author-banner
Hs.
Hs.
Author

Novels by Hs.

Maryam

Maryam

Siti Maryam, nama perempuan itu. Nama yang sederhana. Sama persis dengan orangnya yang memiliki sifat; sederhana, ramah terhadap orang lain. Dengan bibir yang selalu dihiasi dengan senyuman itu membuat orang nyaman dekat dengan dirinya. Suatu hari Maryam diberi pilihan; meninggalkan sosok malaikat kecil itu atau menikah dengan lelaki yang beristri?
Read
Chapter: Bab 14
"Buang dimana anak saya?!" Zaidan tak bisa menahan amarah, sehingga menarik kerah baju pak Rahmat dengan kasar.Pak Rahman hanya bisa menangis merasa sesal, sesekali meringis pelan lukanya terbentur akibat tarikan Zaidan terlalu kasar."Pak Zaidan yang sabar, kasihan pak Rahman. Dia lagi sakit pak," pak Adi mencoba meredakan amarahnya Zaidan.Zaidan menyeringai dengan kepala menggeleng tidak terima ucapan Pak Adi. "Sabar!? Biarkan saja, lebih sakit saya pak. Saya kehilangan anak saya dan istri saya. Saya salah membenci seseorang yang terlibat bahkan dengan teganya saya menuduh istri saya."Zaidan tak bisa menahan laju air matanya, lima tahun dia mengabaikan sang istri karena salah paham ini. Ia kira sang istri dengan tega membunuh anak dirinya tapi ternyata itu hanya salah paham. Ya Tuhan, penyesalan memang datang diakhir waktu."Maafin saya pak, maafin saya ... saya di
Last Updated: 2020-09-30
Chapter: Bab 13
Sesekali pria itu menarik napas dengan kasar. Pikirannya belalang buana, entah apa yang ia pikirkan. Tapi yang pasti ada perasaan aneh yang tidak mengerti oleh dirinya sendiri."Bapak enggak papa?" tanya pak supir di depan kemudi. Melihat sang majikan yang sesekali mengambil napas kemudian mengeluarkan dengan."Emang kenapa saya?""Hmmm, bapak seperti memikirkan sesuatu yang berat." jawab supir itu dengan tergagap-gagap, takut salah bicara.Pria itu Zaidan. Zaidan memilih diam, tak menjawab lagi percakapan tadi. Iya, ada sesuatu yang ia pikirkan dengan berat.Tiiiitttt ....."Ada apa pak?" tanya Zaidan dengan kening mengerut ketika mobil yang ia tumpangi berhenti mendadak."Maaf pak. Saya menabrak orang," kata pak supir itu dengan takut."Shit," umpat Zaidan.Sekita kerumunan orang men
Last Updated: 2020-09-30
Chapter: Bab 12
Senja menyapa mahluk bumi. Semilir angin menambahkan kesan romantis bagi sebagian orang yang menikmati senja. Ada juga orang yang bernapas dengan lega karena senja mulai datang, tanda pekerjaan sedang selesai dan meninggal tempat kerja. Dan ada juga orang mengusap peluh dengan hati yang merana, pulang tak membawa uang ke keluarganya.Sore ini di rumah yang besar terdengar lantunan ayat suci Alquran, meskipun terdengar tergagap-gagap."Bukan Manya'mal mbak," tegur Romlah dengan lembut.Shila mengangkat alisnya bingung, dia menatap Maryam seakan bertanya 'apa?'."Mayya'mal yang benar mbak. Ketikan nun mati (نٔ) bertemu dengan huruf yaa' (ي) hukum bacaan nya Idgham bighunnah," Maryam mengambil sepidol kemudian menulis huruf yang dan nun di papan yang sudah disiapkan untuk mengajarkan ngaji Shila.Kemudian dia menjelaskan arti dari hukum bacaan Idgham bighunnah.
