"Kamu dari mana saja?" teriaknya sambil memeluk bocah yang sudah lari menghampiri dirinya. Hampir dua jam ia berkeliling kota untuk mencari sang adik, yang entah kenapa bisa hilang begitu saja. "Maaf, Kak," ringis bocah itu karena dipeluk erat sang kakak. "Kakak takut kehilangan kamu, Dek!" Jantung Amara semakin berdetak, ia ingin menyerah dan menelepon polisi saja jika sampai malam ia tidak menemukan adiknya. Jakarta bukan kota aman untuk bocah seusia Cakra yang sendirian, bisa saja eksploitasi anak membuat Cakra menjadi budak. Ia menggeleng-geleng mengenyahkan pikiran buruk tentang hal tersebut. "Apa yang ada di tangan kamu?" Menggandeng tangan Cakra untuk berjalan kembali pulang. Cakra melihat tangannya yang membawa bungkusan, ia menyengir malu. "Makanan, dikasih om yang duduk di samping Cakra." Amara tak habis pikir, bisa-bisanya Cakra mengambil pemberian dari orang lain yang tidak di kenal. Padahal bisa saja
Last Updated : 2020-09-11 Read more