Chapter: BAB 14“Kenapa kau tiba-tiba kabur?” Ucap Alice sembari mengikuti langkah Adam menuju ruang gudang tempat Arya mengurung dirinya.“Aku akan menemui kakakku.” Jawab Adam singkat. “Kalau begitu pelan-pelan saja kali ku sakit. Hei,,,hei,,hei!” Pinta Alice yang tak berhenti berceloteh kepada Adam.Teriakan terakhir nya berhasil membuat Adam berhenti berjalan. “Jangan membuat ku marah, nanti aku bisa meledak.” Terang Alice berharap Adam mengasihinya.“Mangkanya aku ajari metode itu.” Jawab Adam dengan sabar. “ Itu tidak akan berhasil untukku.maka kau harus menjadi tuas pengamanku.” Alice dengan tegas berkata seperti memaksa Adam untuk memenuhi pintany akali ini.“Apa?” Adam berkat
Last Updated: 2020-11-06
Chapter: BAB 13“Wah saat cemberut seperti ini, wajahmu mirip sekali dengan ibumu. Ibu bukan hanya pandai menulis tapi juga sangat cantik dan seks. Kau sangat mirip dengan ibu mu.i” Tangan Alice seketika melayang pertanda ingin menggapai mulut Atos.Belum sempat tangan Alice mengenai Atos lagi- lagi, Adam berusaha menahannya.”Tutup mulutmu dan pergilah!”“wah, keadaan semakin menarik, kau harus lebih berhati-hati. Ibumu yang penulis novel terkenal, tiba-tiba di kabarkan meninggal. Dan ayahmu yang merupakan arsitek terkenal, tiba-tiba masuk rumah sakit jiwa. Lantas aku penasaran bagaimana nasibmu nanti ya?” Dengan perkataan yang menanam pada Alice, Atos berkata-kata seolah tanpa dosa mengucapkannya.“Setiap kali berurusan dengan wanita ini, kau akan merasakan akhir yang buruk, i
Last Updated: 2020-11-06
Chapter: BAB 12Arya yang masih ke panikan dengan trauma masa lalunya terbanyang seketika di kepalanya, seperti cuplikan film di kepalanya.Segera membuka pintu masuk Adam menenangkan Arya."Dai menjambak rambutku.""Tenanglah, maafkan aku.""Aku tidak apa-apa.""Ya. Kau baik-baik saja. Maafkan aku." Menenangkan Arya di pelukannya dengan bungkusan jekat hitam yang Adam sungkupkan di atas kepala Arya, agar membuatnya merasa lebih aman."Aku sudah baik-baik saja sekarang.""Tenanglah." Kilauan lampu kamera dari wartawan yang menghadiri acara penerbitan buku Alice , bersautan sama lain untuk bere
Last Updated: 2020-11-05
Chapter: BAB 11Di pagi hariHari ini merupakan hari penerbitan buku dongen Alice yang ke-4, Arya sangat menantikan hari ini.Pukul 06.00 dini hari Arya telah siap-siap untuk ikut menghadiri acara peluncuran buku dongen Alice.Air yang mengalir dari ujung rambut merambat ke seluruh tubuh Arya, berpadu dengan lagu yang selalu dinyanyikannya."Ya ampun Bram. Ayolah anggkat telpon dari ku." Tangan Adam yang menggenggam ponsel bolak-balik di letakkan di dekat telinganya.Namun tetap saja panggilan dari Adam tak di terhiraukan oleh Bram.Di kedai ayam milik Bram, terlihat tubuh Bram yang terlelap di atas deretan kursi, masih mengigau menyebut nama Kanza. S
Last Updated: 2020-11-05
Chapter: BAB 10*Adam Atmaja*Di masa silam."Ibu,,,ibu,,ibu bangun ibu. Adam mau tinggal sama siapa lagi Bu." Air mata dan terikan tanpa kerelaaan terus dilontarkan oleh bocah kecil itu. Sesosok manyat yang terbujur kaku dihadapannya enggan untuk membuat bocah itu terdiam.Arya yang pada saat kejadian itu sedang bersama ibunya. " Merpati hitam itu telah membunuh ibu kita. Dia membunuhnya! Aku melihatnya." Kata-kata Arya dengan setengah sadar.Karena kondisi mentas Arya yang memiliki keterbatasan, membuatnya tidak mampu bersaksi atas kematian ibunya.Arya terus-menerus mengatakan merpati hitam yang telah membunuh ibunya, tentu saja itu tidak bisa memuat bukti yang kuat saat interogasi oleh polisi.
