Share

5.Permintaan Maaf

Author: Lusia
last update publish date: 2020-09-04 13:53:09
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Second Marriage [Indonesia]   14. Skenario

    Calisa berlari di koridor rumah sakit tepat setelah sampai. Padahal pakaian Calisa masih menggunakan baju untuk pergi ke kampus. Dia sendiri berlari sambil gelisah, Calisa hanya tau Malya masuk ke rumah sakit akibat percobaan bunuh diri. Ketika baru saja keluar dari lift, kedua netranya bisa melihat seorang lelaki yang berdiri di depan sebuah ruangan, sengaja menunggu Calisa.“Kak Dim! Kak Malya gimana?!” Wanita itu menarik pakaian Dimas dan membuatnya terguncang kecil. “Dia baik-baik saja, 'kan?!” desak Calisa penuh kecemasan. Bagaimana pun juga Calisa merasa khawatir dengan kondisi sang kakak angkat itu.“Tenang, tenang dulu. Malya di dalam, masuk saja.” Dimas tertawa kecil, tawanya ceria dari bibirnya namun tidak bisa dipungkiri pandangan itu begitu nanar. “Malya baik-baik saja, Sa,” lanjut Dimas menenangkan Calisa.Ada perasaan lega menelusup hati Calisa, kekhawatiran dan

  • The Second Marriage [Indonesia]   13. Cinta Dalam Diam

    “Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu.” (an-Nisa'ayat29)Dada Malya sesak, hatinya sudah hancur. Tidak ada lagi yang dia miliki.“Biarkan aku merasakan panasnya api neraka.”Malya tahu, bunuh diri adalah dosa. Tidak bisa masuk surga karena bunuh diri. Tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan rasa sakit di dunia, jadi Malya berpikir yang bisa menghilangkan rasa sakit ini hanyalah sebuah kematian.Malya mulai menggoreskan benda tajam menggunakan gunting terarah tepat di pergelangan tangan kirinya. Tidak ada suara ringisan atau suara rasa sakit dari mulut Malya.

  • The Second Marriage [Indonesia]   12. Hukuman Malya

    Malya tidak tahu harus berbuat apa pada posisinya.Pada saat Malya membutuhkan pelukan dari Ibu dan Ayah. Pada saat membutuhkan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Pada saat membutuhkan perlindungan dari ayah dan ibu. Dan, Malya semakin tidak tahu harus berbuat apa. Ada sesuatu yang tersembunyi di dunia ini. Dua kata, anak angkat.Ya, anak angkat. Malya hanya seorang gadis yang dibesarkan di keluarga Calisa, pasangan Tiffany dan Satya, orang tua Calisa. Malya menjadi kakak angkat dari Calisa.Kenyataan itu memang fakta. Benar-benar fakta. Awalnya Malya tidak percaya, namun dunia semakin berputar membuat ketidakpercayaan itu muncul ketika Malya mencari Ibu kandung. Terpukul mendengar informasi bahwa Ibu kandung bernama Sinta telah tiada.Padahal Malya masih membutuhkan sosok orang tua, membutuhkan mereka untuk mengajarinya, apa yang seharusnya dilakukan saat menghadapi kerasnya dunia. Tapi karena orang tua a

  • The Second Marriage [Indonesia]   11. Earphones

    “Lama amat, sih. Lo lupa ada janji sama sahabatnya?” sindir Jejen. Calisa tertawa dan merangkul Jejen sambil mengajak berjalan. “Maaf, ukhty. Tadi ada masalah dikit di halaman kampus. Kamu sudah sarapan?” tanya Calisa agar Jejen tidak ngambek padanya. Masih dengan muka tertekuk karena kesal, Jejen menjawab, “Belum. Kamu, 'kan sudah janji sarapan bareng sama gue, Sa,” jawabnya sedikit cemberut. Calisa dan Jejen memang sudah janjian sarapan di kantin kampus. Sudah lama sekali tidak melakukan kegiatan itu, sejak Calisa pergi ke Purwokerto. Syukurlah jam mata kuliah kurang tiga puluh menit lagi dimulai. “Jangan cemberut gitu dong, jelek tau,” godaan Calisa sambil menyubit pipinya yang chubby.

  • The Second Marriage [Indonesia]   10. Hinaan

    “I'm sorry ....”Calisa membenarkan posisi berdiri, merapikan ghamis dan kerudung lalu mendongak saat mendengar permintaan maaf dari suara wanita bersurai panjang. Mata Calisa sedikit menyipit karena cahaya matahari mengenai wajahnya. Calisa melihat wanita itu tengah memandang dirinya dengan ekspresi sinis dari bibir merah.Tidak kenal.“Ups.” Wanita itu menutup mulut dengan telapak tangannya dengan mimik muka terkejut yang dibuat-buat. “Ternyata yang gue tabrak itu seorang janda muda,” imbuhnya dengan pelan seakan berharap Calisa tidak akan mendengar penuturan barusan, akan tetapi mampu didengar oleh Calisa.Mungkin imbuhan bernada mengejek, menghina dan merendah. Sudah bisa ditebak dari ekspresi wanita bersurai panjang itu, jelas-jelas seperti sedang menghina. Calisa berbuat setenang mungkin dihadapannya.“Janda?” beo sese

  • The Second Marriage [Indonesia]   9. Janda Muda

    “Aku mungkin akan mengingat sebagian besar memory kami berdua, aku dan Mas Gavin. Tapi aku akan mencoba berlari ke depan, bukan kebelakang. Di belakang, di mana tinggal secercah kenangan tanpa harapan.”Rasanya seperti mencoba meraih harapan untuk digenggam bersama kenyataan. Namun, Calisa rasa itu hanya ilusi semata dari serpihan mimpi-mimpi belaka. Ya, ilusi. Makanya jangan sampai Calisa tidak bisa membedakan, mana yang merupakan realita dan mana yang bukan.Tidak. Sekarang bukan untuk memikirkan kenangan, tapi tidak ada salahnya untuk mengenang. Seperti mengenang orang yang telah tiada? Bukan itu yang Calisa mau, karena itu terlalu menyedihkan—seperti tidak mau menerima kejadian yang telah terjadi.Terlalu sempurna untuk mengulang kembali bagian-bagian dari memorynya, tentang manis atas bentuk kue ulang t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status