tengahan malam. Cowok itu tersenyum sambil membuka pintu rumahnya."Kamu darimana?" sosok pria muncul diantara kegelapan rumahnya, sosok yang masih terlihat gagah di umurnya walau sudah menginjak usia empat puluhan.Senyum Shaka menghilang, namun hanya beberapa detik, bibirnya kembali membentuk sebuah lengkungan hangat. "Habis dari rumah Saga, Yah." Saga adalah sahabatnya sejak kecil. Dan apapun alasannya jika dia bersama Saga, sang Ayah tidak akan bertanya lebih lanjut.Damar mengangguk pelan, tersenyum dan mengusap rambut anaknya itu. Dia memang suami yang buruk, namun pria itu adalah ayah yang baik untuk anak-anaknya. Bahkan walau dia sudah bersama Danela, istri barunya, Damar selalu memposisikan Shaka diatas segala-galanya."Yaudah, kamu cuci muka terus tidur. Kamu sudah makan malam?" tanya Damar peduli.Shaka mengangguk kecil. "Udah, Yah, Shaka kekamar dulu, ya." anak itu pamit pergi
Last Updated : 2020-09-01 Read more