“Aku mungkin akan mengingat sebagian besar memory kami berdua, aku dan Mas Gavin. Tapi aku akan mencoba berlari ke depan, bukan kebelakang. Di belakang, di mana tinggal secercah kenangan tanpa harapan.”Rasanya seperti mencoba meraih harapan untuk digenggam bersama kenyataan. Namun, Calisa rasa itu hanya ilusi semata dari serpihan mimpi-mimpi belaka. Ya, ilusi. Makanya jangan sampai Calisa tidak bisa membedakan, mana yang merupakan realita dan mana yang bukan.Tidak. Sekarang bukan untuk memikirkan kenangan, tapi tidak ada salahnya untuk mengenang. Seperti mengenang orang yang telah tiada? Bukan itu yang Calisa mau, karena itu terlalu menyedihkan—seperti tidak mau menerima kejadian yang telah terjadi.Terlalu sempurna untuk mengulang kembali bagian-bagian dari memorynya, tentang manis atas bentuk kue ulang t
Last Updated : 2020-09-06 Read more