Home / All / Telangke / Masalahnya?

Share

Masalahnya?

last update publish date: 2020-09-30 06:34:05

"Aarav Adelard Adnan," pria yang sebelumnya menemui ku, dan kami menyempatkan diri untuk berbincang bersama. Dalam pertemuan itu tidak ada kendala dan masalah sama sekali walaupun ada sedikit banyak orang yang memperhatikan kami dan selama bersama dengan aarav kami sudah terbiasa dengan hal itu, sebab aku juga mengakui dia memang begitu tampan, tidak heran jika ada sedikit banyak wanita yang suka melirik dia secara diam diam.

Bahkan disaat kami bersama juga masih ada saja gadis yang suka nekat untuk meminta kenalan serta tidak sungkan untuk memberikan ponsel miliknya.

"Maaf jika saya mengganggu waktu anda berdua.? apakah saya boleh minta nomor ponsel mas nya.?" langsung ucap salah satu gadis di cafe itu dengan percaya diri yang tinggi.

Seperti biasanya, saat itu aarav langsung menolak nya dengan sopan dan meminta maaf kepada gadis itu secara halus.

Kejadian seperti ini sudah biasa bagi kami berdua, jika bukan kepada aarav, ya hal itu juga terjadi padaku, sebab orang selalu berpikiran bahwa saya adalah temannya, ada juga yang mengira saya sebagai karyawan nya dan berbagai perkiraan lainnya. Itu semua pantas saja, karena setiap kami bersama saya selalu berpakaian sederhana dan tidak begitu memperdulikan penampilan sedangkan aarav selalu memperhatikan penampilannya saat berkencan dan selalu menegur saya.

Sebenarnya pertemuan kali ini entah bisa dibilang kencan atau tidak? sebab, mungkin ini adalah pertemuan yang terakhirnya untuk kami berdua yang akan membahas hal yang begitu penting.

Tapi entah mengapa disaat itu saya tidak bisa lagi menahan kesabaran saya. Walaupun aarav sudah menolak secara baik baik, tetapi masih ada saja gadis yang lain untuk menggoda nya dengan berbagai macam cara. Ada yang sengaja pura pura terjatuh di samping kami, ada juga yang memberi kode dari meja yang lain. dan mungkin itu semua adalah hanya untuk menjatuhkan mental saya saja.

"Maaf rav? sepertinya saya harus ke belakang sebentar." ucapku.

"Oke... tapi jangan lama lama ya?" jawabnya yang berusaha sedikit menghibur ku.

Tidak lama kemudian saat akan keluar dari toilet, pas didepan pintu keluar tidak sengaja saya bertemu dengan salah satu gadis yang tadi, ternyata ada yang mengikutiku diam diam tapi saya tidak menghiraukan nya dan langsung pergi melewati nya.

Secara tidak sadar ternyata dia sengaja ingin mencari masalah dengan cara menabrak bahu kananku dengan sengaja.

"Maaf...? gw gak sengaja" ucap gadis itu dengan sinis.

"Oh... ga papa kok mbak" jawabku dan ingin segera keluar dari tempat itu, tapi dia langsung menahan ku sambil berkata.

"eh, lo kira gw udah setua itu apa? manggil gw seenaknya saja... ga usah sok manis gitu deh." Yang sambil berusaha mendorong ku. Tapi tiba tiba saja ada seorang wanita paruh baya yang datang.

"Maaf nona nona cantik? bisa beri sedikit jalan, saya sudah selesai dengan urusan saya" ucapnya yang sambil berjalan ke arah kami, padahal pintu itu cukup lebar dan dia masih bisa lewat di samping kami.

Melihat wanita itu langsung saja gadis itu pergi meninggalkan tempat itu "urusan kita belum selesai." ucapnya sambil keluar.

Dan wanita paruh baya itu berjalan keluar sambil tersenyum pada saya, seakan dia ingin memberitahukan bahwa dia ingin menolong saya dengan cara seperti itu "terimakasih tante" ucap ku sambil sedikit membungkuk.

