Home / All / SORRY, MY HUSBAND / Bab 7 Pertemuan

Share

Bab 7 Pertemuan

Author: Pupe Maelani
last update publish date: 2020-09-07 12:36:58

Waktu menunjukkan jam 3 sore. Terdengar sebuah aktifitas tak wajar yang menyapa telinga bagi siapa pun yang melewati kamar tersebut di mana pintunya tak tertutup rapat. Sepasang anak manusia tengah mengais kenikmatan dunia dan sudah berlangsung sejak sejam lalu. Seorang pekerja wanita yang melewati ruangan tersebut mendadak terhenti langkahnya ketika mendengar samar-samar suara desahan yang tak sengaja didengarnya.

“Suara apaan itu?” gumamnya yang berdiri seperti patung dengan indra pendengaran yang lebih dipertajam serta kening mengkerut.

Tak berapa lama, terdengar erangan semakin kuat dari balik pintu yang terbuka sedikit dan membuat pekerja tersebut sadar apa yang sedang terjadi. Tanpa sadar, tangan kirinya menyentuh area antara dua pahanya, sedangkan tangan kanan menutup mulutnya agar tak berteriak. Kepalanya menggeleng dan terbirit meninggalkan tempat itu menuju rekan lainnya yang tengah berada di dapur untuk menyiapkan makan siang.

“Asatagaa ... siang bolong sudah ngupas kacang mereka!” ocehnya sambil melangkah cepat menuruni anak tangga dengan jantung berdetak cepat. Melihat kedatangan rekan kerjanya dengan raut wajah pucat serta merah, tentu menarik perhatian seorang wanita yang sedang memotong sayuran, lalu berujar karena penasaran.

“Kamu kenapa Ulpah?” tanya wanita tersebut yang usianya jauh lebih tua bernama Rosidah.

“Ya ampun, Mbak. Telinga saya sudah ternoda, saya merasa kotor!” sahut Ulpah gugup sambil menggosok kedua telinga dengan tangan seolah memebersihkannya dari kotoran.

“Kalau bicara yang jelas. Maksudmu apa? Jangan bikin orang penasaran!” sambung Rosidah yang butuh penjelasan lebih detail.

“Sa-saya barusan gak sengaja dengar su-suara desahan dari kamar Non Dilara, Mbak,” sahut Ulpah akhirnya.

Seketika Rosidah menarik nafas panjang. Matanya melihat arah di mana tangga menuju lantai dua berada, lalu menatap Ulpah yang masih bersemu karena tak sengaja mendengar suara yang baru pertama dia dengar secara langsung karena biasanya mendengar lewat film dewasa.

“Biasakan telingamu mendengar hal itu, Ulpah,” kata Rosidah yang kembali memotong sayuran.

“Hah? Maksudnya?” jawab Ulpah bingung seraya mendekat pada Rosidah.

“Kamu harus tahu dan maklum kalau majikan kita memiliki kebiasaan seperti itu. Tak perduli siang atau malam melakukannya. Aku pun beberapa kali mengalaminya,” jelas Rosidah dengan suara tenangnya.

“Bukankah majikan kita belum menikah, Mbak?” tanya Ulpah polos.

“Kau benar, tapi begitulah hidup yang dia jalani. Jika kamu mendapatinya lagi, segerlah menghindar dan anggap tak pernah mendengar atau melihatnya. Fokus saja dengan pekerjaan kita,” terang Rosidah.

“Jadi majikan kita pecinta seks bebas, Mbak?” ujar Ulpah menyimpulkan. Rosidah menghentikan tangannya untuk memotong sayuran. Kepalanya menoleh pada Ulpah yang menunggu jawaban dan seketika tangan kanan Rosidah mendarat di bahu Ulpah.

“Ya dan semua yang bekerja di sini tahu hal itu. Apa kamu bisa menulikan telinga dan membutakan matamu tentang hal itu?” tanya Rosidah pada Ulpah.

Terlihat Ulpah yang tercekat seolah tenggorokkannya kering dan begitu sulit menelan salivanya sendiri. Melihat reraksi Ulpah, Rosidah hanya tersenyum dan membawa potongan sayur itu untuk dicuci. Ulpah terdiam untuk sesaat dan bergumam serta masih bisa didengar Rosidah.

“Rupanya saya bekerja di ruamh pemain bokep, Mbak!”

****

Di dalam kamar, suara desahan masih terdengar bersahutan. Tubuh keduanya sudah dibanjiri keringat serta suhu kamar terasa begitu panas, meskipun AC menyala seperti biasanya. Tubuh Dilara terus bergerak karena hentakan kasar pria yang tak bisa diam di atas tubuhnya, hingga tak berapa lama desahan panjang terdengar pertanda keduanya mencapai puncak yang mereka daki. Tubuh pria tersebut ambruk di atastubuh Dilara yang dipenuhi keringat. Nafas mereka tersenggal dan terlihat senyum kepuasan dari wajah Dilara karena mendapatkan keinginannya dari pria yang sudah tiga tahun menemani hari-harinya.