Last Updated: 2020-09-30
Chapter: Bab 11
Pria itu dengan penuh semangat berjalan sambil menenteng sebuah paper bag yang agak besar. Senyuman pun tak pernah luntur dari wajah rupawan nya."Cari siapa Tuan?" tanya bibi Mus yang melihat sang tuan seperti mencari seseorang.Zaidan berdeham mengurangi rasa salah tingkah, kepergok mencari-cari seseorang. Image nya sebagai pria dingin kini dipertaruhkan! Zaidan tak sadar bahwasanya manusia itu abu-abu, kadang dia menunjukkan sikap dingin ke orang sekitarnya, ada juga menampilkan sikap yang suka nyinyir atau sikap yang ceria."Tidak ada!" Zaidan berbalik untuk pergi."Kalau cari Ar. Ar nya ada di taman sama bundanya," ucap bibi Mus menyembunyikan senyumnya.Zaidan berbalik "Tidak! Siapa yang mencari Ar," sangkal Zaidan dengan tegas."Oh begitu. Saya hanya memberi tahu tuan.""Tidak usah memberi tahu saya." Zaidan berbalik
Last Updated: 2020-09-30
Chapter: Bab 10
"Ar juga puasa?" tanya Shila dengan penasaran. Pasalnya Ar itu masih kecil, dia tak mau Ar sakit."Iya mbak." jawab Maryam sambil sibuk dengan aktivitas nya membersihkan kasur Shila. "mbak mau mandi sekarang?""Enggak, nanti aja. Emang Ar kuat Maryam? Kasihan lho Ar masih kecil, udah di ajarkan puasa sama kamu." Ucap Shila mengeluarkan rasa khawatirnya, meskipun Ar bukan anaknya entah kenapa dia seperti ada ikatan dengan Ar.Maryam mengulum senyumnya "Ar puasa Dzuhur mbak. Aku melarang Ar puasa mahgrib takut nanti lambungnya gak kuat.""Oh, aku kira Ar puasa Maghrib.""Enggak lah mbak, kasihan. Ar itu anaknya keras kepala. Pernah bulan puasa kemaren Ar puasa Mahgrib karena Ar ketiduran siang, aku udah bangunin tapi yaitu Ar itu orang paling ribet kalau di bangunin. Bangun tidur aku udah nyuruh Ar membatalkan puasanya tapi Ar gak mau. Aku Sampek paksa Ar sampai Ar nangis
Last Updated: 2020-09-30
Chapter: Bab 09
Semilir angin menerpa wajahnya, dengan perlahan Maryam menutup matanya. Merasa sejuk menerpa rongga dada nya. Embun pagi di ba'da subuh di Surabaya menyejukkan, ketika pagi datang embun itu sudah hilang digantikan kepulan asap kendaraan.Dalam hati tak henti-hentinya terucapkan rasa syukur kepada Allah. Telah memberikan nikmat yang begitu banyak sehingga tak bisa terhitung.Setelah selesai menikmati embun pagi, Maryam membuka jendela lebar-lebar, agar aroma wangi embun pagi merasuk memenuhi seantero kamar kecilnya.Ar yang sedang tertidur pulas, menggeliat kecil ketika hembusan angin menerpa wajahnya.Maryam tersenyum kecil. "Sayang, udah azan. Yuk sholat."Ar masih menggeliat didalam selimutnya."Sayang," panggil lembut Maryam, sambil menyibak selimut Ar.Ar masih bergeming, meskipun selimutnya tak ada. Dia membelakangi Maryam de
Last Updated: 2020-09-29
Mr.Wedower

