya dengan sorotan mata."Den

  • Obsession love    change of attitude

    Selama beberapa detik mereka masih saling menatap satu sama lain. Suasana masih hening tanpa ada yang memulai pembicaraan. Pria dibalik pintu tadi melangkah maju mendekati Callista."Alvis, kau ada disini? Aku senang sekali kau datang kemari" Callista menggerakkan kedua tangannya merangkul Alvis dalam pelukannya. Alvis yang mendapat pelukan Callista balas memelukannya."Aku fikir kau tak ada disini?" ucap Alvis melepaskan tangan Callista yang masih memeluknya erat."Tadinya aku juga tak akan menemui David. Sebenarnya aku sudah dapat pekerjaan. Dan hari ini pun aku sedang dalam jam kerja. Tapi atasanku begitu baik padaku. Ia mengizinkanku pergi menemui David. Bahkan ia sendiri yang mengantarkanku kemari" ucap Callista berbinar. Mencetak seutas senyum dikedua sudut bibirnya."Baiklah" tersenyum tipis.

  • Obsession love    Lunch

    Jam istirahat diperusahaan itu telah tiba waktunya. Erland menghampiri Callista dimejanya. Karena sejam yang lalu Callista telah usai mengerjakan tugas yang diberikan Erland."Callista ayo!" ucap Erland. Callista sontak menatapnya."Kemana Pa?" menatap heran kearah Erland."Pergi makan siang! Ayolah!" ucap Erland lagi. Callista mengangguk, lalu bangkit dari duduknya mengikuti langkah Erland."Siapkan mobilku! Sekarang!" ucap tegas Erland pada satpam disana.Lalu tak lama kemudian satpam itu datang dengan mobil yang dikemudinya. Memarkirkannya dihadapan Erland.Erland masuk kedalam mobil bersamaan dengan Callista setelah mendapat kunci mobil yang diberikan satpam tadi. Ia lalu menancapkan mesin mobil dan melaju keluar gerbang. Selama diperjalanan m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status