Elvi berjalan menyusuri koridor kantornya. Tumben sekali di dalam masih sepi, pikir Elvi. "Pak Arkhan?" panggil Elvi ketika matanya menangkap seseorang yang sedang duduk di kursi kerjanya. "Pak, mau saya buatkan kopi?" tawar Elvi saat sudah masuk ke dalam ruangan Arkhan. "Boleh" jawab Arkhan singkat, matanya tidak menatap Elvi sama sekali dan tetap fokus pada laptopnya. Elvi meletakkan kopi yang baru saja dibuatnya ke meja Arkhan. Ia hendak berlalu dari sana namun teringat sesuatu. "Pak, masalah yang kemarin itu-" ucapan Elvi terhenti kala Arkhan mulai menatapnya. "Eng itu, Bapak nggak seharusnya bentak-bentak Arsel, s-saya tahu pekerjaan Bapak menumpuk tapi Bapak bisa bilangin Arsel baik-baik" Elvi tiba-tiba gugup. Tatapan tajam milik Arkhan mampu untuk membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. "Itu masalah keluarga saya, kamu
Last Updated : 2020-10-30 Read more