Mr.Wedower

What happens to a girl who is seventeen years old, must marry a widower who is thirty-seven years old. Their marriage was carried out out of gratitude for the kindness of the widower who helped the girl with her family. at the beginning of marriage the girl had to experience the trauma of intercourse due to her husband forcing her. So that accidentally the widower left trauma to the girl. The widower, who is thirty-seven years old, has an eldest son who is eighteen years old. The eldest son who was known for his quiet, cold and untouchable figure. Secretly hates the girl for taking the position of her dead mother. Will one day the widower's eldest son accept the girl?
Read
Chapter: Three
"Thank you uncle," said Romlah sincerely. Indeed, he is very grateful to the man who has helped him and also the father from that lethargic bondage. Yes, because the man did not take the belongings in his house and also the land certificate.The man only tugged at the corners of his lips. "I free you and your family from the bondage of lethargy not for free, there are conditions that must be done!" said the man firmly, his sharp eyes staring at Romlah.Romlah nervous is not playing when the man glares at her. His hands were linked because of nervousness, fear and worry about the condition of that man.Mr. Junaidi chose to remain silent, he looked closely at someone sitting on the plastic chair. The man was similar to someone, whoever forgot.the neighbors tried to eavesdrop on Mr. Junaidi's window and also through the door of the house which was not tightly closed.The neighbors were curious about the man's terms. the man said from one of the
Last Updated: 2020-09-25
Chapter: Two
"Pick up the stuff that's inside!" commanded a bald-headed man emphatically. Simultaneously the male bodyguards carried out their duties."Sir, I beg you not to take things at my house," pity the half old man."Can not, sirI warned you a week ago, but you have no news. "Actually, the bald-headed man could not bear to be with his middle-aged father. What else could he do, he was just a subordinate, if he didn't do it, the boss would threaten him to be fired.The middle-aged man had tears in his eyes when he saw his things such as a TV, fan, plastic cupboard, plastic chair and mattress being taken out of his house. Even though these items are not worth the price because of the TV, fan, plastic cupboard, plastic chairs and mattresses. those items are only put out for a long time, surely the price is not much."Why, why were my parents' belongings removed ?!" asked Romlah, confused. The reason is that he washes the neighbors' dishes so he can get a wage so he can
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: One
The girl smiled. See beautiful natural scenery. Rice fields, one of the natural charms that is very beautiful for the girl. Because there his father makes a living for his mother and himself.Siti Romlah, the girl's name. A girl who likes nature, especially rice fields. in the fields there are many memories that happened when he was little"Sir, the food." called Romlah, his hands carrying aloft the basket he brought from the house.The father who was hoeing the ground immediately stopped, when the princess called himself. Junaidi, the name of Mr. Romlah. Mr. Junaidi immediately cleaned his hands in the gutter where water flowed from the river in his village. After that walked towards the princess who is now waiting in the cube."You must be tired right? So here I bring your favorite foodThere are kelor vegetables, tofu, tempeh and fresh eggplant with fried onion chili sauce. "Romlah excitedly told the food he prepared for the father" do you want e
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Prologue
"You have to serve your husband.""But I don't want to, hisk ...." The girl who was under the confinement of the grown man cried."Now the wife must obey her husband's orders!" said the grown man. Rangga Syaputra, the name of the grown man."Hisk ... hisk ... hisk ...." the girl cried even louder. Siti Romlah is the name of the girl. A girl from the village who has to serve her husband who is unconscious, isn't she fainted? The husband seemed to lose his mind and was rude and did not hesitate to hit Romlah."Stop!" Rangga stern warning, his sharp eyes stared at the girl below him.Romlah is silent at once, holding back his tears so as not to make a sound. He was afraid that Rangga was getting harsh on him."Let's get started." Rangga grinned, opening the pants he was wearing.The rangga spreads Romlah's legs so that the seductive red flower blooms like a flower. Trying to put in his juniors at once.Romlah grinned slowly, his tears flo
Last Updated: 2020-09-23
CINTA ATAU NAFSU?

CINTA ATAU NAFSU?

