Ryan masih memperhatikan wajah mungil Agnes. Agnes, seorang gadis yang tomboi, namun wajahnya cantik jelita tanpa make up itu, selalu membuat Ryan setiap haru kangen sama Agnes. Agnes, gadis yang ceria dan menyenangkan. Walau terkadang dia judes dan galak, namun Agnes itu sudah bisa membuat hati Ryan penuh warna. Sudah sejak SMA mereka berteman. Dan mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Ryan yang sudah begitu mengenal Agnes, dan Agnes yang sudah begitu mengenal Ryan. Namun, perasaan Ryan pada Agnes itu, semakain hari, kian tumbuh menjadi perasaan cinta. Namun tidak dengan Agnes, dia hanya menganggap Ryan sebatas sahabat.Ha...ha...Ryan tertawa. Lagi- lagi dia tertawa. Ryan memang selalu bisa membuat Agnes bahagia. Dengan kehumorisannya, Agnes jadi semakin suka bersahabat dengan Ryan. Ryan bisa mengisi kebahagaiaan dalam hidup Agnes yang selalu dalam kesulitan itu." Udah dong Ian, berhenti tertawanya. Aku lagi pengin ngomong serius nih." Ka
Terakhir Diperbarui : 2020-11-13 Baca selengkapnya