“Benar-benar melelahkan kupas kacang siang hari,” gumam Hakan pelan dengan wajah berada di antara gunung milik Dilara yang dipenuhi bercak merah.

Senyum Dilara terbit mendengar ucapan Hakan yang justru membuatnya bangga atas kegiatan panas mereka barusan dan berlangsung lebih kurang dua jam. Tangan kanan Dilara mendarat di kepala Hakan dan membelainya pelan membuat matanya tertutup menikmati sentuhan wanita yang baru dia gagahi memanjakan dirinya kini.

“Kau sangat ahli mengupas kacang dan tak ada duanya,” kata Dilara memuji keahlian Hakan. Mendengar pujian tersebut, Hakan mengulas senyum dan membuka kedua mata, lalu menatap Dilara yang memandangnya penuh puja.

“Aku suka kacangmu. Gurih!” puji Hakan dan membuat Dilara tertawa lebar.

Dengan cepat, Hakan melabuhkan sebuah kecupan singkat di bibir Dilara yang merah dan berguling ke samping serta menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Perlahan, suhu panas yang tadi terasa telah berubah menjadi dingin. Dinginnya AC telah terasa di kulit mereka dan menghilangkan keringat di tubuh keduanya. Dilara menyembunyikan wajah di pelukan Hakan sambil megelus dadanya yang ditumbuhi bulu.

“Bagaimana kabar tentang Jeff? Sudah ada kabar dari Tante Tanaya?” tanya Hakan tiba-tiba.

“Belum. Besok aku akan ke rumah Tante Tanaya untuk membahas rencana selanjutnya,” sahut Dilara pelan.

“Rena?” lanjutnya.

“Kulihat dia sudah menjalankan rencana Tante Tanaya dan artinya sebentar lagi tugasmu akan segera menyusul,” jawab Dilara cepat.

Hakan bergeming. Dia memejamkan mata sesaat untuk mengingat wajah Rena yang memilki paras cantik alami dan terlihat polos. Terlihat sudut bibir Hakan tertarik membentuk bulan sabit tanpa diketahui oleh Dilara.

“Dengan senang hati jika aku ditugaskan untuk tidur dengan Rena. Tak mungkin aku menolak wanita cantik seperti dia, meskipun sudah dimiliki oleh Jeff silalan,” suara hati Hakan yang memiliki rasa pada Rena.

“Apa tugasku kali ini harus melenyapkan nyawa Rena?” tebak Hakan karena belum tahu apa yang akan ditugaskan Tanaya padanya nanti. Dilara mendongak dan bertemu pandang dengan Hakan yang menatapnya datar.

“Kenapa kamu bisa berpikir diminta untuk membunuh wanita miskin itu?” tanya Dilara bingung dengan tebakan Hakan.

“Ya siapa tahukan! Pasalnya Tantemu itu adalah wanita yang kejam. Bahkan, dia tega melenyapkan nyawa ibunda Jeff dengan tangannya sendiri. Jadi, tak menutup kemungkinan jika hal itu juga berlaku pada Rena, bukan?” terang Hakan dengan suara tenangnya.

Mata Dilara mengerjap. Ada benarnya dengan dugaan Hakan tentang rencana Tanaya yang berujung pembunuhan lagi. Tanaya adalah Tante dari Dilara dan didapatkan dari garis ayahnya yang sudah meninggal karena kecelakaan, sedangkan ibunya tak diketahui hingga kini. Sejak saat itu, Tanaya yang merawat Dilara hingga terbentuk karakter seperti saat ini dan parasnya sangat mirip serta selalu sejalan dengannya, sedangkan Anin berperan sebagai pelengkap.

“Jika Rena mati, kurasa itu lebih menguntungkan karena aku sanggat muak melihat wajahnya yang sok polos itu!” sahut Dilara yang sudah menaruh benci pada Rena sejak pertama kali mengenalnya sebagai wanita yang dicintai Jeff.

“Jika Rena mati, maka aku bersedia membantu kalian melenyapkannya dari hadapan kalian!”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SORRY, MY HUSBAND   Bab 7 Pertemuan

    Waktu menunjukkan jam 3 sore. Terdengar sebuah aktifitas tak wajar yang menyapa telinga bagi siapa pun yang melewati kamar tersebut di mana pintunya tak tertutup rapat. Sepasang anak manusia tengah mengais kenikmatan dunia dan sudah berlangsung sejak sejam lalu. Seorang pekerja wanita yang melewati ruangan tersebut mendadak terhenti langkahnya ketika mendengar samar-samar suara desahan yang tak sengaja didengarnya.“Suara apaan itu?” gumamnya yang berdiri seperti patung dengan indra pendengaran yang lebih dipertajam serta kening mengkerut.Tak berapa lama, terdengar erangan semakin kuat dari balik pintu yang terbuka sedikit dan membuat pekerja tersebut sadar apa yang sedang terjadi. Tanpa sadar, tangan kirinya menyentuh area antara dua pahanya, sedangkan ta