Semua wanita memimpikan mempunyai seorang suami yang harmonis, romantis dan lembut. Tapi itu hanya impian saja, belum tentu itu menjadi nyata! Seperti kisah Zara yang menikah dengan seorang pria arogan, pemaksa dan pesosive. Akankah Zara bertahan dengan hubungan pernikahan seperti itu? Sedangkan ia menginginkan seorang suami yang bersikap lemah lembut kepada dirinya.
Read
Chapter: Part 05
Part 05Hancur. Harapan untuk hidup itu sudah melebur. Binasa, raib entah kemana.Keperawanan. Mahkota tertinggi seorang wanita tak lagi dia punya. Kesuciannya diregut dengan paksa. Ia hanya gadis kotor yang diperkosa, kotor dan menjijikan, semua orang menganggapnya dengan demikian.Keperawanan yang di persembahkan untuk seseorang yang nanti menjadi suami di rebut dengan paksa oleh iblis itu. Linangan air mata Zara tak bisa berhenti. Tubuhnya meringkuk dalam selembar jaket lelaki iblis itu. Dia benci dengan iblis itu. Ya, dia menyebut iblis itu. Dia bukan lelaki yang membuatnya tersipu malu lagi, dia hanya iblis yang berwujud manusia. Tanpa belas kasihan iblis itu menuntaskan napsunya, tak terhitung berapa kali dari malam hingga waktu subuh tiba.Tanpa rasa bersalah iblis itu meninggalkan dirinya seorang diri di kubuk sawah. Dalam hati dia meminta kepada Allah untuk mati saja. Bagi dirinya, buat apa hidup jika hanya memperma
Last Updated: 2020-09-25
Chapter: Part 04
Zara bersiap-siap untuk pamit karena pekerjaannya di rumah Bu Salma sudah selesai. Keluarga Bu Salma sedang duduk santai sambil berbincang-bincang hangat dengan keluarganya. Dia tadi di suruh untuk gabung oleh Bu Salma sama suaminya, tapi dia sungkan. Dengan alibi membersihkan dapur agar cepat pulang, soalnya hari pun sudah beranjak malam."Tan, Zara pamit pulang dulu ya," pamit Zara kepada Bu Salma yang sedang duduk dengan Aska di ruang keluarga. Suami Bu Salma dan Bella mungkin sudah masuk kamar, pikir Zara soalnya tak terlihat Bella sama Pak Kardiman."Nginep aja disini Za, diluar kayanya mau hujan." tutur Bu Salma. Soalnya tadi terdengar suara petir dan hawa pun mulai mendingin seperti hujan hendak turun.Zara menggelengkan kepalanya. "Gak deh, makasih Tan. Kasihan Hus sama Tante Ismi."Bu Salma tersenyum kecil "Bentar ya," Bu Salma pamit untuk ke kamarnya, mengambil sesuatu.Canggung, itu yang sekarang dirasakan Zara.
Last Updated: 2020-09-24
Chapter: Part 03
"Loh, kamu gak sekolah Bel?" tanya Zara dengan mengerutkan kening nya.Yang ditanya malah mesam-mesum gak jelas."Aku libur," ucap Bella dengan senyum jenaka nya.Zara memicingkan matanya, menatap Bella dengan curiga."Benenaran?" tanya Zara dengan curiga."Iya," ujar Bella dengan melipat bibirnya kebawah.Zara belum percaya apa yang diucapkan Bella. Bella ini orang nya suka bolos ketika ada pelajaran yang ia tak suka.Bella memutar bola matanya, merasa jengah sendiri dengan sikap Zara."Di sekolah kakak kelas aku ada ujian tri out.""Oohh," Zara hanya ber'oh ria.Bella mencibik bibirnya saja.Zara terkekeh kecil."Yuk masuk di tunggu mama dari tadi kamu lho," Bella mempersilahkan Zara untuk masuk kerumahnya.Zara mengangguk mengikuti Bella. Sesekali terlibat pembicaraan kecil antara Bella dan Zara. Tak terasa Zara udah sampai di
Last Updated: 2020-09-23
Chapter: Part 02
Zara tiba kerumahnya pukul dua belas siang hari. Hari ini, dagangnya tersisa tidak seperti sebelumnya. Kalau kemaren dagangannya laris manis, tapi sekarang tinggal tiga bungkus nasi dan juga gorengan yang agak banyak. Mungkin karena sekarang para wali murid dari SD sampai tingkat SMK ada rapat."Mbak Zara udah pulang?" tanya gadis kecil dengan boneka ditangannya.Gadis kecil itu keponakan nya, namanya Husnawiyah."Iya, gimana ibu?"Maksudnya Tante dirinya. Ia tak memanggil Tante ia memanggil ibu sama seperti Hus. Zara tak mempunyai ibu, ibu dan ayah nya entah kemana ia tak tahu. Yang ia tahu ibu dan ayahnya jadi WNI dengan negara orang. Tapi setelah setahun bekerja di negara orang ibu dan ayahnya tak ada kabar."Kamu makan dulu ya, di keranjang sana ada sisa jualan mbak.""Iya mbak," Hus berlalu didepan Zara.Zara berniat tak menanak nasi lagi. Ia nanti akan memakan nasi sisa jualan tadi. Mungkin ia akan m
Last Updated: 2020-09-22
Chapter: Part 01
Zara Imelda, perempuan cantik dengan rambut sebahu seperti dora, tapi ia tak mengunakan poni. Mata bulat dengan bulu mata lentik. Bibir yang selalu merekah dengan senyumannya.Dia gadis rajin, setiap pagi ia akan berjualan gorengan dan juga Sego jagung (nasi jagung hask Madura). Ketika pagi hari ia akan berkeliling kampungnya untuk berjualan. Tak lupa juga ia berhenti ke sekolahan untuk menjajakan jualan nya kapada dokter dan perawat."Zara,"Panggilan seseorang membuat Zara menghentikan gayuhan nya."Iya, ada apa Bella?"Bella teman Zara ketika SD dulu.Perempuan yang berseragam putih biru itu menatap Zara dengan senyum manis.Zara mengernyitkan dahi nya bingung dengan Bella yang cengar-cengir gak jelas."Kenapa kamu senyum-senyum gitu? e'nga'en oreng ghille (kaya orang gila)." Ucap Zara.Bella melipat bibirnya kebawah. Ketika Zara menyamai dirinya dengan orang gila.&nb
Last Updated: 2020-09-22
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status