“Kamu?!” ujar Arvi dengan nada kurang suka,ia lumayan terkejut melihat perempuan tersebut berada diruangannya, Arvi meletakan tas laptopnya diatas meja dan menatap tajam gadis yang memakai setelan peach tersebut. Sayangnya, tatapan tajam tersebut tak mempan untuk menakutinya, bahkan gadis tersebut menunjukan senyum lebar.“Selamat pagi, mas” sapa Zevina dengan ramah, Arvi mengeraskan rahangnya. “Keluar kamu dari ruangan saya!” titah Arvi tegas, Zevina kembali tersenyum dan mengangguk patuh. “Kopinya diaduk dulu mas,” kemudian ia keluar dari ruangan tersebut.Setelah Zevina keluar dari ruangannya, Arvi mengambil ponselnya dan menelpon Bayu. “Kenapa?” sapa Bayu dari seberang telepon, Arvi menghela nafasnya dan duduk. “Zevina” ucap Arvi, Bayu terdiam heran dengan ucapan Arvi, terlebih dengan helaan nafas Arvi yang terdengar sangat berat. “Kenapa sih Vi?” mendapati pertanyaan seperti itu, Arvi memijat pangkal hidunganya.Ia
Last Updated : 2020-11-12 Read more