LOGIN"Davina, saya ganteng, kan?!" "Iya, Bos." _____ "Davina, tolong beliin saya obat perangsang!" "Oke, Bos!" ____ "Davina, saya hamilin kamu ya kalau jadwal saya gak kamu atur dengan benar!" "Ok-- eh, apa-apan Bos!!" Bos ganteng, tampa istri. Banyak permintaan, dan super aneh. Jangan lupakan satu hal, mesumnya Naudzubillah! This story is the weirdest story between a boss and a secretary Davina Liandra, tidak pernah menyangka akan bekerja dengan Bos Gaje, super Mesum dan licik. Menjadikan kelemahannya sebagai kartu As yang dimiliki oleh Bos itu. Davina harus mau melakukan apapun yang Bos-nya katakan demi gaji yang tidak akan dipotong dan demi kehidupan yang layak. Ternyata dibalik itu semua, Bos itu memiliki tujuannya sendiri. What is the boss's goal?
View MoreDavina's PovSetelah masuk rumah orang tuanya Pak Bos laknat. Aku dan dia langsung di sambut hangat sama Ibu Kinan--ibu Pak Abrisam. Seneng banget rasanya, walaupun cuma sekertaris anaknya tapi aku bisa dekat juga sama ibunya. Terhitung sudah empat tahun kenal sama Bu Kinan. Dan terhitung sudah lama juga tidak ketemu sama beliau."Ibu," sapaku sambil cipika-cipiki sama Bu Kinan. Bu Kinan ini, punya wajah yang masih kelihatan muda walaupun usianya udah hem ... tua. Rambutnya juga jarang ada yang putih. Sehelai dua helai, kemungkinan. Kerutan di wajahnya juga tidak terlalu kentara.Perempuan itu langsung menyuruhku duduk di sofa yang dilihat saja bisa tau kalau harganya itu mahal. Pak Bosku sudah pergi tidak tau kemana. Biarin lah, rumah orang tuanya juga, jadi dia bebas. Tapi aku masih tidak tau, apa tujuan dia mengajakku ke sini?Walaupun di lain sisi aku juga seneng, pada akhirnya aku bisa ketemu sama Bu Kinan lagi setelah lama tidak
Davina's POVSekarang, aku dan Pak Abrisam serta satu Klien kami sedang duduk di sofa panjang sebuah restoran ternama yang letaknya tidak jauh dari kantor. Cuma untuk ketemu klien, tapi Pak Abrisam mengadakan pertemuan di tempat yang semewah ini. Bukan hanya tempat, makanannya juga sepertinya enak-enak. Andai aku tidak punya malu, mungkin aku sudah makan duluan. Tapi, karena masih punya malu dan menghargai Bos dan Klienku. Jadi, aku tunggu sampai pembicaraan Pak Abrisam dengan Klien selesai dulu.Aku dan Pak Abrisam sudah mempresentasikan milik kami. Perusahaan Pak Abrisam menyarankan periklanan makanan milik Pak Seonar ini dengan gaya iklan yang unik. Terus model yang dipakai juga kami menyarankan untuk pakai artis remaja yang sedang naik daun. Bukan tanpa alasan, iklan yang unik biasanya akan mudah untuk diingat masyarakat. Secara tidak langsung kan, masyarakat akan mengingat produk milik Pak Seonar."Jadi, setelah mendengar presentasinya,
Davina's POVUntuk waktu yang lama, ini beberapa kalinya aku merasa cemas. Ada banyak hal yang bisa bikin aku cemas. Selain karena kalau orang tuaku sakit, gajiku terancam dipotong juga membuatku cemas. Dan sekarang satu hal lagi yang membuatku cemas. Pak Abrisam marah, itu selalu membuatku cemas dan ketakutan.Aku seperti kehabisan ide, bagaimana bisa aku ngerjain Bosku sendiri. Dan sekarang benar kan, dia beneran marah karena ulahku. Astaga, aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi dia kalau marah. Terlebih marahnya karena aku bohongi.Sepertinya aku harus siapin mental sekuat baja. Jangan sampai aku menciut mendadak sebelum dibentak, aku juga harus terima apapun yang dia lontarkan nantinya. Sekalipun sumpah serapah yang menyakitkan hati. Itu memang hukuman pantas sih, buat aku yang seenaknya begitu sama Bos.Masih mending sih, kalau Pak Abrisam cuma ngebentak dan mengeluarkan sumpah serapahnya. Kalau lebih dari itu bagai
Abrisam's POVMenit per menit begitu cepat berlalu, sekarang aku sudah berada di luar kantor. Maksudnya bukan di halaman depan kantor, melainkan di tempat lain yang cukup jauh dari kantor. Tujuanku ke sini aku akan membelikan nasi goreng kambing untuk Davina. Kurang lebih empat tahun bekerja sama dia aku cukup tau apa makanan kesukaannya. Kalau bukan nasi goreng kambing ya, ketoprak Bang Jono dan ceker ayam Mang Abud dan juga Odading Mang Oleh yang rasanya ....You know- lah ....Aku mengantri cukup lama di sini. Pembelinya cukup ramai. Mungkin karena sekarang jam makan siang. Orang-orang pada sibuk makan, aku sama sekali belum mengisi perutku. Aku tidak tahu apakah ini tempat makan favorit Davina atau bukan. Yang aku tahu, sebatas Davina suka nasi goreng kambing.Saat di mobil, aku yang ke kanan-kiri menoleh mencari warung yang menyediakan nasi goreng. Pada akhirnya menemukan warung ini. Tanpa pikir panjang aku langsung ke sini. Lagi pula, tempatnya ra