LOGINkisah lika-liku kehidupan Ratu Bilqis. Sejak dari awal Dia bersekolah di Sekolah Menengah Akhir. Yang mengawali cinta pertamanya. Bagaimana dengan kisahnya. Mari membaca
View More"Anang, kita akan ke pasar Melo dulu, kerumah temanku." Jelas Malik pada Anang yang segera melajukan motornya ke arah yang di pandu oleh Malik."Vira. ini gua Malik. Gua dengar Ratu sekarang ada di rumah lu. Gua harus bicara sama lu. Gua bakalan samapai depan warung dekat rumah lu, please lu temui gua, ini penting banget." SmS dari Malik yang di tujukan kepada Vira.Vira yang menerima pesan singkat dari Malik pun terkejut dan sedikit heran. Apa Malik akan mencoba membujuknya agar Ratu memaafkannya.Ratu yang terlelap karena seharian menangis tanpa hentinya. Vira seketika berfikir panjang, Apakah dia akan menemui Malik kali ini.Dalam hatinya menerima permintaan Malik namun gejolak di pikirannya menolak itu.
Pertengkaran antara keduanya tak tertahankan. Amarah Malik semakin memuncak saat bang Fadli saat berusaha mendekati Ratu."Sini lu, lawan gua, dasar manusia ga berotak lu, anj*ng" Tegas Malik sembari mengangkat kerah seragam sekolah yang di kenakan bang Fadli.Plak, pukulan kembali melayang pada wajah bang Fadli. Darah mulai mengucur pada mulut Fadli, tangganya menyeka luka karena tidak tahan dengan serangan Malik yang bertubi-tubi. Fadli mencoba melawan dan membalas pukulan Malik.Namun serangan itu tidak mengenai Malik yang berhasil menangkis pukulannya. Tidak menyerah begitu saja. Fadli kembali melayangkan pukulan pada bagian badan Malik.lagi-lagi serangan pukulan Fadli tidak mengenai Malik. Karena sangat kesal Fadli akhirnya menyerang Malik
Dring dring, tanda pesan masuk."Iya gapapa Ratu, Abang juga udah di rumah, tadi ada yang nyampainya ke abang kalo ratu dibawa pulang sama bang andre." Balas bang Fadli.Sebelum masuk ke dalam rumah Ratu sudah siap-siap untuk menyembunyikan handphonenya agar tidak kelihatan oleh ayah."Assalamu'alaikum." Ucap Ratu sembari membuka pintu."Wa'alaikum salam" Sontak ayah dan tamunya menjawab serentak. Ratu baru kali ini melihat sosok peria paruh baya itu datang ke rumahnya."Ini anak gadis saya, Bram." Terang Ayah pada lelaki paruh baya itu."Ratu salam sama bapak Bram teman Ayah." Jelas Ayah pada Ratu.
Seperti janji bang Fadli mengajak Ratu makan bakso di dekat sekolah.Mereka berjalan beriringan, Ratu nan sedikit canggung enggan untuk mengucap sepatah katapun."Dek, Kamu udah pernah makan bakso di simpang sana?"Tanya bang Fadli membuka pembicaraan."Udah bang." Jawab Ratu singkat."Abang mah sering makan disana. Waktu abang masih pacaran sama kak Rina. Pas Paran sama Malik ya kamu makan disana?" Jelas bang Fadli sembari bertanya."Ga bang, makan sama Vira." Balas Ratu."Oh, jadi waktu pacaran sama Malik kamu belum pernah pergi makan? Kalau gitu juga belum pernah jalan dong?" Tanya bang Fadli penasaran.