*= = = = = = = = = =*

Ditengah percakapan kami tiba-tiba ponsel aarav berdering, dan spontan saja wajahnya langsung berubah dari tadi yang senang seketika berubah seperti kecewa dan marah.

Dan tanpa berkata apapun sontak dia langsung pergi begitu saja meninggalkan aku di meja itu, aku yang sedang bingung pun tidak bisa berkata lagi seolah aku tahu persis apa yang sedang dia hadapi dan rasakan, sehingga aku tidak bertanya kenapa dia pergi begitu saja dan apa masalahnya.

Aku yang masih tinggal di meja itu hanya bisa diam sambil duduk termenung, sementara itu sebagian orang di ruangan itu melihat ku dengan tatapan yang berbeda beda, termasuk salah satu gadis yang tadi, seperti sangat senang melihat ku begini.

Tidak lama dari itu saya membaca pesan masuk di ponsel saya. Hati ini langsung terasa sesak tidak karuan, bagaikan jantung berhenti berdenyut dan tiba-tiba seluruh badan terasa dingin seperti tidak bisa bergerak, bagaimana tidak? pesan itu dari aarav, hanya pesan singkat saja darinya.

"MAAF." itu yang saya terima di.

Semua semakin menjelaskan bahwa aku tahu dan aku paham semua ini, yang semakin membuat kacau balau hati ini, sehingga hanya otak ku saja yang bisa sedikit berjalan walaupun tidak bisa berpikir jernih lagi, disaat ingin beranjak pergi semua raga ini seperti menolak keinginan ku ini, sehingga aku hanya bisa diam dan pasrah menerima semua kenyataan yang sebegitu pahit ini.

*= = = = =*

"Maaf dek lama datang nya, soalnya antri nya panjang banget saat mengisi bensin tadi." kakak ku yang datang menjemput ku.

"lho...? kenapa tidak keluar bareng sama pak aarav dek,? tadi sempat kakak lihat dia keluar naik dengan mobil lain, sepertinya dia sedang terburu-buru kirain kalian keluar barengan?" tambahnya sambil duduk di samping ku.

melihat aku yang pucat lemas sambil memegang tangan ku yang bergetar dan tidak menjawabnya, akhirnya dia mencoba menenangkan ku sambil memeluk ku.

"Haha... haha...? kalau gw sih mending tinggalin aja tu cowok."

"iya lho, tampan sih tapi...? ya gitu deh" tiba tiba terdengar suara dari meja lain. Dan ternyata itu adalah gadis yang tadi bersama dengan temannya.

kakak yang tidak terima langsung saja berdiri ingin menghampiri mereka, tapi aku memegang tangan untuk menghentikannya, karena pasti akan terjadi keributan dan itu hanya akan menambah beban pikiran saja.

"Ayo kak kita pulang aja? aku mau istirahat, tolong...?" ucap ku yang sedang tidak bersemangat lagi.

Walau dengan berat hati tapi kakak menurutinya, kami pun segera beranjak pulang. Walaupun masih terdengar suara bisikan yang menyindir dari mereka.

*= = = = =*

Saat kami berjalan kearah mobil, aku sempat melihat mobilnya aarav di parkiran. "memang benar mas aarav pergi dengan mobil lain." Dalam hatiku sambil masuk ke mobil.

"Lho ka...? bukannya itu mobilnya pak aarav.? Kok ada perempuan dalam mobilnya." Kata kakak sambil menghidupkan mobil.

Sontak aku terkejut dan langsung melihat ke arah mobil. Dan benar saja keluar seorang wanita dari pintu belakang mobilnya aarav.

Betapa hancur dan kecewa nya hati ini melihat itu semua, ditambah dengan kejadian yang tadi, yang pergi tanpa kata dan perasaan malu ini yang tak bisa ku tahan lagi dari tadi semakin membuat hidup ku hancur lebur tak tersisa.

Sekilas aku merasa seperti pernah melihat wanita yang keluar dari mobil tadi. Benar juga? penampilan yang modis dan aksesoris yang mewah, aku baru ingat bahwa dia adalah wanita yang menolong ku waktu di toilet tadi.

