LOGINKetika aku berbicara tentang asmara, ternyata yang lain telah sampai di bab Akhir, sedangkan aku masih saja berputar di bab Pertama. Sehingga menyebabkan hubungan ini berakhir di tengah jalan bahkan sebelum jadian.? Mengalah boleh saja...? tapi mengalah dalam asmara bagaimana jadinya.? Mungkin bagi dia... Kebahagian itu adalah bukan hanya tentang dirinya saja, dengan melihat orang lain yang bahagia itu sudah membuat dirinya merasa bahagia.
View MoreRiska Yurika Ayuniara, gadis berusia 21 Tahun yang sedang menjalani kuliah di salah satu Universitas elit "Zelobok Tetakur," namun di tengah perjalanannya ia mengalami berbagai kendala yang cukup serius, tapi itu semua tidak membuatnya untuk menyerah dan patah semangat, dan ia membulatkan tekadnya untuk tetap melanjutkan kuliah nya walaupun keluarga tidak mengijinkan.
Dia adalah gadis yang cerdas dan lulusan terbaik sewaktu di sekolahnya, sehingga bisa mendapat beasiswa kuliah keluar Negeri, tapi riska tidak ada niat untuk mengambil itu akibat tekanan dari keluarga sehingga dia memutuskan hanya masuk ke Universitas dalam Negeri saja.
Disisi lain, memang tidak dipungkiri lagi dia adalah gadis sederhana yang terkenal cantik dan pintar, sehingga sedikit banyak kaum lelaki yang tertarik, rambut hitam yang panjang, bola mata yang bening berwarna biru langit serta berbadan tinggi ditambah paras yang menawan dan bersuara lembut yang menunjukkan ciri khasnya.
Karena sifatnya yang baik dan selalu mengalah itulah yang membuat dirinya selalu berada di dalam kegagalan sehingga dia mudah untuk di manfaatkan, dan itulah salah satu penyebab dia di benci oleh saudari tiri nya sendiri.
Apakah dengan begitu kisah hidup riska akan menemukan kebahagiaan nya, baik kisah asmara dan kehidupannya? atau demi mencapai tujuannya itu dia rela mengorbankan semua yang berada disekitar nya?.
***= = = = = = = = = = = = = = =***
( KISAH YANG SEBENARNYA )
Saat ini aku tinggal bersama dengan keluargaku, yang kuketahui tentang keluarga ini adalah mereka menyayangi ku, tetapi itulah sebab aku seperti bagaikan di neraka dalam keluarga ini.
Pagi ini adalah mungkin hari dimana aku harus mengambil keputusan yang begitu berat dan sulit, jika tidak mengikuti akan mati Ibu, dan jika mengikuti akan mati bapak, mungkin begitulah ungkapannya.
"Riska.. riska...?" ibu memanggil ku dari arah dapur.
"Dek... dipanggil kok gak jawab sih, bising tau?" langsung di sahut kakak perempuanku yang sedang bersiap-siap.
Karena aku tidak menjawab panggilan ibu yang sempat merasa cemas ia langsung menghampiri kamar ku.
"Tik... tik..." suara hujan yang terdengar dari luar.
"hujan...? disaat begini kenapa sesuatu yang tidak ku sukai ini selalu datang mengingatkan ku tentang dia" aku yang tiba-tiba bangun karena mendengar suara air hujan itu.
Sambil berjalan ke arah kamar mandi, tiba tiba aku berhenti sambil memandang keluar jendela, dengan perasaan yang sedang tidak karuan ini, pernah melintas di pikiran yang kosong seakan ingin menjadi bagian dari hujan ini untuk menghapus semua itu, yang jatuh bebas dari langit yang setiap tetesan nya memberi kehidupan untuk bumi. Iya,? itu lebih baik dari pada keadaan ku yang saat ini, yang ingin menjadi berguna diantara yang berguna itu.
"Ka... ka...?" spontan aku terkejut, ternyata ibu memanggil ku yang tiba tiba berada tepat di samping sambil menepuk pundak ku.
