MasukSiapa atau apa yang bisa disalahkan dari sebuah perselingkuhan? Dia yang menggoda atau dia yang tergoda? atua dia yang mengabaikan pasangan atau dia yang terabaikan oleh pasangan?Itulah pertanyaan yang muncul di benak Aurel sejak dirinya memulai perselingkuhannya dengan Alva, abang iparnya sendiri. Aurel mengakui jika hal yang dilakukannya ini salah, Aurel tidak seharusnya memiliki gubungan dengan orang yang sudah memiliki istri terlebih itu adalah Abang iparnya sendiri, suami dari kakaknya. Namun bagi Aurel perasaannya pada Alva tidak salah, melainkan hubungan Alva dan Jessi kakaknya yang salah. Tidak seharusnya kedua orang yang tidak saling mencintai disatukan dalam sebuah pernikahan.Aurel yang mencintai Alva yang juga menginginkan Aurel. Begitulah hubungan itu bermula, hubungan yang penuh dengan dosa dan pengkhianatan.
Lihat lebih banyak"Alva?" panggil tante Aliya.Keterdiaman Alva membuat Aurel semakin takut. Namun tak lama Aurel terkesiap saat tangannya diraih dan digenggam oleh Alva. Aurel menatap Alva dengan tatapan takut."Hmm, sebelumnya Alva minta maaf sama Mama, mungkin sikap Alva ini mengecewakan Mama."
"Kak Al.""Hm?""Kakak sayang Aurel gak?" tanya Aurel sambil menatap Alva yang sedang menyetir.Alva menoleh pada Aurel, "Aurel----"
Waktuberjalan dengan cepat, sudah enam bulan berlalu sejak Aurel dan Alva punya hubungan diam-diam, sudah ada enam bulan mereka saling memberi rasa dan kenikmatan satu sama lain. Selama enam bulan ini keduanya melakoni sandiwara dengan hebat. Keduanya bersikap seolah mereka adalah ipar yang rukun dan damai.Tak jarang selama enam bulan ini Alva menerima pujian karna perhatian yang diberikannya pada Aurel adik iparnya yang mana terkadang Jessi Kakaknya pun tidak memberikan perhatian te
Aurelsudah berada didepan kediaman orang tua Alva, Aurel pergi dengan Alva dan Jessi. Awalnya Aurel khawatir jika harus melihat Alva dan Jessi yang bermesraan di kursi depan. Aurel takut melihat adegan yang sebelumnya dilakukan Alva dengan dirinya. Aurel takut jika Alva menggenggam tangan Jessi dan mengecup mesra tangan Kakak nya itu.Egois memang. Namun semua tidak seperti yang dibayangkannya, Alva hanya sibuk menyetir dan Jessi sibuk dengan iPad-nya dan berbicara sesekali pada Aurel.