“Itu lewat bro, lewat,” kata Rio bersemangat sambil menyenggol siku Radit. “Wah gila,” imbuhnya, matanya tidak berkedip sama sekali melihat seorang wanita berjalan menuju lift dan hendak melewati meja pekerja mereka—khusus untuk karyawan.“Siapa?” tanya Radit yang sedari tadi bermain ponsel, sikunya dipukul-pukul oleh tetangga sebelah. “Apa sih, Yo,” gemas Radit.“Itu, yang kemarin gue bilang,” tunjuk Rio dengan dagu walaupun tak terlihat oleh Radit. “Pevita, cewek dari department fashion pindah jadi sekretaris Direktur Raffa.”“Ohh.” Radit tidak terlalu menanggapi.“Beruntung banget kita, anjir. Ketemu dia di sini. Seger nih mata.”“Kenapa memang?” tanya Radit tak mengerti, ekspresinya menautkan kedua alisnya.Rio membisikan sesuatu membuka Radit setengah sadar langsung mendongak, tatapan mata menangkap mahluk sempurna tengah me
Terakhir Diperbarui : 2020-08-04 Baca selengkapnya