LOGINBenua Ils dimana sihir menjadi kekuatan utama setiap umat manusia, berbagai kerajaan melindungi benua ils dari serangan monster. Sihir begitu diagung-agungkan di benua ini lalu muncullah satu sosok yang menjadi tujuan setiap orang, memiliki sihir yang begitu kuat hingga mampu menghancurkan kota hanya dengan satu mantra dia dikenal sebagai penguasa sihir. Setiap orang memiliki sihir yang berbeda-beda , elemen sihir dibagi menjadi tujuh macam yakni Api, Air, Angin, Bumi, Halilintar, Cahaya dan Kegelapan. Setiap manusia memiliki inti sihir masing-masing yang memiliki bentuk tidak sama. Jauh dari hiruk pikuk pertarungan antara monster dengan manusia, seorang pemuda dengan inti sihir berupa buku tengah bekerja keras mempelajari sihir pertamanya. Memiliki elemen berupa kegelapan sosok pemuda itu terlihat terengah-engah kelelahan akibat dari pelatihan yang begitu keras, tak jauh dari si pemuda sosok Paruh baya melihat pemuda itu dengan marah. Ariya Pino nama pemuda itu, terlahir dari kelu
View MorePoorstag menggunakan seluruh mana-nya untuk menutup Gerbang Kekosongan yang hampir terbuka seluruhnya, ia memaksa Pino untuk tidak membuka gerbang itu seutuhnya sehingga kebangkitan inti sihir Pino masih belum selesai. Mana di seluruh tubuhnya hilang, dan Pino jatuh dari udara, dan menghantam lantai dengan kencang.Poorstag tidak dapat menangkap Pino, dirinya jatuh berlutut, kelelahan karena menggunakan seluruh mana-nya. Tak hanya kelelahan, dia juga memuntahkan darah akibat dari reaksi yang datang dari inti sihirnya. Ketika seorang penyihir menggunakan seluruh mana-nya, inti sihirnya akan bereaksi dan memaksa pengguna untuk menarik mana dari sekitarnya.Situasi yang Poorstag hadapi jauh lebih rumit daripada itu, dia harus menahan inti sihir Pino keluar dengan menutup paksa Gerbang Ke
Balam memaksa tubuhnya bergerak meski melewati batas. Dia bergegas membantu Valerie yang mulai tidak bisa mengimbangi gerakan Armored Fire Bear yang terus mengeluarkan sihir apinya. Balam tidak bisa membiarkan Valerie bertarung dalam keadaan tidak pasti itu, apalagi Valerie telah kehilangan cukup banyak mana dan belum bisa memulihkannya. Melihat Valerie yang kesulitan menghadapi Armored Fire Bear, Balam segera melesat bak peluru, pedangnya berayun dengan gila dan mengarah ke segala arah.Dengan sihir angin-nya, Balam membuat gerakannya menjadi lebih mudah dan ringan, dia menghalangi salah satu serangan yang dilayangkan oleh Armored Fire Bear. Balam bersusah payah ketika menahan serangan Armored Fire Bear yang menggunakan kedua cakar nya sambil mengeluarkan api. Bukan perkara mudah menahan serangan tersebut, dia mesti mengelak dan menahan serangannya secara
Balam dan istrinya menggunakan kekuatannya untuk menahan perubahan yang terjadi pada Pino, perubahan itu menjadi satu hal yang besar bahkan mengacaukan mana di sekitarnya. Mereka berdua mencoba untuk menahan perubahan yang mencoba menelan Pino, keduanya saling bahu membahu untuk mencegah perubahan itu menjadi semakin besar. Balam dengan pedangnya mencoba untuk menahannya sekuat tenaga, sihirnya terus keluar dari senjatanya tanpa henti.Sedangkan, sang istri yang terkenal dengan kemampuan sihirnya. Mendapatkan julukan Putri Angin, Valerie Yenia, ibu dari Ariya Pino, seorang wanita terhormat yang berasal dari keluarga cukup terpandang di salah satu wilayah. Ia begitu mengagumkan, menahan perubahan Pino dengan membungkus tubuh Pino dengan sihir angin, ia mencoba untuk mengurangi aliran mana yang mencoba untuk masuk ke dalam tubuh Pino.
Poorstag tidak dapat kembali ke rumah Balam untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada Pino. Ia tetap berada di posisinya sambil melihat kemunculan monster babi hutan, Poorstag tidak bisa meninggalkan posisinya atau para monster yang menuju desa akan menghancurkan semuanya. Tidak peduli akan reaksi penduduk desa, Poorstag tetap bersiap untuk menghadapi monster babi hutan yang berjumlah tidak sedikit. Ia yakin jika dirinya meninggalkan posisinya maka seluruh desa dan penduduknya akan luluh lantah.Poorstag mengalami situasi yang sangat tidak menyenangkan, di depannya dia menghadapi monster-monster yang datang ke arahnya dengan hawa membunuh dan haus darah yang kuat. Situasi di balik punggungnya pun tidak kalah menyusahkannya dengan bagian depan, dia bisa merasakan tatapan tajam dari para penduduk, pandangan mereka menunjukkan rasa kebencian yang dalam seperti