  • SORRY, MY HUSBAND   Bab 6 Kunjungan Rahasia

    Hujan turun dengan lebat membuat jalan-jalan digenangi air cukup tinggi serta menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan. Rena melajukan mobilnya perlahan dan memasuki kawasan perumahan mewah di kawasan Pluit. Mobilnya perlahan memasuki sebuah pintu gerbang yang kembali tertutup ketika mobilnya masuk seolah pintu itu tak pernah dibuka. Dia menghentikan mobilnya tepat di halaman di mana dua orang pria tengah berdiri di ambang pintu dan menatap kedatangannya. Dimatikannya mesin mobil dan terdiam untuk beberapa saat.“Aku akan menyelamatkanmu, Pa. Apa pun akan kulakukan demi membebaskanmu dari mereka,” gumam Rena menatap nanar rumah tersebut.Tangannya membuka pintu mobil dan meraih tas kecil miliknya, lalu berjalan perlahan menuju pintu di mana dua pria tin

  • SORRY, MY HUSBAND   Bab 5 Rahasia Nona Muda

    Rena sudah rapi dengan pakaiannya. Dress sebatas lutut yang membalut tubuh indahnya bak biola dipadukan dengan high heels yang senada. Rambutnya dibiarkan tergerai indah dan sedikit bergelombang. Langkahnya tergesa menuju mobil yang sudah dipanaskan Mang Imun, sopir yang biasanya selalu mengantar ke mana pun dia pergi. Namun, sejak beberapa minggu terakhir, Rena memilih untuk mengemudinya sendiri dan hal itu sudah diketahui oleh Jeff.“Neng, gak Mamang saja yang antar?” tanya Mang Imun menawarkan.“Tak usah, Mang. Saya kemudi sendiri saja. Lagi pula nanti siang Bik Narsih akan belanja bulanan. Jadi nanti tolong temani, ya,” tutur Rena tersenyum.Mang Imun hanya mengangguk

  • SORRY, MY HUSBAND   Bab 4 Masih Hidup

    Di sebuah rumah, seorang pria paruh baya tengah duduk di ranjangnya dengan selimut menutupi sampai pinggang. Terdapat syal putih yang melilit di lehernya. Matanya terbuka lebar karena di depannya tengah duduk seorang wanita berpakaian biasa sedang menyuapinya makan. Pria itu membuka pelan mulutnya ketika makanan yang dikunyahnya habis dan begitu seterusnya hingga makanan di piring sang wanita habis tak tersisa. Diambilnya air dalam gelas yang terletak di nakas dan mendekatkannya pada mulut pria itu yang meminumnya pelan, dikuti beberapa obat yang terus dikonsumsinya hampir satu tahun.“Sudah selesai. Bapak mau nonton tv?” tanya wanita itu pelan dan dibalas kedipan mata oleh pria tersebut.

  • SORRY, MY HUSBAND   Bab 3 Hukuman Malam Hari

    Rena baru saja kembali ke rumah sekitar jam 10 malam. Dia terlihat sumringah sambil membawa beberapa paperbag hasilnya berbelanja hari ini. Langkahnya pasti tanpa dosa memasuki rumah yang tampak sepi. Ketika melewati ruang keluarga, langkah ringannya terhenti karena mendapati sosok Jeff yang tengah duduk sambil menatapnya tajam. Mendapati sosok Jeff yang menatap tak suka, Rena berhenti dan membalas tatapan tajam Jeff tanpa rasa bersalah, apalagi rasa takut.“Sudah pulang rupanya. Kupikir lembur malam ini. Maaf aku pulang telat karena terlalu asik berbelanja dan menggosip dengan teman,” oceh Rena tenang dan melangkah sambil meletakkan barang bawaannya ke meja.Jeff tak bersuara. Dia hanya menatap nyalang pada penampilan Rena yang begitu mencolok dengan gaun

  • SORRY, MY HUSBAND   Bab 2 Perubahan Mendadak

    Jeff duduk sambil memijat pelipisnya. Kesibukan di kantor sudah membuatnya pusing dan kini semakin stress menghadapi tingkah istrinya yang memamerkan kemolekan tubuh di akun instagram miliknya yang belum lama dibuat. Sebelumnya, Rena tak suka dengan hal-hal berbau media sosial. Jangankan instagram, foto saja dia tak suka. Namun kini, ada saja foto yang dia post di akun instagramnya yang sudah memiliki follower satu juta lebih dalam waktu 3 hari karena foto sexy dirinya. Perlu Jeff akui, Rena memang memiliki wajah cantik dan tubuh sexy yang selalu membuat libidonya cepat naik dan tak pernah puas bermandi keringat di ranjang bersamanya. Namun, kemolekan tubuh Rena awalnya hanya dia yang menikmati, kini juga bisa dinikmati oleh mata para hidung belang yang menatapnya penuh nafsu, dan membuatnya meradang.“Apa yang terjadi padamu Rena?&rdqu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status