"Kenapa tante itu bisa ada di mobilnya mas aarav.?" Tanpa sadar aku berkata. 

"Kamu kenal dia dek? siapa dia...?" Tanya kakak sambil mematikan mobilnya.

Disaat yang sama, sepertinya kakak mau keluar menghampiri wanita itu, tapi tidak jadi ketika melihat dia langsung masuk lagi ke mobil yang lain, dan mereka langsung pergi begitu saja.

*= = = = =*

Dalam perjalanan pulang, kakak tidak berhenti menghibur dan menenangkan ku disamping nya. Dengan melihat ku yang duduk diam saja serta pasrah menerima semua ini, dia yang paling tahu betul apa yang kurasakan sekarang.

Dari dulu sejak sekolah, dia selalu menjaga ku layaknya seperti adik kandungnya sendiri, walaupun dirumah jika aku menangis pasti itu ulah nya, sehingga dia sering kena marah jika ibu tahu.

Tapi satu hal yang pasti, dia tidak menerima jika orang lain yang mengganggu ku. Dia orang yang cerewet dan sok berkuasa jika kami ditinggal ayah dan ibu dirumah, selalu mengganggu jika aku sedang menonton tv dan suka menyuruh layaknya seorang ratu, tetapi walaupun begitu tidak pernah sekalipun tangannya ia gunakan pada ku, hanya mulutnya saja yang suka teriak-teriak tidak jelas jika kami sedang berdua.

*= = = = =*

"Claisya Adelia" iya...? dialah saudari angkat ku. Orang yang akan segera bertunangan itu, dan dialah juga alasan ku menjalin asmara dengan mas "Aarav Adelard Adnan" yang tak lain adalah satu satunya putra dari bapak Alfiandi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Telangke   Masalahnya?

    "Aarav Adelard Adnan," pria yang sebelumnya menemui ku, dan kami menyempatkan diri untuk berbincang bersama. Dalam pertemuan itu tidak ada kendala dan masalah sama sekali walaupun ada sedikit banyak orang yang memperhatikan kami dan selama bersama dengan aarav kami sudah terbiasa dengan hal itu, sebab aku juga mengakui dia memang begitu tampan, tidak heran jika ada sedikit banyak wanita yang suka melirik dia secara diam diam.Bahkan disaat kami bersama juga masih ada saja gadis yang suka nekat untuk meminta kenalan serta tidak sungkan untuk memberikan ponsel miliknya."Maaf jika saya mengganggu waktu anda berdua.? apakah saya boleh minta nomor ponsel mas nya.?"langsung ucap salah satu gadis di cafe itu dengan percaya diri yang tinggi.Seperti biasanya, saat itu aarav langsung menolak nya dengan sopan dan meminta maaf kepada gadis itu secara halus.Kejadian seperti ini sudah biasa bagi kami berdua, jika bukan kepada aarav, y

  • Telangke   Prolog

    Riska Yurika Ayuniara, gadis berusia 21 Tahun yang sedang menjalani kuliah di salah satu Universitas elit "Zelobok Tetakur," namun di tengah perjalanannya ia mengalami berbagai kendala yang cukup serius, tapi itu semua tidak membuatnya untuk menyerah dan patah semangat, dan ia membulatkan tekadnya untuk tetap melanjutkan kuliah nya walaupun keluarga tidak mengijinkan.Dia adalah gadis yang cerdas dan lulusan terbaik sewaktu di sekolahnya, sehingga bisa mendapat beasiswa kuliah keluar Negeri, tapi riska tidak ada niat untuk mengambil itu akibat tekanan dari keluarga sehingga dia memutuskan hanya masuk ke Universitas dalam Negeri saja.Disisi lain, memang tidak dipungkiri lagi dia adalah gadis sederhana yang terkenal cantik dan pintar, sehingga sedikit banyak kaum lelaki yang tertarik, rambut hitam yang panjang, bola mata yang bening berwarna biru langit serta berbadan tinggi ditambah paras yang menawan dan bersuara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status