Finland berhasil membebaskan dirinya dari pesona Caspar sebelum pemuda itu dapat berbuat lebih jauh."Hadiah taruhannya hanya satu ciuman," kata Finland dengan nada protes. Gadis itu buru-buru bangkit dari sofa dan merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.Caspar memejamkan mata dan mendesah sedih, seperti anak lima tahun yang dihukum tidak boleh bermain dengan boneka kesayangannya."Aku barusan menyatakan cinta kepadamu," katanya kemudian setelah membuka mata dan menatap tepat ke sepasang mata Finland berusaha menghindarinya. "Apakah cintaku tidak ada artinya?""Aku tersanjung. Terima kasih, tapi aku tak bisa menerimanya." Finland menghabiskan Irish coffee-nya buru-buru. "Kau bukan laki-laki pertama yang menyatakan cinta. Entah kenapa biasanya sehabis ada yang menyatakan cinta kepadaku, nasib buruk akan menghampiriku... aku tidak mau ambil risiko.""Nasib buruk?" tanya Caspar tidak mengerti."Aku dulu sering dibully di sekolah karena mu
Last Updated : 2020-11-17 Read more