Di perjalanan kembali, Haze berkali-kali menatap Lazura. Ah, tidak. Hanya melihat warna rambunya yang unik dan menarik. Sinar matahari terlihat kalah dari kilau surai Lazura. Berkat sinar matahari jugalah, Ogre-ogre itu tidak jadi mengejar mereka. Tanpa sadar dia menyentuh rambutnya sendiri. Warna rambutnya juga perak. "Kamu elf Nagusia?" tanyanya penasaran. Lazura merasa dipanggil langsung menoleh. Ketika mencerna maksud Haze, barulah dia mengerucutkan bibir. "Yang benar saja. Tanah kelahiranku cuma Voro."Haze sedikit menjaga jarak demi kemanan telinga runcingnya."Voro, kan bagian Asland juga," ujar Zoe bergabung dalam pembicaraan ini."Aku nggak ngerasa gitu," balasnya sinis. Ada dendam dalam mata safirnya. "Bantuan aja nggak pernah datang," tambahnya mencibir.Haze baru memaklumi alasan Voro begitu miskin. Padahal jika dikelola dengan baik, Voro bisa dijadikan tempat bermukim seperti di Nagusia. "Akan aku bicara
Last Updated : 2020-08-18 Read more