"Iya ma,..? maaf riska gak dengar" jawabku.
"Hemm...! dari tadi mama perhatiin melamun mulu, sampai sampai dipanggil gak dijawab" kata ibu yang tiba tiba sambil memeluk ku seakan ia langsung memahami keadaan ku yang sekarang ini.
Pagi itu hujan masih deras, sembari aku masih merasa pelukan ibu yang terasa hangat, aku dapat merasakannya disaat itu, entah kenapa dia memeluk ku sambil memandangi wajah ku, ternyata ia begitu karena tanpa sadar saat itu air mataku jatuh, entah karena apa?, tapi yang jelas hujan pagi ini adalah hujan yang terasa hangat yang seharusnya terasa dingin.
"Sudah... sudah...! kamu yang kuat yah, mama selalu berharap riska menjadi anak yang kuat?" Kata ibu sambil mengusap air di wajah ku.
Aku tidak tahu kenapa ibu berkata seperti itu seakan dia paham dengan posisi ku yang sekarang ini, karena saat ini sebenarnya hanya dengan ibu aku selalu merasa nyaman sehingga kami berdua sering berbicara dengan terbuka.
"ayo...! bisa kan temani mama masak sambil mempersiapkan semuanya untuk hari ini?".
Secara langsung aku teringat? bahwa hari ini adalah hari awal kebahagiaan saudari ku sebab kami akan kedatangan tamu penting dari keluarganya bapak Alfiandi yang ingin membicarakan pertunangan putranya dengan saudari ku itu.
Dan apakah kalian tahu mengapa aku tidak ingin hari ini ada sekarang. Dan jika aku bisa meminta maka aku akan memintanya, ini semua karena yang seharusnya bahagia pagi ini adalah diriku dan di situlah seharusnya posisi ku berada saat ini.
"Aarav Adelard Adnan," pria yang sebelumnya menemui ku, dan kami menyempatkan diri untuk berbincang bersama. Dalam pertemuan itu tidak ada kendala dan masalah sama sekali walaupun ada sedikit banyak orang yang memperhatikan kami dan selama bersama dengan aarav kami sudah terbiasa dengan hal itu, sebab aku juga mengakui dia memang begitu tampan, tidak heran jika ada sedikit banyak wanita yang suka melirik dia secara diam diam.Bahkan disaat kami bersama juga masih ada saja gadis yang suka nekat untuk meminta kenalan serta tidak sungkan untuk memberikan ponsel miliknya."Maaf jika saya mengganggu waktu anda berdua.? apakah saya boleh minta nomor ponsel mas nya.?"langsung ucap salah satu gadis di cafe itu dengan percaya diri yang tinggi.Seperti biasanya, saat itu aarav langsung menolak nya dengan sopan dan meminta maaf kepada gadis itu secara halus.Kejadian seperti ini sudah biasa bagi kami berdua, jika bukan kepada aarav, y
Riska Yurika Ayuniara, gadis berusia 21 Tahun yang sedang menjalani kuliah di salah satu Universitas elit "Zelobok Tetakur," namun di tengah perjalanannya ia mengalami berbagai kendala yang cukup serius, tapi itu semua tidak membuatnya untuk menyerah dan patah semangat, dan ia membulatkan tekadnya untuk tetap melanjutkan kuliah nya walaupun keluarga tidak mengijinkan.Dia adalah gadis yang cerdas dan lulusan terbaik sewaktu di sekolahnya, sehingga bisa mendapat beasiswa kuliah keluar Negeri, tapi riska tidak ada niat untuk mengambil itu akibat tekanan dari keluarga sehingga dia memutuskan hanya masuk ke Universitas dalam Negeri saja.Disisi lain, memang tidak dipungkiri lagi dia adalah gadis sederhana yang terkenal cantik dan pintar, sehingga sedikit banyak kaum lelaki yang tertarik, rambut hitam yang panjang, bola mata yang bening berwarna biru langit serta berbadan tinggi ditambah paras yang menawan dan bersuara