Last Updated: 2020-11-04
Chapter: BAB 9*Adam Atmaja*Dengan tangannya yang belum sempurna sembuh, Adam tetap berusaha bekerja untuk menghidupi kakaknya.Adam mulai melakukan kerja paruh waktu, setelah beberapa hari yang lalu di pecat dari rumah sakit tempat ia bekerja.Mengangkat kardus-kardus besar berwarna biru, otot Adam yang kekar itu terlihat semangat untuk bekerja."Dia baik-baik saja, mengekploitasi tubuhnya untuk bekerja." Ucap salah satu karyawan lelaki paruh baya itu sangat suka dengan semangat kerja Adam.Adam yang mendorong kardus terlalu keras saat menyusunnya di mobil. membuat luka pada tangannya menembus sapu tangan yang dia kenakan."Apa kau terluka anak mud
Last Updated: 2020-11-03
Chapter: BAB 14"Anang, kita akan ke pasar Melo dulu, kerumah temanku." Jelas Malik pada Anang yang segera melajukan motornya ke arah yang di pandu oleh Malik."Vira. ini gua Malik. Gua dengar Ratu sekarang ada di rumah lu. Gua harus bicara sama lu. Gua bakalan samapai depan warung dekat rumah lu, please lu temui gua, ini penting banget." SmS dari Malik yang di tujukan kepada Vira.Vira yang menerima pesan singkat dari Malik pun terkejut dan sedikit heran. Apa Malik akan mencoba membujuknya agar Ratu memaafkannya.Ratu yang terlelap karena seharian menangis tanpa hentinya. Vira seketika berfikir panjang, Apakah dia akan menemui Malik kali ini.Dalam hatinya menerima permintaan Malik namun gejolak di pikirannya menolak itu.
Last Updated: 2020-10-19
Chapter: BAB 13Pertengkaran antara keduanya tak tertahankan. Amarah Malik semakin memuncak saat bang Fadli saat berusaha mendekati Ratu."Sini lu, lawan gua, dasar manusia ga berotak lu, anj*ng" Tegas Malik sembari mengangkat kerah seragam sekolah yang di kenakan bang Fadli.Plak, pukulan kembali melayang pada wajah bang Fadli. Darah mulai mengucur pada mulut Fadli, tangganya menyeka luka karena tidak tahan dengan serangan Malik yang bertubi-tubi. Fadli mencoba melawan dan membalas pukulan Malik.Namun serangan itu tidak mengenai Malik yang berhasil menangkis pukulannya. Tidak menyerah begitu saja. Fadli kembali melayangkan pukulan pada bagian badan Malik.lagi-lagi serangan pukulan Fadli tidak mengenai Malik. Karena sangat kesal Fadli akhirnya menyerang Malik
Last Updated: 2020-10-19
Chapter: BAB 12Dring dring, tanda pesan masuk."Iya gapapa Ratu, Abang juga udah di rumah, tadi ada yang nyampainya ke abang kalo ratu dibawa pulang sama bang andre." Balas bang Fadli.Sebelum masuk ke dalam rumah Ratu sudah siap-siap untuk menyembunyikan handphonenya agar tidak kelihatan oleh ayah."Assalamu'alaikum." Ucap Ratu sembari membuka pintu."Wa'alaikum salam" Sontak ayah dan tamunya menjawab serentak. Ratu baru kali ini melihat sosok peria paruh baya itu datang ke rumahnya."Ini anak gadis saya, Bram." Terang Ayah pada lelaki paruh baya itu."Ratu salam sama bapak Bram teman Ayah." Jelas Ayah pada Ratu.
Last Updated: 2020-10-19
Chapter: BAB 11Seperti janji bang Fadli mengajak Ratu makan bakso di dekat sekolah.Mereka berjalan beriringan, Ratu nan sedikit canggung enggan untuk mengucap sepatah katapun."Dek, Kamu udah pernah makan bakso di simpang sana?"Tanya bang Fadli membuka pembicaraan."Udah bang." Jawab Ratu singkat."Abang mah sering makan disana. Waktu abang masih pacaran sama kak Rina. Pas Paran sama Malik ya kamu makan disana?" Jelas bang Fadli sembari bertanya."Ga bang, makan sama Vira." Balas Ratu."Oh, jadi waktu pacaran sama Malik kamu belum pernah pergi makan? Kalau gitu juga belum pernah jalan dong?" Tanya bang Fadli penasaran.
Last Updated: 2020-10-19
Chapter: BAB 10"Hai bang ini Ratu." Sapa Ratu mengawali SMS pertamanya dengan bang Fadli.Tidak lama kemudian bang Fadli membalasnya " Iya dek, selamat sore ya jangan lupa mandi lo :)" Balasan bang Fadli."Iya bang, Sore juga bang." Balas Ratu kembali.Vira tersenyum melihat sebahagia itu temannya. "Aku seneng deh liat kamu seneng lagi." Ungkap Vira."Hehhehe, makasih banyak ya Vir, udah mau bantu aku." Balas Ratu sembari memeluk sahabatnya itu."Eh gapapa, aku mau pulang dulu ya udah sore ni." Ungkap Vira sembari pamitan mengundurkan diri untuk kembali ke rumahnya."Iya Vir, hati-hati di jalan ya." Balas Ratu sambil mengantarkan Vira ke depan rumahn
Last Updated: 2020-10-19
Chapter: BAB 9*****Ratu Bilgis*****Selepas Ratu menjawab ungkapan hati bang fadli, ntah mengapa ada yang mengganjal di hatinya, dan pikirannya selalu bertanya-tanya."Makasih ya Ratu udah mau terima abang nanti abang antar pulang ya?" Ajakan bang Fadli."Ga usah bang, Ratu bisa pulang sendiri, kapan-kapan aja ya bang." Balas Ratu gugup."Ini nomor handphone abang, nanti SMS abang ke sini ya." Ungkap bang Fadli dan langsung berpamitan untuk pulang duluan."Oh iya bang nanti Ratu sms." Balas Ratu.Lagi-lagi Ratu binggung sekarang harus bagaimana, handphonenya saja tidak ada.Sesampai di rumah
Last Updated: 2020-10-19