LOGIN"Lo itu punya gue. Lo pergi, gue kejar. Lo punya cowok lain, mereka gue bunuh." *** Shaka adalah cowok yang kesekian jatuh cinta pada feromon Nina. Dia telah menandai Nina sebagai miliknya, hingga tidak ada lagi para laki-laki yang berani mendekati gadis itu. Shaka bukan cowok sembarangan. Jika ada yang nekad memasuki zona nyamannya, apalagi segala sesuatu yang menyangkaut Nina, maka orang itu akan lenyap. Shaka adalah gambaran 'iblis' sebenarnya, di balik tawa girang yang dia tampilan setiap hari. Dia berbahaya. Segalanya makin bertambah parah saat gadis yang dia cintai tidak pernah peduli tentang rasanya. ***
View Moret Nina terbangun, ruang kosong di sampingnya membuktikan bahwa cowok itu benar-benar telah pergi. Nina pergi ke sekolah lebih cepat hari itu, karena jam pertama ada ulangan kimia.Alis Nina berkerut saat melihat Sheila sudah berada di kelas, namun dengan seorang laki-laki di sampingnya. Saga. Nina tau cowok itu, Saga selalu peringkat kedua, bisa dibilang lawannya dalam bidang akademik.Saga juga teman si setan Shaka, mereka selalu terlihat berdua. Nina tidak tau bahwa Sheila punya hubungan sedekat itu dengan Saga.Melihat kedatangan Nina, Saga menjauhkan tubuhnya dari meja, memberi jalan agar Nina bisa duduk ke bangkunya. Mata mereka bertemu, namun secepat angin, mereka membuang muka.Entah ini hanya perasaan Nina atau memang benar, Sheila tampak salah tingkah dengan kedatangannya. Kenapa juga dia? Malu gue pergokin pacaran? Padahal baru kemarin bilang suka si setan? Namun, pada
t Nina terbangun, ruang kosong di sampingnya membuktikan bahwa cowok itu benar-benar telah pergi. Nina pergi ke sekolah lebih cepat hari itu, karena jam pertama ada ulangan kimia.Alis Nina berkerut saat melihat Sheila sudah berada di kelas, namun dengan seorang laki-laki di sampingnya. Saga. Nina tau cowok itu, Saga selalu peringkat kedua, bisa dibilang lawannya dalam bidang akademik.Saga juga teman si setan Shaka, mereka selalu terlihat berdua. Nina tidak tau bahwa Sheila punya hubungan sedekat itu dengan Saga.Melihat kedatangan Nina, Saga menjauhkan tubuhnya dari meja, memberi jalan agar Nina bisa duduk ke bangkunya. Mata mereka bertemu, namun secepat angin, mereka membuang muka.Entah ini hanya perasaan Nina atau memang benar, Sheila tampak salah tingkah dengan kedatangannya. Kenapa juga dia? Malu gue pergokin pacaran? Padahal baru kemarin bilang suka si setan? Namun, pada
pingnya membuktikan bahwa cowok itu benar-benar telah pergi. Nina pergi ke sekolah lebih cepat hari itu, karena jam pertama ada ulangan kimia.Alis Nina berkerut saat melihat Sheila sudah berada di kelas, namun dengan seorang laki-laki di sampingnya. Saga. Nina tau cowok itu, Saga selalu peringkat kedua, bisa dibilang lawannya dalam bidang akademik.Saga juga teman si setan Shaka, mereka selalu terlihat berdua. Nina tidak tau bahwa Sheila punya hubungan sedekat itu dengan Saga.Melihat kedatangan Nina, Saga menjauhkan tubuhnya dari meja, memberi jalan agar Nina bisa duduk ke bangkunya. Mata mereka bertemu, namun secepat angin, mereka membuang muka.Entah ini hanya perasaan Nina atau memang benar, Sheila tampak salah tingkah dengan kedatangannya. Kenapa juga dia? Malu gue pergokin pacaran? Padahal baru kemarin bilang suka si setan? Namun, pada hakekatnya Nina orang yang tidak pedu
sampai membuat hidung cowok itu berdarah, Nina masih kesal. Apalagi reaksi Shaka setelahnya malah tertawa terbahak-bahak. Membuat Nina benar-benar sudah yakin bahwa cowok itu orang gila.Dengan hidung yang sudah bercucuran darah, Shaka masih bisa tertawa sebesar itu tanpa meringis.Sejujurnya, Nina ingin mengobatinya, namun dia melupakan keinginan itu saat mengingat betapa kurang ajarnya seorang Shaka. Nina pernah bilang bahwa dia membenci romantisme? Ciuman salah satunya. Lebih buruk, Shaka yang mengambilnya.Dengan amarah yang masih berkumpul dalam dada, dia masuk kedalam rumahnya. Langkah kaki Nina sempat terhenti melihat Papanyaa tengah berjalan menuju ruangan kerjanya.Pria itu juga menyadari gadis itu dan menoleh. Nina cukup terkejut saat Papanya mendekat. "Kamu baru bertemu Shaka?" tanya pria itu. Dengan wajah kaku dan datar seperti biasa.Nina tidak percaya bahwa telinganya menangk