“Ya udah, kakak tunggu disini sebentar. Aku panggilin bang Rafa ya.” Raisyapun berlalu.Aku masih duduk disini, disebuah sofa kecil yang menghadap hamparan sawah yang hijau. Aku membuka sedikit pintu balkon, sehingga semilir angin masuk keruangan ini. Tempat ini benar-benar sangat nyaman. Andai saja aku bisa menghabiskan waktuku disini, pasti sangat menyenangkan. Akupun kembali bermimpi. Walau Rafa mengatakan semua ini akan menjadi milikku, tak semerta-merta membuatku melambung. Aku belum menjadi isterinya lag
Terakhir Diperbarui : 2020-10-13 Baca selengkapnya